Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Resmi menjalani hubungan


__ADS_3

"Kata siapa Nisa mau menolak? Abang itu sosok laki-laki hampir sempurna bagi Nisa setelah Ayah. Justru Nisa merasa bahagia karena di cintai laki-laki sebaik Abang. Nisa tertawa karena merasa lucu melihat ekspresi Abang. Membuat Nisa merasa gemas." sahut Nisa. Ingin rasanya Fatih memeluk Nisa meluapkan perasaannya saat ini, tetapi dia sadar kalau saat ini Nisa belum resmi menjadi istrinya. Fatih berusaha menahannya.


Author jadi penasaran ni sama keromantisan dan kebucinan Babang Fatih sama Nisa nanti setelah menikah, secara saat ini dia berusaha menahannya.🤩😍😀


Fatih menghampiri Nisa kembali dan duduk di tempat duduk yang berhadapan dengan Nisa.


"Kamu serius Nis? Menerima Abang menjadi calon suami kamu?" tanya Fatih untuk meyakinkan lagi. Nisa menganggukan kepalanya dan mengatakan kalau dirinya sudah yakin kalau Fatihlah laki-laki terbaik yang di kirimkan Allah untuk membuatnya bahagia.


"Makasih ya, Nis! Sebenarnya Abang pengen memeluk dan menggenggam tangan Nisa untuk meluapkan perasaan bahagia Abang saat ini. Sayangnya Abang takut dosa kebablasan. Secara calon istri Abang cantik banget dan menggemaskan. Hehehe ..." ujar Fatih sambil terkekeh, menggaruk-garukkan kepalanya yang tak gatal.


"Ya sudah kalau Abang sudah tidak sabar, Abang langsung lamar Nisa saja jadi istri Abang. Biar kita halal melakukannya. Pacarannya setelah menikah saja bang!" saran Nisa.


Fatih menyetujuinya, dia akan segera melamar Nisa ke orang tuanya. Mereka berniat saling mengenal selama persiapan pernikahan.


"Kamu mau konsep pernikahan seperti apa? Biar Abang sambil mengumpulkan uang, secara Nisa kan anak dari Pak Fahri satu-satunya, pasti Pak Fahri ingin mengadakan pernikahan semeriah mungkin." tanya Fatih.


Nisa bukanlah Tia. Nisa terbiasa hidup sederhana, meskipun orang tuanya seorang kaya raya. Dia tak pernah memanfaatkan keadaan itu.


"Ga ada konsep spesial kok Bang, yang penting sah saja. Nisa ga perlu pesta meriah, cukup akad nikah saja. Nisa ga nuntut macam-macam ke Abang, Abang hanya perlu setia dan menyayangi Nisa saja!" ujar Nisa.


Ini konsep pernikahan yang di inginkan Nisa, pastinya sangat berbeda dengan Fahri. Pasti dia ingin pesta anak semata wayangnya meriah.


"Jujur Abang seneng dan bersyukur banget, karena Nisa menerima Abang menjadi calon suami Nisa. Sungguh keberuntungan bagi Abang." ungkap Fatih membuat Nisa tersipu malu karena merasa bahagia di puji Abang Fatih.

__ADS_1


❤❤❤


"Bunda, Tia pamit ya! Terima kasih atas kebaikan Ayah dan Bunda selama ini kepada Tia. Tia bersyukur sekali bisa di bertemu kalian, memberikan kebahagiaan untuk Tia. Tia jadi merasa memiliki keluarga," ujar Tia. Almira memeluk tubuh Tia dengan erat. Bagaimana pun mereka sempat sangat dekat. Almira sudsh menganggap Tia sebagai anaknya sendiri.


"Semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan. Jaga kandungan kamu dengan baik! Kalau sudah melahirkan, kabarin Bunda! Jadilah istri yang sholeha, masa lalu kamu jadikan pelajaran berharga!" ucap Almira.


Ada perasaan berat yang di rasa Almira saat melepas anak angkatnya. Tetapi dia sudah sepakat dengan suaminya agar memberi pelajaran berharga untuk Tia agar lebih menghargai sebuah kehidupan tidak bertindak seenaknya.


Tangis kesedihan Almira melepas kepergian Tia. Berbeda dengan Tia yang justru merasa bangga karena akhirnya dia bisa hidup mandiri tanpa sebuah peraturan kuno. Bagi Tia orang tua nya bersikap kuno tak mengerti zaman sekarang.


Tia baru saja sampai di apartemen. Langsung di sambut tatapan sinis oleh Farrah.


"Mengapa kau menatap aku seperti itu? Pasti kau merasa iri kan? Ingat ya jangan pernah menyentuh barang-barang mewah aku, aku yakin kau tak akan mampu menggantinya kalau rusak," ujar Tia sombong.


❤❤❤


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Nisa sudah bersiap-siap untuk pulang. Sekarang Kenzi sudah menempati posisi lamanya sebagai seorang Manager marketing, Nisa berharap Kenzi tidak akan lalai dalam pekerjaannya. Untuk urusan perasaan, Nisa tak bisa menerimanya. Karena Nisa memang selalu menutup hatinya.


"Nis, Nis tunggu! Kamu mau pulang?" ucap Kenzi yang memanggil Nisa yang akan pulang.


Ternyata Fatih pun keluar dari ruangannya, dia berniat pulang bareng dengan Nisa. Fatih merasa cemburu melihat kedekatan Nisa dan Kenzi. Dia masih mengira kalau Nisa memiliki perasaan dengan Kenzi.


"Kenzi, saya minta tolong mulai saat ini kamu jaga jarak dengan calon istri saya! Sebentar lagi kami akan menikah!" ucap Fatih membuat Kenzi melongo tak percaya.

__ADS_1


Hatinya terasa hancur mendengar kalau wanita yang dia cinta sebentar lagi akan menikah. Dia masih tak percaya mendengarnya.


"Apa benar Nis dengan apa yang di katakan Pak Fatih? Kalau kalian akan menikah dengannya? Katakan!" tanya Kenzi. Mata mereka saling bertemu. Bukan hanya Kenzi saja yang merasa penasaran dan deg-degan dengan jawaban apa yang akan di katakan Nisa, Fatih pun ingin mendengarnya.


"Iya, aku sudah memutuskan kalau aku memilih Bang Fatih untuk menjadi pendamping hidup aku. Sebentar lagi kami akan menikah, aku harap kamu bisa menerima keputusan aku." sahut Nisa tegas.


Berbeda hal nya dengan Fatih yang mengucap kata alhamdulillah karena merasa bersyukur karena Nisa memilihnya, Kenzi justru masih merasa tak percaya dengan pernyataan Nisa.


"Aku mencintai kamu bukan karena kamu anak dari Pak Fahri, tetapi karena aku memang mencintai kamu dengan tulus Nis," ucap Kenzi mengiba.


Nisa mengatakan kalau keputusannya sudah bulat untuk memilih Fatih sebagai pendampingnya. Terlebih jasa Fatih sangat banyak untuknya, Fatih 'lah yang dulu memiliki peranan terbesar dalam merubah takdirnya.


Tetapi Kenzi masih terus berusaha untuk meyakini Nisa. Membuat Fatih merasa kesal.


"Jangan terus memaksa kalau Nisa sudah tak mau, pilihan dia sudah jatuh ke saya! Kamu terima saja! Ayo yang kita pulang, tidak perlu melayani yang tak penting!" ujar Fatih yang langsung mengajak Nisa. Namun, dia tak berani menyentuh dan memegang tangan Nisa.


Nisa dan Fatih pergi meninggalkan Kenzi yang masih berdiri termenung sampai punggung keduanya tidak terlihat.


"Ternyata inilah rasanya di tolak, rasanya begitu menyakitkan. Aku baru menyadari menjadi kamu dulu, wajar jika kamu bersikap seperti ini!" gumam Kenzi.


Dirinya lah yang menoreskan luka di hati Nisa, membuat Nisa menutup mata, hati, dan perasaannya. Sejak awal dirinya 'lah yang menyuruh Nisa untuk tidak pernah bermimpi untuk dia cintai dan kini semuanya berbalik. Kenzi yang merasakan seperti Nisa dulu.


"Nis, mulai hari ini tolong kamu jaga jarak sama Kenzi, Abang takut banget kalau hati kamu akan goyah. Abang cinta sama Nisa." ucap Fatih sambil menatap wajah Nisa lekat. Jarak mereka sangat dekat, bahkan hembusan napas keduanya bisa terasa. Ingin sekali Fatih men*cium bibir Nisa yang terlihat menggoda.

__ADS_1


__ADS_2