
"Kalau kamu merasa lelah, kamu beristirahat saja dulu! Aku lanjut bekerja dulu ya sayang," ucap Fatih sambil mengelus punggung istrinya lembut.
"Kalau begitu, aku ke ruangan aku dulu ya! Aku ingin memberitahu Poppy, kalau lusa kita akan berangkat bulan madu." ujar Nisa dan Fatih mengiyakan.
Saat Nisa keluar dari ruangan, ternyata Kenzi masih berada di ruangannya. Karena meeting di undur menjadi jam 3 sore. Kenzi berjalan mengikuti Nisa ke ruangannya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dia langsung masuk begitu saja, tentu saja hal itu membuat Nisa naik pitam. Kenzi tak memiliki sopan santun.
"Lebih baik kamu keluar sekarang dari ruangan aku sebelum aku berteriak!"
"Maaf kalau aku masuk tanpa permisi, ada hal yang aku tanyakan!" ujar Kenzi beralasan. Kenzi mulai berpura-pura bertanya sambil matanya sesekali menatap ke arah Nisa, membuat Nisa merasa risih. Di tatap laki-laki lain, walaupun laki-laki itu mantan suami kertasnya.
"Nis, aku kangen sama kamu! Aku cinta sama kamu," ungkap Kenzi membuat Nisa memberikan tatapan tajam.
"Jika kamu ingin membicarakan tentang perasaan, lebih baik kamu keluar! Jangan sampai kesabaran aku habis! Ingat kalau aku adalah pemilik perusahaan ini, aku bisa melakukan apapun yang aku mau! Kisah cinta kita tidak pernah ada dan hubungan kita telah berakhir! Kini aku sudah menjadi milik orang lain, suami yang aku cintai! Apa kamu ingin aku pecat seperti dulu? Lebih baik kau cari wanita lain!" cerocos Nisa, aliran darahnya mendidih hatinya merasa geram.
Hal itu membuat nyali Kenzi ciut, dia pikir Nisa adalah mantan istrinya dulu. Nisa tak bisa di rayu seperti Farrah. Tak ada alasan juga untuk Nisa untuk mengkhianati Fatih, semua sudah ada di miliki Fatih. Nisa langsung membuka pintu ruangannya dan memaksa Kenzi untuk keluar, dia tak ingin suaminya akan salah paham.
Nisa berusaha mengatur napasnya, emosinya belum mereda. Nisa duduk di kursi kebesarannya untuk mengatur perasaan emosinya. Menutupi wajahnya dengan tangannya. Sesekali menarik napas panjang.
__ADS_1
"Kau pikir aku wanita macam mantan istri kamu? Kamu benar-benar membuat aku emosi!" ucap Nisa yang kini mengepalkan tangannya. Nisa berharap setelah kejadian ini, Kenzi tak akan mengulangi kembali. Nisa berniat untuk menemui Felisa untuk memberitahukan kelakuan adiknya yang membuatnya kesal.
Nisa menghampiri suaminya kembali ke ruangannya, tetapi sebelumnya dia ke meja Poppy untuk memberitahukan tentang keberangkatan dia lusa bersama sang suami untuk berbulan madu. Setelah itu, barulah dia ke ruangan suaminya untuk pamit pulang.
"Yang, aku pulang duluan ya! Aku harus mempersiapkan keberangkatan kita, barang-barang yang perlu kita bawa ke sana!" pamit Nisa sambil menghampiri suaminya yang masih berkutat dengan pekerjaannya.
Fatih langsung meletakkan ballpoint miliknya dan bangkit dari tempat duduknya untuk memeluk tubuh istrinya. Memberikan kecupan di kedua pipi, kening, dan bibir istrinya sebagai ucapan terima kasih karena telah membuatkan makan siang untuknya.
"Hati-hati di jalan, kalau sudah selesai segera pulang ya! Aku juga ga pulang sampai malam kok, kemungkinan jam 4 sore aku sudah pulang dari sini," ucap Fatih dan Nisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Nisa mencium tangan suaminya terlebih dahulu dan pamit pulang.
"Hai, pengantin baru. Tumben ni ke sini? Di kira masih betah bermesraan di ranjang, menikmati surga dunia," goda Felisa sambil terkekeh dan Nisa membalasnya dengan senyuman.
Felisa mempersilahkan Nisa untuk duduk, mereka saat ini duduk di sofa yang berada di ruangan Felisa. Felisa memesan dua botol minuman kemasan kepada asistennya untuk di anterin ke ruangannya.
"Sepertinya ada hal penting yang kamu bicarakan? Ada apa Nis, katakan saja!" ucap Felisa menatap serius wajah Nisa.
Nisa menceritakan tentang kelakuan yang di perbuat Kenzi adik dari Felisa. Dia merasa tak suka dengan sikap Kenzi yang seolah belum menerima kenyataan yang ada. Nisa membicarakan kepada Felisa, kalau dia tak ingin Kenzi kelak akan menjadi bumerang dalam rumah tangganya. Dia meminta Felisa untuk menasehati Kenzi, kalau mereka sudah tak mungkin bersama. Nisa sudah merasa bahagia hidup bersama Fatih suaminya.
__ADS_1
"Ya ampun ini anak ga ada kapoknya ya, padahal Kakak sudah sering menasehati dia Nis. Kakak sudah meminta dia untuk melupakan kamu. Lagi pula siapa suruh dulu dia bersikap buruk kepada kamu. Kakak juga ngerti posisi kamu. Sama halnya yang di rasakan Kakak saat ini. Laki-laki sama saja, mereka pikir perasaan wanita bisa di permainkan sesuka hati dia? Kakak juga tidak akan pernah mau kembali lagi, jika Kakak menjadi kamu." sahut Felisa.
"Kamu tenang dulu ya! Kakak akan membicarakan hal ini kepada Kenzi. Mendengarnya saja Kakak sudah merasa geram," ucap Felisa menenangkan Nisa.
"Nisa minta tolong banget ya sama Kakak. Nisa selalu berusaha menjaga perasaan Bang Fatih, lagi pula emang Nisa tidak pernah cinta sama Kenzi," sahut Nisa tegas dan Felisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Setelah dirinya puas mengutarakan isi hatinya, Nisa pamit untuk pulang. Dengan alasan lusa dia akan berangkat berbulan madu, dan dia mau mempersiapkan barang-barang yang ingin dia bawa. Nisa bergegas langsung pulang ke rumahnya. Setelah sampai di rumahnya, Nisa langsung packing perlengkapan yang dia butuhkan untuk selama di sana.
Setelah selesai packing, Nisa langsung masak makanan untuk makan malam mereka. Nisa hanya membuat ayam penyet dan tempe goreng, menu sederhana yang simple. Setelah selesai masak, Nisa langsung memilih untuk mandi dan sholat ashar.
Fatih baru saja sampai di rumah, dan langsung mencari keberadaan istrinya. Nisa sudah berdandan cantik memakai dress panjang berwarna kuning bermotif bunga dengan hiasan natural di wajahnya. Wajahnya terlihat segar dan bersinar.
"Sayang, kamu cantik banget. Aku senang deh memiliki istri seperti kamu. Berias untuk suami di rumah. Di kala aku pulang, wajah cantik kamu membuat mata aku segar. Satu hal lagi, meskipun di rumah ini ada ART kamu selalu melayani aku dengan baik. Membuatkan aku makanan dan minuman untuk aku," ungkap Fatih yang langsung melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
"Mandi dulu sana! Sudah sholat belum?" tanya Nisa.
Fatih bergegas untuk mandi, menggunakan pakaian yang sudah di siapkan istrinya. Fatih sudah mengerjakan sholat ashar saat di kantor. Setelah itu, mereka menikmati makan bersama tak menunggu waktu malam.
__ADS_1