
"Semangat, kamu harus kuat jangan terlihat lemah di hadapan laki-laki seperti itu!" Tia bermonolog dalam hatinya, memberi semangat pada dirinya sendiri.
Sudah waktunya dia hidup bahagia, terlepas dari jerat Aditya. Laki-laki breng*sek yang tak menghargai seorang wanita. Menyakiti hati seorang wanita dan membuangnya seperti sampah.
Dengan di temani sang Bunda dan sang Ayah, Tia mendatangi pengadilan negeri, Meskipun Tia hanya anak angkat, mereka sangat peduli dan menyayangi Tia. Mereka berharap pengadilan langsung memutuskan talak tiga, agar Tia tak akan pernah lagi tergoda untuk kembali. Kisah Tia dengan Adit telah berakhir.
Tia memalingkan wajahnya, dia tak ingin melihat wajah laki-laki yang melukai hatinya. Sedangkan Aditya bergaya dengan sombongnya dan menertawakan Tia dalam hati.
"Akhirnya kamu bisa duduk berdampingan dengan aku, aku kira kamu masih di rumah sakit jiwa," sindir Aditya.
Rasanya dia ingin melawan ucapan Aditya, tapi dia berusaha untuk menahannya. Dia tak ingin menciptakan keributan di sana. Padahal hatinya sudah panas mendidih. Tia sudah mengepalkan tangannya. Aditya memang sengaja memancing Tia untuk marah, dia berniat memperolok-olok emosi Tia yang tidak stabil. Untungnya Tia bisa mengendalikan diri, berhasil tidak terpancing dengan rencana Aditya.
Putusan pengadilan memutuskan, Aditya dan Tia sudah resmi bercerai. Tak ada lagi tahap mediasi dan juga sidang lanjutan, karena Aditya sudah menjatuhkan talak menceraikan Tia. Kedua belah pihak tak ada keinginan untuk kembali lagi.
"Selamat menjadi janda Aditya. Sayangnya ga akan ada laki-laki yang mau menikahi wanita yang tak bisa memberikan keturunan, kecuali hanya untuk bersenang-senang atau laki-laki itu seorang impoten." goda Aditya.
Tia memilih pergi meninggalkan Aditya, mengajak kedua orang tuanya pulang. Sejak tadi dirinya berusaha untuk tidak meneteskan air matanya. Ucapan Aditya sangat mengena hatinya. Memang benar yang di katakan Adit, hanya laki-laki impoten yang mau menerimanya karena sama-sama tak akan bisa memiliki keturunan.
" Hiks ... hiks ... hiks, aku memang wanita yang tidak sempurna. Aku tidak akan pernah bisa merasakan menjadi wanita sesungguhnya, aku tak bisa memiliki anak," ucap Tia histeris.
"Sabar Ti. Memang kamu tidak bisa menjadi wanita yang sempurna tapi kamu dan Al akan saling menyempurnakan. Kamu harusnya bersyukur karena memiliki Al, laki-laki yang sabar dan lembut meskipun dia juga memiliki kekurangan. Bukannya kamu sudah memutuskan saling menerima apa adanya. Jangan dengar kata orang, kalian yang menjalankan. Al mampu memberikan kamu kasih sayang dan cinta, dari pada laki-laki yang tidak bisa menjaga perasaan." nasihat Bunda Almira dan Tia menganggukkan kepalanya dan menghapus air mata yang menetes.
__ADS_1
Saat ini Aditya bisa tertawa bahagia di atas penderitaan mantan-mantan istrinya. Kelak dia akan menangis menyesali atas apa yang di perbuat kepada mereka. Mereka tak akan pernah kembali lagi dengannya, karena mereka telah hidup bahagia dengan pendamping barunya. Felisa sudah hidup bahagia dengan Adrian, dan sebentar lagi Tia dan Al pun akan menikah. Meskipun mereka tak akan memiliki anak kandung, mereka akan hidup bahagia dengan cinta yang di miliki.
"Gimana sidangnya tadi? Semua berjalan lancar?" tanya Al melalui panggilan telepon. Al sudah tidak sabar menunggu hasil persidangan.
"Alhamdulillah berjalan lancar, aku sudah resmi menjadi janda." sahut Tia. Al sangat senang mendengarnya, tak ada lagi penghalang dirinya untuk menikah kembali.
"Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya. Kamu siap kan menikah dengan aku? Aku akan urus pernikahan kita, tiga bulan lagi kita menikah. Bagaimana kamu setuju?" ungkap Al dan Tia menyetujuinya.
❤️❤️❤️
"Gimana sidang perceraian kamu?" tanya Emeli sebelum aktivitas ranjangnya.
"Aku sudah resmi menjadi duda kembali. Maukah kamu menikah dengan ku? Aku lelah kita terus menerus seperti ini, aku ingin hidup bersama kamu. Kita bisa melakukannya kapan pun kita mau," ucap Adit.
Aditya di buat melongo, lagi-lagi Emeli tak ingin memiliki status dengannya. Bukan itu saja, dengan santainya Emeli berniat mencari laki-laki lain jika Aditya tak membuat dirinya bosan. Sakit hati Aditya, mendengar ucapan Emeli yang merendahkan dirinya.
"Dari pada membicarakan perasaan, lebih baik kita bercinta. Aku sudah sangat menginginkan kamu." ucap Emeli genit.
Emeli mulai melucuti pakaiannya satu persatu dan sudah dalam keadaan polos. Dirinya berlenggak lenggok seperti seorang model menggoda Aditya. Tentu saja hal itu membuat Aditya terang*sang. Miliknya langsung berdiri tegak melihat pemandangan seperti itu. Aditya pun kini sudah dalam keadaan polos.
Emeli langsung meraih milik Aditya dan memainkan. Ini adalah yang di suka Aditya dari Emeli. Emeli sering kali melakukan sensasi liar. Desauan mulai keluar dari bibir Aditya, Emeli membuat dirinya melayang.
__ADS_1
Aditya langsung menggendong tubuh Emeli, dia sudah tak tahan menikmati tubuh Emeli. Emeli sudah berada dalam Kungkungan dirinya. Suara merdu saling bertautan, mereka saling menikmati. Mereka menggila. Aditya pintar memberikan kepuasan untuk Emeli. Lidah mereka saling membelit dan jari Aditya sudah memainkan di lubang kenikmatan milik Emeli.
"Sayang, milikmu sudah sangat menginginkannya," bisik Aditya yang merasakan milik Emeli sudah basah.
"Lakukan tugasmu, buat aku puas," sahut Emeli. Tentu saja hal itu membuat Aditya semakin bersemangat.
Lidah Aditya bermain-main sebentar di milik Emeli, membuat Emeli semakin menggila. Menenggelamkan kepala Aditya agar semakin dalam. Setelah merasa sudah tak tahan, Aditya mulai memposisikan miliknya dan memasukkannya dengan sempurna. Aditya mulai memompanya dengan penuh semangat.
Mereka sering kali berganti-ganti gaya dalam melakukannya. Kini posisi Emeli yang berada di atas tubuh Aditya, dia yang memimpin permainan.
"Faster sayang," racau Aditya. Suara desauan saling bertautan, keduanya memang sama-sama gila sek*s. Pasangan yang sangat cocok.
"Hentikan dulu, aku yakin itu suamiku yang menelpon. Kamu diam dulu, jangan mengeluarkan suara," titah Emeli.
Sakit rasanya hati Aditya, saat mendengar Emeli berbicara mesra dengan suaminya. Emeli benar-benar tak menghargai perasaannya. Bahkan Emeli langsung menghentikan percintaan dirinya dengan Aditya.
Sambil menunggu up mampir yuk di karya temanku
Judul : Antara Jeritan dan Harapan
napen : Ibn Muchsin
__ADS_1