Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Bertemu


__ADS_3

"Sebenarnya semua ini bukan 100 persen kesalahan Farrah, dia seperti itu karna dia kecewa atas apa yang di perbuat aku dulu dengan Nisa. Cintaku kepadanya begitu besar, tetapi masih saja aku mencintai wanita lain juga. Maafkan aku Far, karena aku yang membuat kamu selingkuh." gumam Kenzi dalam hati.


Kenzi termenung sambil meneguk kopi yang dia buat. Mendengar cerita kakaknya, dia jadi teringat tentang satu nama yang dulu sangat dia cintai. Dia berniat untuk menengok Farrah besok malam selepas pulang kerja.


"Kak, aku minta alamat tempat Farrah di rawat ya. Insyaallah besok malam sehabis pulang kerja aku mau menengoknya." ucap Kenzi sambil menikmati sarapan pagi sebelum berangkat bekerja.


"Nah gitu donk. Itu namanya adik kakak, yang ga pendendam." ujar Felisa sambil tersenyum.


Tepat jam 17.30, Kenzi bergegas pulang dari kantor. Dengan mengendarai sepeda motornya dirinya berniat ingin menengok Farrah. Tak lupa dirinya membelikan makanan kesukaan Farrah dulu yaitu martabak keju dan Telor, nasi dan ayam bakar, dan juga buah apel.


"Benar ini kamar rawat Farrah." gumam Kenzi yang sudah berada di depan kamar Farrah di rawat. Kenzi membuka handle pintu dengan perlahan dan mencari Farrah berada. Farrah di rawat di kelas dua.


Deg!


Jantung Kenzi berpacu sangat cepat, menatap wajah wanita yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Saat itu Farrah sedang tertidur, Kenzi tak berniat untuk membangunkan. Dirinya justru asyik menatap wajah Farrah yang kini sudah sangat berbeda. Benar yang di katakan sang kakak kalau keadaan Farrah sangat memperihatinkan. Hatinya terenyuh saat melihat wajah Farrah yang terlihat pucat seperti mayat hidup dengan tubuh yang terlihat sangat kurus.


Perlahan Farrah membuka matanya, dirinya memang tak pernah tertidur lama tetapi dia sering kali ketiduran. Farrah mengucek-ngucek matanya dengan tangannya. Dia berpikir kalau saat ini dirinya sedang bermimpi karena berharap Kenzi menengoknya.


"Kenapa? Kaget ya aku datang? Kamu ga lagi mimpi kok, aku benar-benar datang. Ini aku bawain makanan kesukaan kamu, di makan ya!" ucap Kenzi lembut membuat hati Farrah meleleh dan matanya berkaca-kaca.


Rasa bersalahnya semakin bertambah, mendapatkan perlakuan manis dari Kenzi. Yach dulu Kenzi selalu bersikap manis kepadanya, bahkan hatinya terbuka karena Kenzi terus mengejarnya. Saat Kenzi tergoda dengan Nisa, hatinya menjadi terbagi.

__ADS_1


"Ma-maafkan aku ya Ken karena dulu aku telah mengkhianati cinta kamu. Aku menyesal meninggalkan laki-laki yang sangat menyayangi aku, aku tergoda rayuan setan. Hiks ... hiks ...," ucap Farrah di iringi isak tangis.


"Sudah, sudah! Tak ada yang perlu di sesali, semua ini bukan kesalahan kamu 100 persen. Aku yang membuat kamu melakukan seperti itu. Aku juga minta maaf ya. Padahal dulu aku mengejar kamu mati-matian, tapi aku masih saja terobsesi dengan hadirnya Nisa. Kalau aku tak tergoda, mungkin pernikahan kita masih bertahan sampai sekarang. Takdir sedang mempermainkan kita. Mungkin memang jalan hidup kita seperti ini, kita tidak berjodoh," ucap Kenzi.


Kenzi menghela napasnya panjang. Mungkin Allah mempunyai rencana lain untuk hidup mereka, mereka di buat tersadar akan kesalahan yang mereka buat dulu.


"Dari pada kamu nangis lebih baik kamu makan biar badan kamu ga kurus kaya gini. Kamu juga bisa segera sembuh." ucap Kenzi.


Farrah menghapus air mata yang sudah membasahi wajahnya, dia menceritakan tentang yang dia alami saat ini dan penyakit yang dia derita. Karma yang dia terima atas apa yang dia perbuat dulu.


"Ya lalu biarlah berlalu. Jadikan pelajaran yang sangat berharga, sama halnya dengan aku. Hidupku saat ini justru menjadi lebih tenang. Ya sudah ga perlu di bahas lagi, sekarang kamu makan ya." ucap Kenzi sambil membuka kantong plastik berisi makanan dan menyiapkan untuk makanan itu untuk Farrah.


"Yang Kenzi lakukan hanya bentuk perhatian kepada orang yang dekat. Kamu ingat itu Farrah. Kamu harus sadar siapa kamu sekarang, kamu ga pantas untuk nya. Umur kamu tak lama lagi, jangan membuat dia sedih melihat kamu menghembuskan napas terakhir kamu," kata-kata yang di ucapkan Farrah dalam hatinya.


Kenzi tersenyum, senyum manis yang dulu mampu menyejukkan hati Farrah. Membuat dirinya melayang dan merasakan cinta yang besar dari Kenzi. Kenzi tau kalau saat ini Farrah sedang berbicara dalam hatinya tentangnya.


"Kamu kenapa senyum-senyum begitu? Pasti lagi ngomongin aku kan?" goda Kenzi.


"Ih pede benget kamu," sahut Farrah yang wajahnya kini berubah merah.


Kenzi meraih tangan Farrah dan menggoda dirinya dengan mengatakan kalau badan Farrah saat ini kurus banget dan meminta Farrah untuk semangat dan makan yang banyak agar bisa seperti dulu lagi. Tapi Farrah menyadari kalau semua itu tak akan pernah terjadi di hidupnya lagi, kehidupannya telah berubah.

__ADS_1


"Jangan bicara seperti itu, kamu pasti sembuh kok! Semangat ya, kamu sekarang ga sendiri ada aku dan keluarga aku!" sahut Kenzi. Ucapan Kenzi sangat menusuk ke relung hatinya.


Setelah berbincang dan menemani Farrah makan, Kenzi pamit pulang karena jam kunjung sudah selesai dan besok dia juga harus bekerja. Farrah mengerti, karena Kenzi bukan siapa-siapanya lagi tak bisa dia menuntut Kenzi untuk tetap menemani dirinya di sana.


Kenzi sudah pergi dan kini Farrah hanya termenung sendiri. Ada secuil harapan untuk dirinya bersemangat lagi menjalani kehidupan. Tetapi dia tak mau berharap lebih untuk memiliki Kenzi kembali. Sungguh egois rasanya jika dirinya menginginkan Kenzi kembali kepadanya.


"Kamu sudah menengok Farrah?" tanya Felisa saat melihat sang adik sudah pulang.


"Sudah kak, ini baru saja pulang menengoknya." sahut Kenzi.


"Bagus. Itu baru adik kakak yang pintar tak pendendam." ujar Felisa.


"Cie ... CLBK dong." goda Felisa kepada sang adik.


"Enggak lah Kak, aku melakukan hanya unsur kemanusiaan saja. Tidak semuda itu melupakan atas apa yang terjadi. Mulut bisa berucap kata maaf, tapi hati tak bisa semudah itu Kak. Aku pernah merasa kecewa dengannya." sahut Kenzi dan Felisa mengerti, bahwa dirinya pun tak akan bisa semudah itu memaafkan kesalahan Aditya.


"Hiks ... hiks ... hiks, kalau aku dulu tak mengikuti hawa nap*su. Mungkin aku masih hidup bahagia dengan Kenzi tak sengsara seperti ini. Dasar laki-laki breng*sek kau Aditya. Aku benci kamu, semoga kamu mendapatkan balasannya." ucap Farrah di iringi isak tangis. Farrah sangat menyesali perbuatannya dulu, yang terlalu percaya dengan ucapan Aditya.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya teman author


__ADS_1


__ADS_2