
"Angkat Fel, temui mereka! Biar dia bisa membantu kamu menghidupi Elang, bagaimana pun dia itu kan nenek dan kakek dari Elang," ujar Mama Eliza.
"Papa yakin dia tidak akan setega itu memisahkan Elang dari kamu! Kalau itu terjadi pun, kami akan melindungi kamu!" ujar Papa Hadi yang saat itu ada bersama Felisa dan Mama Eliza juga.
Akhirnya Felisa menghubungi balik mantan ibu mertuanya, hal itu membuat Mama Indah merasa bahagia karena akhirnya kedatangan dia ke Jakarta tidak sia-sia. Mereka bisa bertemu dengan cucunya. Felisa memberi tahu tempat tinggal dirinya sekarang. Mama Indah dan Papa Rizal bergegas menuju ke tempat tinggal Felisa sekarang. Kini mereka sudah sampai di depan tempat tinggal Felisa sekarang.
"Ya Allah pa kasihan banget cucu kita, masa tinggal di rumah seperti itu. Benar-benar si Adit, sudah berhasil jadi manager bukannya nyenengin keluarga beliin rumah buat Felisa malah selingkuh sama wanita murahan itu." gerutu Mama Indah.
"Sudah tidak perlu membahas lagi, lebih baik kita pastikan benar atau tidak ini rumah Felisa. Mama coba turun sana!" ucap Papa Rizal.
Akhirnya Mama Indah turun dan mengucap salam. Mendengar ada orang di luar yang mengucap salam, Felisa langsung bergegas keluar.
__ADS_1
"Sepertinya itu Mama Indah, ma! Aku keluar dulu coba lihat," ujar Felisa sambil menyerahkan Elang kepada sang Mama.
Felisa langsung membuka pintu rumahnya, dan benar Mama Indah 'lah yang datang.
"Feli, Mama kangen sayang. Mama tadi hampir saja putus asa karena rumah kamu yang lama sudah menjadi milik orang lain," ucap Mama Indah sambil memeluk menantu kesayangannya.
"Feli juga kangen sama Mama. Kita masuk yuk Ma, Pah!" ajak Felisa.
"Ya Allah cucu Oma tampan banget, wajahnya mirip kamu banget Fel. Mama gemes banget sama pipi gembilnya, makasih ya sudah memberikan cucu yang sehat dan tampan untuk Mama," ungkap Mama Indah dan Felisa membalasnya dengan senyuman.
"Pa Hadi, bagaimana ceritanya sih kalian bisa pindah rumah?" tanya Mama Indah membuka obrolan.
__ADS_1
Pak Hadi langsung menceritakan kalau dia dan Kenzi di PHK dari perusahaan tempat mereka kerja dulu. Karena mereka sempat memperlakukan tidak baik istri pertama Kenzi, dan ternyata wanita itu anak dari pemilik perusahaan. Setelah berhenti, mereka kesulitan untuk mencari pekerjaan kembali hingga akhirnya mereka tak mampu membayar cicilan mobil dan rumah. Terpaksa mobil dia di sita dan untuk rumah mereka menjual kepada mantan menantunya dulu. Pak Hadi menceritakan kalau dirinya saat ini hanya mampu untuk mengontrak rumah, karena sisa uangnya untuk di pakai untuk kebutuhan sehari-hari.
"Astaghfirullah. Sabar ya Pak! Semoga Allah mengampuni dan mengangkat derajat lagi untuk keluarga kalian! Bagaimana kalau kami memberi modal untuk usaha, kalian tidak perlu memberikan lebihan untuk kami. Kalian bisa hidup tercukupi saja, kami sudah merasa senang. Kamu juga Fel, kamu buka usaha saja kali biar bisa sambil cucu Mama. Mama tidak tega kalau cucu Mama di urus sama pembantu. Si Adit mah biarin aja, Mama yakin pasti nantinya menyesal telah membuang kamu dan tidak mempedulikan anak kandungnya sendiri. Kamu sabar ya sayang, Mama yakin suatu saat nanti kamu pasti mendapatkan kebahagiaan meskipun bukan bersama Adit," ujar Mama Indah.
"Maaf ya mah kalau Felisa terpaksa harus bercerai sama Mas Adit, karena dia sudah menjatuhkan talak kepada Felisa. Karena dia lebih memilih Farrah di bandingkan Felisa. Memang Mas Adit sempat bicara, agar Felisa mau kembali kepadanya demi kebahagiaan Elang tetapi Felisa harus menerima menjadi istri kedua. Karena setelah bercerai dari Felisa, Mas Adit akan menikahi Farrah secara hukum."
"Jangan mau, Fel! Emang gila tuh anak, otaknya sudah tidak waras. Kemarin mereka juga sempat ke Bandung menemui Mama dan Papa. Meminta restu agar Mama mau menerima Farrah sebagai istrinya. Adit juga sempat bilang kalau dirinya sudah bercerai secara agama sama kamu. Memangnya gimana ceritanya sih? Beneran deh Mama masih tidak menyangka Adit bisa begitu, Mama tau banget perjuangan dia menaklukkan hati kamu. Aneh banget cinta bisa hilang begitu saja. Padahal sudah ada anak di pernikahan kalian. Memang sih balik lagi, namanya laki-laki sama seperti kucing di kasih ikan mau saja. Pasti wanita murahan itu yang telah menggoda Adit. Kamu juga Ken kok bisa-bisanya kecolongan begitu sih?" cerocos Mama Indah.
Felisa mengatakan kalau dirinya sudah merasa sakit hati dengan yang di perbuat Aditya kepadanya. Tega berselingkuh dengan Farrah saat dirinya sedang hamil Elang, dan lebih menyakitkan lagi Felisa melihat langsung Aditya saat itu sedang berada di atas tubuh Farrah dalam keadaan sama-sama polos. Mereka berhubungan intim. Lebih menyakitkan lagi, Aditya justru membela dan mempertahankan Farrah dan menjatuhkan talak saat itu juga kepadanya. Di saat dirinya akan melahirkan, Aditya tak berada di sampingnya. Dia harus berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan Elang. Bahkan dirinya sempat mengalami koma selama tiga hari. Hingga akhirnya Elang terpaksa minum susu formula. Dengan tidak berdosanya lagi, Adit menjenguk dirinya dengan membawa Farrah dan mengatakan kalau mereka sudah menikah secara siri. Mereka juga menunjukkan kemesraannya di depan dirinya. Felisa tak mampu menahan air matanya, mengingat akan apa yang terjadi kepadanya dulu yang kini masih sangat membekas.
"Sabar ya Fel! Maafkan Mama dan Papa! Kalau kamu waktu itu memberi tahu Mama, mungkin Adit tidak akan sampai seperti ini. Mama dan Papa juga tidak akan membiarkan kamu melewati kesulitan sendiri. Mama tidak akan membela anak kandung Mama di sini karena memang dia salah. Mama setuju kalau kalian bercerai, biar Adit merasakan hidup dengan Farrah. Mama yakin hubungan yang di awali dari sebuah kesalahan, tidak akan baik. Kita tunggu saja tanggal mainnya! Melihat mereka menerima karma atas perbuatan yang mereka lakukan kepada kamu dan Kenzi! Sabar juga buat kamu ya Ken!" ujar Mama Indah.
__ADS_1
Mama Indah akan membantu Papa Hadi untuk membuka usaha. Papa Hadi hanya butuh menyebutkan nominal yang di butuhkan. Mama Indah dan Papa Rizal juga sepakat untuk memberi modal untuk Felisa membuka sebuah butik. Mereka juga akan memberikan sebuah rumah untuk Felisa sebagai bentuk ucapan permintaan maaf kepada Felisa dan keluarganya. Mereka juga tak ingin kalau cucunya merasakan hidup susah.