Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Aku bukan wanita lemah


__ADS_3

"Di mana kamu? Aku ingin bertemu denganmu!" Aditya menghubungi Felisa, dia mengatakan ingin bertemu.


Felisa akan bertemu dengan mantan suaminya sore ini setelah Aditya pulang bekerja. Aditya sengaja berjanjian dengan Felisa secara diam-diam, dia tak ingin Farrah mengetahuinya.


Felisa kini sudah bersiap-siap untuk bertemu dengan Aditya. Untungnya rasa sakit akibat operasi sesar sudah mulai berkurang, dia sudah bisa beraktivitas secara normal meskipun tetap harus berhati-hati.


"Wajah Aku cantik. Tapi mengapa suamiku berpaling? Tega kamu Mas sama Aku," gumam Felisa saat melihat wajahnya di kaca. Felisa menghapus air mata yang menetes membasahi wajahnya. Hatinya terasa sesak kala mengingat kejadian dulu.


"Mulai hari ini kamu harus hapus air matamu untuknya! Laki-laki pengkhianat tak pantas kau tangisi! Kamu pasti bisa Felisa!" Felisa mencoba menguatkan hatinya.


Meskipun melahirkan secara sesar, perutnya sudah terlihat ramping kembali. Wajahnya semakin bersinar, aura kedewasaan terpancar di wajahnya. Felisa keluar dari kamarnya untuk menitipkan Elang kepada sang mama.

__ADS_1


"Ma, Aku titip Elang dulu ya! Aku mau keluar dulu sebentar, ada yang harus Aku urus."


Mama Eliza mengiyakan, dengan mengucap kata Bismillah, Felisa keluar dari rumah. Dengan waktu 20 menit dia telah sampai di sebuah restoran tempat mereka janjian.


Rasanya tak rela Aditya melepas mantan istrinya, mantan istrinya semakin mempesona. Tetapi rasa gengsi yang dia miliki yang menghapus perasaan inginnya untuk rujuk lagi pula Farrah pasti akan mengamuk. Aditya menatap lekat wajah Felisa, Felisa pun menyadarinya. Tetapi dia berusaha untuk bersikap biasa, dia tak ingin menjatuhkan harga dirinya dengan mengemis cinta mantan suaminya kembali.


"Maaf Aku datang terlambat." ujar Felisa sambil menduduki bokongnya. Felisa sejak tadi berusaha menetralkan perasaan hatinya meskipun masih ada cinta di hatinya untuk mantan suaminya.


"Aku baru sampai juga kok. Gimana keadaan Elang sekarang? Sudah pintar apa?" tanya Aditya.


"Sa, apa kamu tak merasa kasihan pada Elang nanti kalau dia sudah mengerti dan menanyakan keberadaan Papa nya?" ucap Aditya membuat Felisa tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Mengapa kamu menanyakan itu kepadaku? Bukannya kamu yang menginginkan seperti ini? Kamu yang menghancurkan kebahagiaannya!" sahut Felisa ketus.


"Jujur posisi Aku bingung saat ini. Di satu sisi Aku mencintai Farrah, tetapi di satu sisi lain Aku ingin hidup bahagia sama kamu dan Elang " sahut Aditya dengan tidak malu.


Sebagai wanita yang memiliki hati dan perasaan, Felisa memilih untuk pisah meskipun pada akhirnya dia merasa berat. Dia yakin mantan suaminya itu tak akan bisa bersikap adil. Terlebih saat Aditya seenaknya akan menjadikan dia istri kedua setelah dirinya menikahi Farrah lebih dulu.


"Lebih baik kamu urus saja istri baru kamu! Tetapi ingat jangan pernah lupakan tugas kamu sebagai Papa untuk memberi nafkah, jika kau lalai aku tak akan segan-segan meminta mu secara paksa!"


"Aku akan berjuang untuk merebut Elang dari kamu dengan menyewa pengacara terbaik jika kamu tak kembali padaku! Sekarang kamu pilih, kembali kepadaku menjadi istri kedua atau tetap ingin menolaknya.?" ancam Aditya.


"Jika pertemuan kita kali ini untuk menyatakan ancaman kamu kepada Aku? Lebih baik kita bertemu di pengadilan! Aku tak akan pernah takut! Permisi!" Felisa langsung bangkit merasa tidak terima, dia langsung meninggalkan Aditya begitu saja meskipun Aditya berusaha memanggilnya.

__ADS_1


"Si*al! Berani-beraninya kamu menolak Aku!" ujar Aditya geram. Hatinya sedang di hiasi rasa emosi karena penolakan Felisa.


Ingin sekali dia mengejar Felisa, tetapi Farrah terus menerus menghubunginya. Hingga akhirnya Aditya mengurungkan niatnya dan memilih untuk pulang.


__ADS_2