Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Keterpurukan Kenzi


__ADS_3

Kenzi dan Pak Hadi sedang merapihkan barang-barang miliknya yang ada di ruangannya. Tak ada lagi harapan untuk mereka tetap bekerja di sana, mau marah pun tak bisa. Karena kekuasaan terbesar berada di sang pemilik, dia lah yang memutuskan siapa yang akan menjadi karyawan di perusahaannya.


"Papa sudah selesai? Biar Kenzi bantu!" ujar Kenzi. Kenzi merasa semakin merasa salah, karena akibat ulahnya di masa lalu orang tuanya harus merasakan penghinaan seperti ini. Menjadi seorang pengangguran di usianya sekarang. Sungguh lah tak mudah untuk mencari pekerjaan lagi.


Hari ini mereka menuai hasil yang dia tanam dulu, sekarang mereka lah yang merasa terhina. Entah bagaimana nasib mereka selanjutnya setelah pemecatan ini. Kalau sudah begini siapa yang harus di salahkan?


Kenzi berusaha menguatkan hatinya, dia tak mau terlihat lemah. Dia yakin di luaran sana masih banyak pekerjaan menanti untuknya. Dan saatnya dia merubah pola pikirnya. Dia harus berjuang demi keluarganya. Melupakan masa lalu yang akhirnya dia rasakan begitu menyakitkan. Berharap ini yang terbaik agar dia bisa melupakan Aisyah dan kembali kepada sang istri yang sempat dia abaikan.


"Kami permisi dulu Tuan Fahri dan Nyonya Aisyah. Terima kasih atas yang kalian lakukan kepada kami! Semoga Tuhan membalas kalian!" ujar Kenzi meluapkan rasa kecewanya.


Dengan langkah gontai Kenzi dan Pak Hadi keluar dari kantor. Mereka pulang menggunakan mobil pak Hadi. Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Ken, kamu harus segera mencari kerja! Papa juga akan berusaha. Semoga masih ada perusahaan yang mau mempekerjakan orang yang sudah berumur. Papa benar-benar bingung memikirkan kehidupan papa selanjutnya. Bagaimana harus membayar cicilan bank dan cicilan mobil kalau papa sudah tidak bekerja. Bisa-bisa mama terkena serangan jantung kalau tau papa di pecat. Papa masih merasa seperti mimpi semua ini. Ga nyangka Aisyah anak si Fahri. Dan ternyata diam-diam dia seorang pendendam." cerocos papa Hadi.


"Tenang aja pah, nanti Kenzi juga bisa dapat pekerjaan lagi. Kan Kenzi ada pengalaman sebelumnya jadi manager, papa apalagi lebih banyak pengalamannya. Biarin aja Aisyah begitu, kita harus buktikan kalau kita tidak lah lemah. Kita bisa kok mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dari di situ! Insyaallah semuanya akan bisa teratasi pah." sahut Kenzi dengan sombongnya.


Kini mereka telah sampai di rumah, melihat sang suami dan sang anak pulang lebih cepat dan menggunakan mobil berdua tentu saja membuat mama Eliza bingung, banyak pertanyaan yang hadir di pikirannya.

__ADS_1


"Loch papa kok sama Kenzi jam segini udah pulang? Kalian kenapa? Terus mobil kamu kemana Ken, kok kamu pulang sama papa?" ujar mama Eliza.


Kenzi dan sang papa saling berhadapan, netra mereka bertemu. Sang papa memberi kode ke sang anak, seakan bertanya apa perlu hal ini di ceritakan kepada sang mama. Kenzi menganggukkan kepalanya, sebagai tanda kalau sang papa lebih baik menceritakan hal ini ke sang mama. Biar tak ada kebohongan di antara mereka.


"Sebenarnya ada apa? Mengapa kalian saling pandang seperti itu? Ayo jelaskan sama mama! Jangan buat mama penasaran!" ujar mama Eliza.


Akhirnya Papa Hadi mengajak sang istri duduk untuk lebih nyaman mengobrol. Kenzi pun turut hadir di sana, mendampingi sang papa untuk memberi penjelasan kepada sang mama.


"Papa sama Kenzi di pecat ma dari perusahaan. Berhubung mobil yang di pakai adalah mobil inventaris kantor, mobil itu di ambil kembali oleh perusahaan." ungkap papa Hadi.


Nafas mama Eliza tiba-tiba terasa sesak, jantungnya berdegup sangat kencang, tubuhnya terasa lemas, dan seperti tersengat petir di siang bolong. Sungguh dirinya tersentak kaget.


"Karena masa lalu kami yang tak baik pada pemilik perusahaan. Aisyah adalah pemilik perusahaan tempat papa dan Kenzi bekerja. Keputusan mutlak miliknya. Dia berhak menentukan siapa yang akan menjadi karyawannya.


"Ya ga bisa begitu donk. Berarti mereka tidak profesional, menyatukan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan. Selama ini papa sama Kenzi kan sudah mengabdi sama mereka bertahun-tahun dan bekerja dengan baik." sahut Mama Eliza merasa tak terima.


"Sabar ma, kita ga bisa apa-apa! Balik lagi keputusan terbesar sama mereka. Biar saja! Papa akan mencari pekerjaan lagi di tempat lain, Kenzi pun begitu. Mama ga perlu khawatir!" ujar papa Hadi mencoba menenangkan sang istri yang terlihat kalut karena memikirkan bagaimana caranya mereka bisa membayar semua cicilan mereka.

__ADS_1


Bukan hanya mama Eliza saja, Farrah pun merasa tidak terima. Saat mengetahui suaminya kini menjadi pengangguran sama dengan dirinya.


❤️❤️❤️


Hari terus berganti, namun sampai hari ini Kenzi dan Pak Hadi belum juga mendapatkan pekerjaan. Setiap perusahaan yang dia lamar, selalu menolaknya. Membuat Kenzi merasa terpuruk. Mereka tampak stres, uang tabungannya semakin menipis untuk membayar cicilan rumah, mobil, dan kebutuhan sehari-hari. Tak terasa Kenzi dan Pak Hadi sudah menjadi pengangguran selama tiga bulan.


"Pah, harus gimana kita? Bisa-bisa rumah ke sita bank sama mobil ke tarik kalau kita ga bisa bayar cicilannya. Mama ga mau hidup susah. Hiks...hiks...hiks..." ujar mama Eliza yang kini sudah terisak tangis.


"Sabar ma! Papa sama Kenzi juga masih terus usaha, tapi kita memang belum dapat juga. Insyaallah semua akan teratasi, doakan terus papa sama Kenzi biar cepat dapat pekerjaan." sahut pap Hadi menenangkan sang istri. Dan mama Eliza hanya menganggukkan kepalanya.


Sama hal nya dengan mereka, Kenzi pun saat ini dengan Farrah sedang bertengkar hebat karena Farrah meras terima jika harus hidup susah seperti ini. Pertengkaran terus terjadi di antara mereka.


"Aku cape mas kalau terus menerus membersihkan rumah sendiri. Makanya mas cepat kerja lagi biar aku tak terus menerus menjadi pembantu seperti ini. Lihat wajah aku mas kusam dan tidak terawat. Mau ke salon dan beli cream kecantikan saja ga mampu." cerocos Farrah, dia merasa tidak terima dengan kehidupannya sekarang. Tak ada lagi Farrah yang hidup glamor dan selalu melakukan perawatan wajah dan tubuh. Bahkan Aditya sempat menghina wajah Farrah yang terlihat tua dan tak cerah. Kulit tubuhnya juga terlihat kusam meskipun tetap putih.


"Sabar! Aku juga masih usaha, tetapi memang belum dapat-dapat kerjaan juga. Kamu juga donk usaha cari pekerjaan jangan mau santai-santai aja!" sahut Kenzi membuat Farrah merasa geram.


Karna ucapan sang suami kalau dirinya santai-santai di rumah. Padahal dia harus mencuci pakaian dia, Kenzi, dan kedua orang tua Kenzi. Belum lagi harus menyetrika baju. Memang untuk urusan mengepel dan memasak di lakukan oleh pembantu Felisa.

__ADS_1


Author ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin. 🙏😍😄


__ADS_2