Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Mengikhlaskan kamu


__ADS_3

Mendengar pernyataan Nisa yang sebentar lagi akan melepas masa jandanya, tentu saja Felisa ikut merasa bahagia. Meskipun pada akhirnya Nisa tak menjadi adik iparnya lagi. Felisa merasa senang karena di libatkan dalam pembuatan pakaian pengantin untuk Nisa dan Fatih di acara sakralnya. Selama ini Felisa memilih menutupinya dari sang adik kalau mantan istrinya akan menikah dengan laki-laki lain.


"Kak, ini kok namanya Nisa sama Fatih? Ini Nisa mantan istri aku bukan sih?" tanya Kenzi menyelidik saat melihat kertas yang berada di gaun pernikahan yang sudah di siapkan sang kakak. Baju pernikahan Nisa dan Fatih sudah selesai di buat saat menunggu Nisa dan Fatih melakukan fitting saja. Kenzi yang saat ini sedang main ke butik sang kakak merasa terkejut melihat tulisan yang sama persis dengan mantan istrinya dan saingannya. Felisa masih diam membisu dan justru menatap sang adik. Berat rasanya dia mengungkapkan hal ini.


"Santai aja Kak, tidak usah terbebani seperti ini! Aku siap apapun yang akan Kakak katakan!" ujar Kenzi yang mencoba ikhlas, karena dia sudah tahu sejak lama. Fatih pernah marah saat Kenzi mencoba merayu Nisa waktu itu.


Akhirnya Felisa mengutarakan apa yang selama ini dia tutupi. Felisa mengatakan kalau pernikahan Nisa akan di gelar tiga minggu lagi. Nisa dan Fatih baru saja sampai di butik Felisa.


"Assalamualaikum, Kak Felisa nya ada?" ucap Nisa sopan.


"Ada Kak, sudah di tunggu di ruang kerjanya. Tapi sekarang lagi ada adiknya di ruangannya. Sebentar ya kak!" sahut Meli, asisten butiknya.


Wajah Fatih terlihat tak suka, dia masih saja bersikap cemburu kepada Kenzi. Nisa mencoba menenangkan calon suaminya, karena dia memang tak ada hubungan apa-apa dengan Kenzi hanya sekedar menjalin tali silaturahmi saja.


"Suruh naik saja, Mel!" ujar Felisa saat mengetahui dari asisten butik, Nisa dan Fatih sudah datang.


Felisa mengatakan kepada Kenzi, kalau saat ini Nisa dan Fatih berada di bawah dan akan naik ke ruangannya. Felisa memesan kepada sang adik agar tak berulah. Kenzi mengiyakan dan tersenyum, walaupun sebenarnya hatinya terluka mendengarnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum..." ucap Nisa saat dirinya sudah berada di depan pintu ruangan Felisa. Nisa dan Fatih di anterin Meli sampai depan ruangan Felisa.


"Walaikumsallam. Ayo Nis masuk! Silahkan duduk Nis, Bang!" ujar Felisa ramah. Sedangkan Kenzi memilih untuk diam, dirinya menjadi salah tingkah.


"Kak aku pamit ya, kayanya Kakak lagi sibuk! Pak Fatih, Bu Nisa saya pamit dulu! Semoga pernikahannya berjalan lancar dan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah." ucap Kenzi. Kenzi berusaha untuk tegar, menerima kenyataan yang ada. Semua ini sudah menjadi keputusan Nisa, berharap mantan istrinya itu bisa mendapatkan kebahagiaan meskipun bukan dengannya. Fatih dan Nisa menjawab amin secara bersamaan.


❤️❤️❤️


"Jika mengikhlaskan kamu bisa membuat aku tenang dan membuat kamu bahagia, aku akan melakukannya!" ucap Kenzi lirih dalam hati saat melangkahkan kakinya keluar ruangan sang kakak.


Felisa langsung menyerahkan pesanan Nisa dan Fatih untuk fitting.


"Emang aja dasarnya kamu cantik, Nis! Jadi gaun itu pas banget," puji Felisa kepada Nisa.


Sama halnya dengan Felisa, Fatih pun memuji calon istrinya. Fatih bersyukur karena Kenzi sudah pulang, karena dia tak ingin mendengar laki-laki lain memuji calon istrinya di hadapan dia.


Kenzi memilih untuk langsung ke Cafe untuk menenangkan dirinya. Ternyata kesedihan bukan hanya dia saja yang merasakannya. Kenzi merasa iba melihat wanita yang duduk termenung sambil air matanya terus menetes. Wanita itu adalah Tia. Tia tak mampu menahan air matanya, sehingga akhir-akhir ini dia lebih sering pergi ke cafe sekedar menenangkan hatinya. Dia merasa malu jika harus mengadu kepada orang tua angkat, selama ini dia tidak pernah menurut omongan orang tuanya. Tia menyadari kalau dirinya dulu begitu sombong.

__ADS_1


"Boleh aku duduk di sini! Kamu Tia kan mantan istri Pak Fatih? Kamu Kenzi kan mantan suami Farrah?" ucap keduanya bersamaan. Ternyata daya ingat mereka kuat. Mereka sempat bertemu saat Tia masih menjadi istri Fatih. Dulu dia sering kali ke kantor untuk menemui suaminya. Tia mempersilahkan Kenzi untuk duduk di sebelahnya.


"Kamu kenapa sedih? Sepertinya nasib kita sama," ujar Kenzi di akhiri tawa kecil. Mengingat hal yang terjadi dalam hidupnya, Tia ikut tersenyum.


Kisah cinta mereka hampir sama. Dulu karena kesombongannya dia menceraikan Nisa dan memilih Farrah, tetapi Farrah justru selingkuh dengan Aditya suami dari kakaknya. Sedangkan kisah Tia dia bercerai dengan Fatih karena kesombongan. Kemudian Tia menjalin hubungan dengan Aditya yang ternyata adalah suami siri dari Farrah.


"Kisah cinta kita lucu ya? Oh ya kamu mau minum apa, biar aku pesan?" ucap Tia ramah.


Kenzi memesan satu gelas es lemon tea sama dengan Tia, untuk menemani mereka mengobrol. Mereka saling bercerita. Tia mengatakan kalau dirinya menikah dengan mantan suami kakaknya Kenzi dan suami dari mantan istrinya Kenzi karena saat ini Tia sedang mengandung anak dari Aditya. Hal itu tentu saja membuat Kenzi tersenyum puas, karena akhirnya Farrah bisa merasakan karma atas apa yang dia perbuat dulu kepada dirinya dan juga kakaknya.


"Kamu sabar ya! Adit itu laki-laki breng*sek yang sering kali mempermainkan perasaan wanita. Aku juga breng*sek, tetapi aku tidak setega itu. Jika dulu aku menyakiti hati Aisyah, karena memang pernikahan kami hanya sekedar nikah kontrak sampai dia sembuh kembali. Aku justru memilih menceraikan dia dari pada terus menyakiti hatinya. Tak ada kata adil dalam sebuah poligami, tetap saja akan ada yang tersakiti. Dulu aku sangat mencintai Farrah, tetapi seiring waktu justru cintaku berpaling ke Nisa. Jujur aku tak bisa memungkiri karena dulu Nisa bukanlah kriteria aku, setelah penampilan dia berubah aku tak bisa membendung perasaannya. Aku berusaha untuk ikhlas karena akhirnya dia bisa menemukan jodoh terbaiknya." ungkap Kenzi.


"Jodoh? Memangnya Nisa sama siapa sekarang?" tanya Tia yang tiba-tiba merasa ingin tahu.


"Memangnya kamu tidak tahu? Kamu kan kakaknya? Dia menikah dengan mantan suami kamu."


Jeder!

__ADS_1


Seperti bom atom yang waktunya meledak, entah mengapa napas Tia tiba-tiba saja sesak tubuhnya terasa lemah mendengar pernyataan Kenzi.


"Ka-kamu serius kalau Nisa menikah dengan Fatih?" tanya Tia lagi untuk lebih meyakinkannya. Kenzi menganggukkan kepalanya dan mengatakan ya. Apa yang di katakan dia memang benar adanya. Kenzi menceritakan kalau dirinya tadi sempat bertemu Nisa dan Fatih di butik kakaknya. Tiga minggu lagi mereka akan menikah. Kenzi mengetahuinya dari sang kakak.


__ADS_2