
Inilah hari yang di nanti oleh Nisa dan Fatih, yaitu hari pernikahan. Hari di mana mereka akan menyandang sebagai pasangan suami istri. Fatih beserta keluarganya sudah bersiap untuk berangkat menuju tempat akan di selenggarakan pernikahan dirinya dengan Nisa. Nisa sudah terlihat cantik, dengan gaun pengantin muslimah dan riasan terlihat natural. Rona bahagia terpancar dari wajahnya.
"Sebentar lagi Ayah dan Bunda pasti akan merasa kesepian karena kamu tak tinggal lagi di sini. Semoga kamu bisa meraih kebahagiaan. Ayah yakin kalau Fatih adalah calon suami kamu yang baik." ungkap Fahri sambil memeluk erat tubuh anak semata wayangnya. Berat rasanya untuk Fahri melepas sang anak, tetapi di satu sisi dia tak mungkin terus menerus menahan anaknya untuk tidak menikah.
Fahri telah menyulap ballroom hotel bintang lima menjadi dekorasi yang sangat mewah. Dia juga menyewa tiga buah kamar hotel untuk dirinya dan istri, keluarga Fatih, dan juga untuk sang pengantin.
Fatih beserta rombongan Keluarganya baru saja sampai di hotel. Mereka langsung bergegas menuju tempat akan berlangsung. Acara di mulai. Nisa menunggu di kamar pengantin sampai diri sudah sah menjadi nyonya Fatih. Fatih terlihat tegang berhadapan langsung dengan bosnya. Meskipun ini adalah hal yang kedua kalinya, dia melakukan ijab kabul berjabat tangan dengan Fahri.
Sah!
Nisa saat ini sudah resmi menjadi istri Fatih. Membuat Fatih bisa bernapas lega. Ucapan syukur terlontar dari kedua belah pihak. Mereka berharap pernikahan anak-anak mereka kali ini bisa membawa menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah dan segera di berikan momongan.
Dengan di dampingi sang Bunda, Nisa berjalan menghampiri tempat acara ijab kabul. Dirinya duduk di sebelah Fatih, karena saat ini mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. Fatih tersenyum bahagia saat melihat wajah cantik sang istri. Hal itu membuat Nisa tersipu malu.
Setelah penandatanganan, keduanya saling tuker cincin. Memasangkan di jari manis pasangannya. Fatih sangat menyayangi Nisa. Kemudian Fatih memberi kecupan di kening istrinya membuat wajah Nisa memerah menahan rasa malu. Nisa membalasnya dengan mencium tangan Fatih. Meskipun ini adalah pernikahan yang kedua kalinya, tetapi baru kali ini dia mendapatkan perlakuan manis dari suaminya.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Di apartemen
"Hari ini adalah hari pernikahan kamu dan Nisa. Semoga kamu bahagia bersamanya. Jujur aku menyesal karena dulu aku membuang kesempatan untuk hidup bersama kamu selamanya. Jika aku masih bersama kamu, mungkin saat ini aku tak akan seperti ini." ucap Tia lirih. Tia memilih untuk tidak datang ke pernikahan Nisa dengan Fatih. Dia tak kuasa menahan perasaannya. Tia harus merelakan Fatih untuk bersama Nisa.
Sama halnya dengan Tia yang merasakan sedih tak berujung, Kenzi pun tak bisa menutupi kesedihannya. Merelakan memang yang terbaik, membuat dirinya lebih tenang menjalani kehidupan selanjutnya. Berharap agar menemui wanita lainnya yang mau di jadikan pendamping hidupnya.
"Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah resmi menjadi Nyonya Fatih. Ayah dan Bunda berharap kalian kelak menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah." ucap Fahri kepada Nisa saat acara sungkeman. Fahri merasa bahagia karena akhirnya bisa memberikan kebahagian untuk anaknya.
"Makasih ya Ayah. Ayah dan Bunda adalah orang yang luar biasa di hidup Nisa. Terima kasih atas kasih sayang yang selama ini di berikan kalian untuk Nisa." ucap Nisa.
Suasana haru menyelimuti acara sungkeman. Doa terucap dari kedua orang tua mereka. Mendoakan yang terbaik untuk anak-anak mereka yang akan menjalani kehidupan baru. Pahit dan manis akan mereka jalani bersama.
"Sekarang sudah halal donk aku menyentuh kamu." ucap Fatih yang mendekati istrinya. Hal itu membuat jantung Nisa berdegup kencang. Ini hal pertama kali bagi Nisa, karena dulu dia tak merasakan hal ini.
"Ba-bang jangan dulu! Kita kan nanti malam akan ada pesta resepsi." ujar Nisa gugup.
Pemandangan itu membuat Fatih tersenyum geli melihat ekspresi istri kecilnya yang terlihat gugup ketakutan.
__ADS_1
"Tapi bolehkan minta yang lain dulu!" goda Fatih. Setelah resmi menikah Fatih berubah menjadi sosok yang genit kepada istrinya.
"Bang, aku ingin istirahat. Sekarang aku mau mandi dulu," ujar Nisa menghindar. Dia masih merasa takut.
Nisa langsung berlalu meninggalkan Fatih mencoba menghindari. Dirinya memilih untuk mandi. Tetapi saat kakinya akan melangkah, Fatih justru langsung menarik tangan Nisa. Dia langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Nisa. Hembusan napas mereka sangat terasa. Jantung Nisa berdegup semakin kencang.
Perlahan bibir mereka saling bertemu, tanpa aba-aba Fatih langsung meraup bibir Nisa dan Me******. Tentu saja Nisa tersentak kaget mendapati serangan dadakan. Ini hal pertama kali dalam hidupnya, bercum*bu mesra . Tentu saja membuat ciu*man tersebut terlihat kaku. Di saat pasokan oksigen sedikit berkurang.
"Atur napas dulu! Aku beruntung banget ya bisa miliki kamu yang masih perawan semuanya. Meskipun status kamu sudah janda." ucap Fatih.
"Kak, sudah dulu! Aku mau mandi dulu dan langsung tidur dulu beristirahat. Nanti yang ada Abang khilaf," pinta Nisa, dan akhirnya Fatih menuruti keinginan istrinya. Namun, dia sempat menggoda istrinya untuk mengajak mandi bersama. Fatih tak kuasa menahan Saliva nya sejak membantu membuka resleting gaun pengantin Nisa.
Nisa baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan bathrobe, karena dia lupa membawa pakaian ganti. Membuat Fatih lagi-lagi menelan salivanya. Melihat penampilan Nisa yang seksi dengan rambut yang masih terlihat basah. Nisa bergegas untuk segera mengambil pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi lagi.
"Nis, ternyata kamu sangat menggoda sekali. Jiwa duda aku meronta. Buay aku tak sabar untuk melahap kamu." ucap Fatih sambil terkekeh sendiri. Bagaimana pun Fatih seorang pria dewasa yang membutuhkannya. Dia berharap untuk kali ini berhasil memiliki keturunan.
"Aku harus mulai browsing tentang posisi bercin*ta yang benar agar istri ku segera memiliki keturunan. Selama ini gaya aku juga monoton, aku ingin memiliki terobosan baru dengan istriku." gumam Fatih.
__ADS_1
Fatih sudah mulai membuka satu persatu artikel tentang gaya bercin*ta, sebelum memulainya nanti malam. Dia ingin membuat bahagia istrinya.
"Duh tumben amat ini si otong, baru lihat gambar dan membayangi sudah turn on aja. Sabar dulu, nanti malam masih ada acara, jangan sampai Nisa jalannya jadi mengangkang." ujar Fatih dalam hati