Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Bertemu Felisa


__ADS_3

"Aku takut kalau umurku tak panjang dan aku meninggal dalam keadaan berdosa. Di manakah kalian berada, aku takut sekali kalau sampai keinginan aku belum terwujud. Ku mohon ya Allah bantulah hamba, hamba ingin meninggal dalam keadaan tenang," ucap Farrah lirih.


Farrah terus berdoa sambil menyusuri jalanan berharap dirinya akan mendapatkan titik terang untuk menemui Felisa. Farrah benar-benar kehilangan jejak Felisa beserta keluarganya.


Rencananya siang ini Felisa akan menemui kliennya di sebuah restoran untuk membicarakan masalah kerja sama. Felisa sudah berdandan sangat cantik. Sebenarnya Adrian sudah meminta Felisa untuk lebih banyak di rumah, karena pernikahan mereka sebentar lagi. Awalnya Felisa sudah mengutus sang asisten, tetapi sang klien tetap ingin bertemu langsung dengan Felisa.


"Emm, ya sudah nanti jemput saja di restoran xxx sekitar jam 17.00 ya! Bye ... aku tunggu di sana ya!" ucap Felisa di panggilan telepon dengan Adrian.


"Siap Tuan Putri. I Love You, miss you." ujar Adrian. Felisa tak membalasnya, bagi Adrian tak mengapa. Baginya Felisa sudah mengetahui apa yang di rasakan sudah cukup. Dia yakin lambat laun Felisa pasti akan membuka hatinya untuknya.


Hari ini Felisa tak membawa kendaraan sendiri, dia pergi dengan menaiki taksi online karena nantinya dia pulang di jemput Adrian. Saat ini Felisa tak mengetahui jelas kalau calon suaminya seorang kaya raya, bahkan melebihi orang tua Aditya.


Setapak demi setapak Farrah berjalan kaki, keringat sudah bercucuran membasahi wajah dan seluruh tubuhnya. Tubuhnya terlihat sangat kurus dan badannya merasa sudah sangat lemas. Wajahnya terlihat pucat tak bercahaya. Tak ada semangat dalam hidupnya. Dia sudah siap jika Allah mengambil nyawanya, dia memilih untuk memasrahkan hidupnya. Hidup di dunia pun dia merasa sangat menderita, malu akan perbuatan yang dia lakukan dulu.


"Perutku sangat lapar, tenggorokanku juga sangat haus. Mungkin orang-orang kaya yang mengunjungi restoran itu akan memberikan uang kepadaku. Hiks ... hiks ... aku merasakan seperti seorang pengemis." ucap Farrah sambil menatap sebuah restoran mewah.


Farrah mencari dirinya untuk duduk, berisitirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya lagi. Bajunya sudah terlihat lusuh dan hanya menggunakan sendal jepit. Beberapa pakaian dan sendal bagusnya sudah dia jual untuk dirinya makan.


Farrah memperhatikan satu persatu pengunjung yang masuk ke dalam dan keluar restoran. Berharap ada orang yang bersikap iba kepadanya. Farrah meratapi nasibnya yang begitu menderita, padahal dulu hidupnya sangat bahagia dan glamor. Kenzi dan Aditya dulu selalu menuruti keinginannya. Kesombongan yang dia lakukan di masa lalu membuat dirinya menderita seperti ini. Betapa sombongnya dia dulu, sampai-sampai saudara dan teman-temannya tak ada yang menyukai sifatnya. Hal itu yang membuat dirinya malu menemui mereka meminta pertolongan. Pasti dia hanya akan mendapatkan cibiran dari mereka.


"Tampan sekali laki-laki itu. Tubuhnya terlihat gagah." ucap Farrah dalam hati. Dirinya jadi teringat sosok Kenzi mantan suami yang telah dia khianati. Masih dia ingat saat Kenzi sangat mencintai dirinya begitu juga dengan Aditya.


Farrah menghampiri laki-laki yang turun dari mobil dengan menggunakan kaca mata hitam dan gayanya seperti seorang eksekutif muda. Dia meminta uang layaknya seorang pengemis. Laki-laki itu adalah Adrian. Adrian tak menatap sedikit pun ke arah Farrah dia langsung mengeluarkan lima puluh ribu dari dompetnya karena dirinya sambil fokus menelepon. Farrah menerima uang itu dan mengucapkan terima kasih. Hatinya merasa bahagia dan bersyukur karena mendapatkan uang yang baginya cukup untuk dia makan beberapa hari.

__ADS_1


Adrian memasuki restoran untuk mencari keberadaan sang pujaan hati, dia mencari tempat duduk yang tak jauh dari Felisa agar dirinya bisa menatap wajah cantik calon istrinya.


"Kami memang cantik, bodoh sekali mantan suamimu yang telah membuang kamu. Membuang bidadari dari surga seperti mu. Tapi bukannya bagus? Kalau tidak, dia tak akan bisa menjadi milikku." Adrian bermonolog sendiri di akhiri kekehan di iringi senyuman.


Setelah meeting dengan kliennya selesai, dia berniat ingin pergi keluar dari restoran. Dia mengira Adrian menunggu di luar restoran. Namun, tiba-tiba Adrian menariknya yang membuat Felisa tersentak kaget dan menatap Adrian. Netra mereka saling bertemu. Ada getaran hati di hati Felisa. Baru kali ini dia benar-benar menatap wajah Adrian. Laki-laki yang sempurna untuk dirinya.


"Mau ke mana? Aku nunggu di sini, kamu malah mau keluar," ucap Adrian.


"Maaf, aku kira kamu di luar restoran. Makanya aku mau buru-buru keluar," sahut Felisa apa adanya.


"Dia kira aku ga mampu membayar minuman di sini kali," gerutu Adrian. Dia tertawa geli sendiri dalam hati, karena Felisa tau kalau Adrian orang kaya tapi dia tak tau banyak tentang Adrian yang memiliki usaha sendiri hasil kerja kerasnya.


"Dari pada nunggu di luar, lebih baik aku duduk di sini memandang calon istri aku yang cantik yang sedang mengobrol sama kliennya. Sebagai ganti upah menunggu aku ingin, kamu menemani aku mengobrol di sini. Ga ada penolakan, titik!" ujar Adrian.


"Harus terbiasa donk, nanti saat malam pertama kita titip Elang sama Mama dulu ya. Aku hanya ingin berduaan sama kamu. Aku yakin Mama paham 'lah apa yang di lakukan malam pertama," ucap Adrian to the point membuat wajah Felisa memerah membayangkan malam pertama nanti.


Adrian tak bosan-bosannya menatap wajah Felisa, membuat Felisa tersipu malu dan salah tingkah. Seperti seorang remaja yang baru merasakan jatuh cinta kembali bertemu orang baru. Membuat Adrian bersorak gembira dalam hati karena cintanya terbalas.


"Kamu yakin mau nikah sama aku? Aku janda lo dan punya anak lagi," ucap Felisa mencoba menyakinkan lagi.


"Bisa ga, tidak membahas lagi masalah status? Sudah aku bilang, aku sudah terima kamu apa adanya dan aku sudah yakin untuk menjadikan kamu istri aku. Kenapa sih masih membahas terus? Kamu mau janda punya lima anak, aku ga peduli. Karna aku udah cinta sama kamu, aku sayang sama kamu dan Elang, dan aku ingin membahagiakan kamu! Please jangan buat aku bete ya!" ungkap Adrian yang merasa kesal dengan pertanyaan Felisa tentang keyakinan dirinya untuk menikahi Felisa.


Obrolan telah selesai, mereka memutuskan untuk pulang. Tak ada gandengan mesra, karena Adrian sudah berjanji akan menampilkan kemesraan setelah menikah. Menjaga image Felisa yang bukan seorang janda gatel, tetapi seorang janda yang memiliki harga diri.

__ADS_1


Deg!


Seakan seperti mimpi, Farrah menatap wajah Felisa yang berjalan di sebelah Adrian. Wajah wanita yang pernah dia sakiti hatinya. Antara senang dan malu yang di rasakan Farrah untuk bertemu dengan Felisa. Farrah melangkahkan kakinya menghampiri Felisa.


"Kak Felisa," panggil Farrah.


Felisa menoleh ke arah sumber suara, sempat mengerutkan keningnya mencoba berpikir benar kah apa yang dia lihat. Wanita yang di hadapannya adalah Farrah mantan adik iparnya, pelakor dalam rumah tangganya dulu. Tetapi dia merasa bingung dengan penampilan Farrah yang seperti seorang pengemis jalanan.


Sambil menunggu up mampir yuk di karya yang tak kalah keren


Ranty Amalia Widodo, yang Menikah dengan seorang superstar Ferrell Nugraha. Harus rela jika dirinya selalu di sembunyikan bahkan hanya di akui sebagai adik. Membuatnya bertekad tidak akan jatuh cinta pada suaminya.


Namun, sikap Ferrell yang menunjukkan cinta dibelakang layar. Membuatnya luluh cinta Ferrell bukanlah kepura-puraan. Cinta Ferrell tulus untuk Ranty. Namun, dalam kisah cinta mereka ada saja penghalang dan rintangan. Namun, mereka bisa Melawati nya hingga kehadiran putri tercinta mereka mampu melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka.


Sayangnya lagi-lagi cobaan datang, menerpa rumah tangga mereka. Hingga Ferrell harus terjebak pernikahan siri dengan sahabat sekligus cinta masa kecilnya.


Hingga akhirnya Ferrell dan Ranty harus terpisah


karena tragedi yang sangat memilukan


akankah Ferrell dan Ranty akan kembali bersama?


__ADS_1



__ADS_2