Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Keluarga Bahagia


__ADS_3

"Bagaimana? Kapan aku bisa bertemu Elang?" isi pesan chat Aditya.


Hari ini mereka akan bertemu di arena bermain di sebuah Mall. Felisa akan pergi di dampingi Adrian, dia tak akan membiarkan Felisa pergi menemui Aditya hanya berdua saja. Kini mereka sudah bersiap-siap untuk berangkat.


Dengan gaya cool Aditya sudah sampai lebih dulu. Dia tak mengira kalau Felisa datang bersama suaminya. Aditya terlihat sangat percaya diri ingin mengambil hati Felisa dan berusaha dekat dengan Elang.


"Oh jadi laki-laki itu suami barunya Felisa. Cepat juga dia melupakan aku," gerutu Aditya menutupi perasaan kecewanya.


Aditya langsung menghampiri Elang dan Felisa, seakan dirinya merasa dekat dengan Elang. Namun, tanpa di duga Elang menolak untuk di gendong dengan Aditya dan justru menangis karena merasa tak kenal dengannya. Lebih menyakitkan lagi, Elang justru meminta gendong Adrian.


"Elang, aku ini Papa kandung kamu. Dia itu hanya Papa tiri." cerocos Aditya merasa tak terima dengan respon Elang. Elang tak peduli dengan ucapan Aditya, dia tetap meminta gendong Adrian. Orang yang selama ini menyayangi dirinya.


"Semua ini gara-gara kamu yang memilih menikah lagi dengan laki-laki lain dan menjauhkan Elang dari aku. Jadinya begini kan? Kalau kamu sayang sama Elang, kamu kembali sama aku. Kita hidup bahagia bertiga, Elang itu butuh seorang figur Bapak kandung bukan Bapak KW seperti dia," ucap Aditya merasa tak terima.


Mendengar penuturan Aditya tentu saja membuat Felisa naik pitam sama halnya dengan Adrian yang di sebut Bapak KW. Meskipun dirinya bukan Bapak tiri Elang, Adrian sangat menyayangi Elang seperti anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Bisa ga jaga bicara kamu? Harusnya kamu mikir jangan cuma asal ngomong. Siapa yang buat Elang seperti ini? Jangan bisanya nyalahin orang aja! Dulu kamu ke mana? Giliran sekarang teriak-teriak nyebut suamiku Bapak KW. Lagi pula lebih baik Bapak KW tetapi menyayangi dirinya dengan tulus dari pada kamu mengaku Bapak kandung tapi selama ini tidak mempedulikan dirinya. Lebih memilih ngurusin istri-istri kamu. Bukannya kamu bilang, kamu bisa memiliki anak dari wanita lain. Dengan bangganya kamu memperkenalkan istri baru kamu dulu dan mengatakan kalau dia sedang hamil. Ya sudah sana bikin anak saja sebanyak mungkin, Elang biar untuk aku aja. Apa kamu tak malu mengajak aku kembali? Maaf ya aku bukan wanita murahan seperti istri-istri kamu. Lagi pula suamiku yang sekarang lebih segalanya dari kamu. So, jangan pernah bermimpi untuk meminta aku kembali kepadamu!" sahut Felisa ketus membuat Aditya merasa tertampar dengan ucapan yang membuat dirinya tersadar atas perbuatannya dulu.


Aditya menatap Felisa yang menggenggam erat tangan Adrian. Adrian saat itu yang menggendong Elang. Ada perasaan iri yang di rasa Aditya saat melihat Felisa bersama Elang dan Adrian seperti keluarga bahagia.


"Aku tak bisa memiliki anak, karena aku sudah bercerai. Hanya Elang anakku, makanya aku ingin memintanya dari kamu. Lebih baik kamu membuat lagi sama suami barumu!" ucap Aditya yang tak menyerah.


"Tidak! Sampai kapanpun aku tak akan pernah memberikan Elang sama laki-laki tak bertanggung jawab seperti mu. Mau aku memiliki anak seratus pun, kamu tak berhak mengatur ku. Kalau tujuan kamu seperti ini, lebih baik aku tak mempertemukan kamu dengan Elang sekalian. Kau tak sadar kalau kita saat ini menjadi pusat perhatian pengunjung Mall ini? Lagi pula hal ini tak baik untuk perkembangan Elang. Kalau kamu berniat mengajak berdebat seperti ini, lebih baik aku pulang membawa Elang," sahut Felisa lagi membuat Aditya semakin seperti orang kesurupan ingin merebut Elang dari Felisa untungnya ada Adrian yang menemani dirinya, Adrian kini yang berhadapan dengan Aditya.


"Ternyata kamu seorang laki-laki pengecut ya? Bisanya bersikap keras kepada seorang wanita. Sekeras apapun yang kau lakukan, kau tak akan bisa menang. Putusan pengadilan sudah jelas, bahwa hak asuh Elang jatuh untuk ke pihak ibunya. Jangan bersikap bodoh seperti ini. Bukannya kau pintar membuat anak?" ujar Adrian membuat Aditya merasa terhina. Adrian langsung membawa Felisa dan Elang pergi dari Mall tersebut, untungnya ada petugas Security yang melerainya. Membuat mereka terlepas dari Aditya.


"Elang, jangan tinggalkan Papa. Papa sayang sama kamu, hanya kamu anak Papa. Hiks ... hiks ... hiks," Aditya meratapinya. Bahkan dirinya berteriak histeris seperti orang gila menjadi bahan tontonan pengunjung di sana.


Kini Felisa, Adrian, dan Elang sudah keluar dari Mall. Adrian berencana ingin mengajak Felisa ke sebuah restoran yang memiliki saung dan juga kolam ikan. Tujuannya untuk menenangkan hati sang istri.


"Sabar ya sayang! Selama ada aku, kamu dan Elang akan terlindungi. Aku sayang sama kamu dan Elang. Semoga laki-laki itu menyadari kesalahannya dan tak berniat merebut Elang sama kamu. Sekarang kita makan dan menenangkan hati kamu dulu ya!" ucap Adrian sambil menggenggam tangan istrinya dan Felisa menganggukkan kepalanya. Tak lupa Adrian memberikan kecupan di pucuk rambut istrinya untuk menenangkan hati sang istrinya.

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di sebuah restoran yang memiliki tempat yang nyaman untuk mengobrol. Adrian terus mengelus punggung istrinya dan Felisa meletakkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Makasih untuk semua kasih sayang yang kamu berikan untuk aku dan Elang." ucap Felisa dan Adrian membalas dengan senyuman termanisnya membuat Felisa merasa terpanah melihat wajah tampan suaminya.


"Terpanah ya melihat wajah tampan suami kamu. Memang dari dulu seperti ini," goda Adrian membuat wajah Felisa memerah.


Lain halnya dengan Felisa dan Adrian yang sedang menikmati kemesraan. Aditya justru terus menggerutu. Dia seperti orang stres karena tak bisa menaklukan hati Felisa dan juga Emeli. Dia merasa tak terima karena baru merasakan hal seperti ini. Selama ini semua wanita bertekuk lutut kepadanya.


"Saya Aditya Herlambang dengan ini menyatakan kalau aku akan memiliki hati kamu kembali. Aku akan memenangkannya. Bukan Aditya kalau tak memenangkan hatimu. Kalau Emeli menolak untuk menikah denganku, paling tidak aku bisa kembali dengan Felisa. Aku tak kalah kok sama suaminya sekarang." Aditya bermonolog sendiri. Dirinya masih merasa percaya diri.


"Aaahhh ... bete. Mana Emeli memblokir nomor aku. Aku akan berusaha membuat kamu jatuh ke pelukan ku. Sehebat apakah suamimu itu? Aku yakin kalau aku lah pemenangnya," ucap Aditya di iringi tertawa sendiri seperti orang gila. Bicara, menjawab, dan tertawa sendiri.


Sambil menunggu up mampir yuk di karya temanku.


__ADS_1


__ADS_2