Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Penolakan Mama Indah


__ADS_3

"Anak nakal akhirnya datang juga! Mana Felisa?" ucap Mama Indah.


Deg!


Hati Aditya semakin tak karuan, dia tak bisa membayangkan saat sang mama nantinya melihat Farrah yang dia bawa dan bukan Felisa. Aditya masih menutupinya, dia mengajak sang mama untuk mengobrol di bawah. Mama Indah dan Aditya keluar lebih dulu.


"Mana Felisa? Loch ini kan adik iparnya Felisa, istri adiknya Felisa si Kenzi. Mengapa kamu bawa dia?" serentetan pertanyaan terlontar dari mulut Mama Indah. Wajah Farrah terlihat memucat dan gemetar, jantungnya berdegup sangat kencang. Dia melangkahkan kakinya meskipun ragu menghampiri ibu mertuanya dan mencium tangan ibunya Aditya.


"Dit, tolong jelaskan sama Mama! Ini maksudnya apa sih? Felisa mana? Kenzi juga ga ikut?" tanya Mama Indah sambil menduduki bokongnya di sofa. Aditya pun ikut duduk, tetapi dia duduk di sebelah Farrah. Mama Indah menatap tajam ke arah keduanya secara bergantian membuat Farrah memilih menundukkan kepalanya.


Aditya menjelaskan kepada sang Mama kalau dirinya sudah menalak Felisa secara agama, dan minggu depan proses persidangan resminya. Proses perceraian di urungkan sampai Felisa melahirkan. Saat ini Felisa sudah melahirkan seorang anak laki-laki yang di beri nama Elang Herlambang.


"Cukup! Mama tak mau mendengar penjelasan kamu! Mama sudah mengerti alur akhirnya!" ujar Mama Indah.

__ADS_1


Mama Indah langsung duduk dari sofa dan menghampiri dua pasangan yang tidak tau diri itu. Mama Indah langsung memberikan tamparan di pipi kiri Farrah dan melayangkan dua tamparan di wajah sang anak.


"Dasar anak tak tau diri! Mama tidak habis pikir, mengapa kamu tega menalak Felisa dalam keadaan hamil anak kamu, cucu Mama. Dia mana perasaan hati dan perasaan kamu? Untuk kamu Farrah, kamu itu sama-sama wanita kok bisa ya tega menyakiti hati sesama wanita terlebih menantu saya itu sedang hamil cucu saya. Dasar wanita murahan! Kamu itu kan sudah menikah, dan kamu tahu kalau Aditya itu Kakak ipar kamu mengapa kamu masih saja melanjutkan hubungan terlarang kalian. Dengan tidak tahu malunya kalian datang bersama ke sini ingin memberi tahu hubungan kalian. Sampai kapan pun saya tidak akan sudi merestui hubungan kalian! Menantu saya hanya Felisa, wanita terhormat, wanita yang sangat di cintai anak saya! Untuk kamu Adit, otak kamu di mana sih? Membuang harta berharga sebuah berlian demi sebuah batu kali seperti dia," Cerocos Mama Indah.


Terlihat sekali api kemarahan mengalir di aliran tubuhnya. Hatinya terasa panas mendengar penuturan anaknya, apalagi kalau dia sampai tau asal muasal Felisa dan Aditya bercerai. Mama Indah pasti akan tambah mengamuk membenci Farrah karena telah merusak pernikahan anak dan menantu kesayangannya.


"Please Mah, Adit mohon tolong terima Farrah! Adit cinta sama Farrah," ucap Aditya memohon, bersujud di kaki sang Mama. Aditya merasa tak tega melihat Farrah yang menangis. Dia merasakan apa yang di rasa Farrah saat ini. Hatinya pasti sangat sakit mendapatkan penolakan dan penghinaan dari sang Mama.


"Tidak! Mama tidak akan pernah menerima wanita ini menjadi menantu Mama! Menantu Mama hanya satu yaitu Felisa, ibu dari cucu Mama. Wanita yang kamu cintai itu hanya Felisa, Mama yakin! Ke pela*cur ini kamu hanyalah nap*su. Pergi kalian dari sini! Mama tidak sudi melihat kalian lagi! Sekarang kamu pilih, pilih wanita murahan ini atau Mama?"


"Ku mohon Kak, jangan ceraikan Aku! Hanya kakak yang Aku miliki di dunia ini!" ungkap Farrah yang sudah terisak tangis.


Tak ada rasa kasihan di hati mama Indah melihat Farrah merasa terhina seperti itu. Keputusannya sudah bulat, dia ingin sang anak kembali kepada menantu kesayangannya sebelum putusan pengadilan.

__ADS_1


"Lakukan secara gentle! Jika kamu masih mencintai dan ingin hidup bahagia bersama Felisa dan anak kandung kamu, ceraikan wanita ini! Jika kamu tetap memilih dia, Papa yakin kamu akan menyesalinya seumur hidup! Sesuatu yang di mulai dengan baik pasti akhirnya akan baik, dan sesuatu yang di mulai tidak baik, akhirnya pasti tak baik." ucapan yang terlontar dari sang Papa yang sangat menusuk hati, Aditya merasa tertampar dengan ucapan Papa nya.


"Ku mohon Kak, jangan tinggalkan Aku! Aku akan berikan anak untuk Kakak dan mungkin saja benih itu saat ini sudah ada di rahim Aku. Aku akan memberikan kebahagian untuk Kakak!" ucap Farrah sambil menggenggam tangan suaminya. Berharap Aditya akan memilihnya.


"Dasar wanita pengemis! Sudah di tolak, masih saja mengemis! Aku tak sudi memiliki cucu dari mu! Dari wanita pe*lacur, perebut suami orang, dan tak memiliki hati! Lebih baik kamu angkat kaki dari sini, Aku tak ingin rumah ku terkotori terlalu lama oleh mu!"


Mama Indah tak sudi merestui pernikahan Aditya dengan Farrah, meskipun Aditya memohon dan Farrah ikut bersujud di kaki Mama Indah. Dia tetap pada pendiriannya, jika Aditya tetap memilih Farrah dia akan menghapus nama Aditya dari hak waris dan harta kekayaannya semuanya akan jatuh ke tangan Felisa dan juga cucunya. Membuat Farrah dan Aditya melongo.


"Yang, mungkin memang kita tak berjodoh. Orang tua Aku tak merestui pernikahan kita. Maafkan Aku!"


" Tidak Kak! Aku mohon jangan lakukan itu! Aku akan melakukan apa pun untuk Kakak! Kita bisa hidup bahagia Kak meskipun orang tua Kakak tak merestui kita. Selama ini hidup kita sudah cukup tidak kekurangan tanpa harta kekayaan orang tua Kakak, Aku juga akan memberikan anak untuk Kakak, kita akan hidup bahagia dengan anak-anak kita!" ucap Farrah memohon membuat Aditya merasa serba salah.


Selama ini memang dia hidup bahagia bersama Farrah, terlebih hubungan dirinya dengan Felisa sudah tidak baik. Kembali pun rasanya tak akan sama, karena dia telah menorehkan luka di hati Felisa. Felisa belum tentu akan mau kembali dengannya. Hingga akhirnya Aditya memutuskan untuk mempertahankan pernikahannya dengan Farrah dan tetap bercerai dengan Felisa. Namun, dia akan merebut Elang dari Felisa.

__ADS_1


"Maafkan Adit, Ma, Pa! Adit sudah putuskan untuk memilih Farrah sebagai istri Adit. Insyaallah Adit bisa berdiri sendiri tanpa bantuan Papa dan Mama. Adit pamit dulu! Jaga kesehatan Mama dan Papa! Adit sayang sama Mama dan Papa." ungkap Aditya. Ini adalah keputusan terberat dalam hidupnya. Bahkan sang mama tak sudi Aditya mencium tangannya. Mama Indah tak menyangka jika anaknya lebih memilih Farrah di bandingkan kedua orang tuanya dan cucunya.


__ADS_2