Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Terkejut


__ADS_3

"Beb, hari ini aku akan datang ke rumah kamu untuk melamar kamu," tulis Aditya di pesan chatnya kepada Tia.


Menikahi Tia, menurut Aditya itu lebih baik. Tak akan bermasalah dengan hukum dan juga akan segera memiliki kebahagiaan hidup bersama Tia dan juga anaknya kelak.


Rasa gengsi yang di miliki Aditya akan menghancurkan dirinya. Tak sedikit pun dirinya berniat menengok Elang. Dirinya sibuk dengan dunianya sendiri.


"Kak, Kakak yakin untuk menikahi wanita itu? Rasanya aku tak rela, Kakak di miliki wanita lain. Cintaku harus terbagi," ucap Farrah yang tak bisa menutupi perasaannya saat ini.


" Tentu saja. Asal kamu tahu, Tia itu anak orang kaya. Tak bisa seenaknya aku meninggalkan dirinya. Aku yakin bapaknya pasti akan mencari aku hingga ke ujung dunia, jika aku tak menikahi anaknya. Lagi pula aku bisa hidup lebih beruntung dari saat ini." sahut Aditya dengan bangganya. Mau tak mau Farrah harus menerimanya.


❤️❤️❤️


Sesuai janjinya hari ini Aditya dan juga Farrah akan datang mengunjungi rumah Farrah. Tia sudah memberitahukan hal ini kepada ayahnya untuk menyambut calon suaminya. Almira sang Bunda sudah mempersiapkan semuanya.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Aditya. Saat ini Aditya sudah berdandan rapi menggunakan stelan jas berwarna hitam dan kemeja berwarna merah marun. Wajahnya terlihat segar. Hal ini yang membuat Farrah semakin tak rela untuk mengantarkan suaminya untuk madunya.


Kini keduanya sudah bersiap-siap dan akan segera berangkat ke rumah Tia. Sungguh menyakitkan di kala kita mengantarkan suami kita untuk melamar wanita lain. Mereka telah sampai di rumah mewah milik Fahri. Tia sudah berdandan cantik, rona bahagia terpancar dari wajahnya. Nisa pun hadir di acara lamaran kakak angkatnya. Meskipun hubungan mereka tidak baik, Nisa tetap menghargai Tia sebagai kakaknya.


"Pak Fahri? Farrah?" ucap keduanya bersamaan. Keduanya terkejut saat bertemu.

__ADS_1


"Kamu mengenalinya?" tanya Aditya bingung. Dia tak menyangka kalau istrinya mengenali laki-laki yang berada di hadapannya. Farrah menjelaskan kalau Pak Fahri adalah ayah dari Nisa, mantan istrinya Kenzi suaminya dulu.


"Berarti Aisyah adiknya Tia? Ya Tuhan, dunia sempit sekali. Aku harus bertemu dengan orang-orang di masa lalu aku." gumam Farrah dalam hati.


Tia mengajak Aditya untuk masuk ke dalam rumahnya, tetapi Fahri menolaknya. Dia tak sudi mengizinkan seorang pengkhianat masuk ke dalam rumahnya. Sama halnya mereka berdua, Nisa pun merasa terkejut saat mengetahui laki-laki yang menghamili kakak angkatnya adalah Aditya mantan suami Felisa yang telah menikahi mantan madunya. Namun, dirinya tersenyum puas saat melihat Farrah yang justru merasa malu dengan apa yang terjadi. Karma telah menghampiri Farrah. Sebentar lagi dirinya akan merasakan seperti yang apa di rasakan Aisyah dulu.


"Apa kamu yakin Ti mau menikah dengan seorang Pengkhianat? Apa kamu tak merasa takut kalau nantinya akan di khianati laki-laki breng*sek ini? Wanita ini saja di khianati lagi, padahal dulu laki-laki ini yang membuatnya dia bercerai dari suaminya" tanya Ayah Fahri lagi kepada Tia.


"Tia yakin, Yah! Lagi pula Tia tak bisa menolaknya. Tia harus menikah dengan Adit demi anak ini. Anak ini membutuhkan seorang Bapak." sahut Tia mantab.


"Ya sudah. Apapun yang terjadi nanti kamu terima saja, karena semua ini keputusan yang kamu ambil. Jangan sesali di kemudian hari!"


Akhirnya Ayah Fahri mempersilahkan Aditya untuk masuk untuk membahas Pernikahan Tia. Karena kondisi Tia yang tak memungkinkan, sudah berbadan dua. Pernikahan mereka di adakan secara tertutup. Hal ini bisa merusak reputasi Fahri di publik sebagai ayah dari Tia.


Mereka sepakat Pernikahan akan di adakan satu minggu lagi, karena Tia akan menikah secara resmi mengingat anaknya kelak akan membutuhkan sebuah akta kelahiran. Aditya akan mengurusnya terlebih dahulu. Setelah itu barulah dia menikah.


"Kamu yakin siap untuk di madu dengan Tia? Menjalani kehidupan poligami dengan bersikap adil sungguhlah tak mudah, pasti akan ada yang tersakiti." ucap Fahri kepada Farrah. Kini semua menatap ke arahnya seperti dirinya seorang terpidana.


"Saya sudah ikhlas mengizinkan suami saya untuk menikahi wanita lain. Karena sampai saat ini saya belum bisa memberikan keturunan untuknya." ucap Farrah lirih. Bahkan Nisa pun merasa tak tega, karena dirinya dulu pernah merasakan hal itu dan rasanya sangat menyakitkan. Tia bisa tersenyum kemenangan, karena pada akhirnya dia lah yang memenangkan.

__ADS_1


"Saya menjelaskan kalau di sini saya hanya menjadi wali untuk Tia, karena Tia bukan anak saya. Tia hanya anak angkat saya, dan anak kandung saya hanya Nisa. Saya rasa tugas saya selesai sampai menikahi dirinya dengan kamu! Tanggung jawab Tia saya serahkan kepada kamu!" ungkap Fahri membuat Aditya melongo.


"Lantas siapa orang tua Tia sebenarnya?" tanya Aditya.


Fahri menjelaskan kepada Aditya kalau Tia bukan anaknya. Tia di angkat Fahri dari panti asuhan, saat Tia berusia dua tahun. Selama ini Fahri sudah berusaha untuk menyayangi Tia sebagai anaknya sendiri dan memberikan fasilitas mewah kepada Tia. Namun, Tia menyalahgunakan kepercayaan dia. Tidak menghormati dia sebagai orang tua. Membuat Fahri merasa tidak terima, dan memutuskan untuk memberikan tanggung jawab selanjutnya kepada Aditya.


Tak seperti yang Aditya harapkan, ternyata Tia hanyalah seorang anak angkat yang tak tau asal usulnya. Menyesal? Tentu saja. Tapi mau gimana lagi, Tia sudah mengandung anaknya dan dia harus bertanggung jawab. Farrah tak bisa menunjukkan taringnya lagi, dia hanya diam membisu. Bersikap pasrah menerima pernikahan suaminya yang akan menikah kembali.


❤️❤️❤️


"Yah, bolehkan aku meminta mobil ini untuk aku?" rayu Tia yang bergelayut manja.


"Silahkan! Memang itu sudah menjadi milik kamu! Silahkan kamu bawa! Tetapi maaf, Ayah tak bisa memberikan kamu uang lagi karena setelah menikah kamu sudah menjadi tanggung jawab suami kamu!" ujar Fahri tegas.


"Ya Ayah tak masalah, aku rasa suami ku mampu untuk membiayai kehidupan aku." sahut Tia sombong, bahkan membuat Fahri berdecih saat mendengar penuturan Tia. Dia hanya ingin menjadi penonton untuk Tia, melihat kehidupan Tia bersama Aditya.


Setelah berbincang dengan ayahnya, Tia naik ke kamarnya. Dirinya langsung naik ke atas ranjang untuk membaringkan tubuhnya yang terasa lelah.


"Akhirnya Papa akan menikahi Mama. Kita bisa hidup bahagia bersama." ucap Tia sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.

__ADS_1


__ADS_2