
Aditya baru saja sampai di kantor. Dia bergegas untuk menuju ke ruangannya. Posisi Aditya sekarang adalah sebagai general manager di perusahaan tempat dia bekerja. Dia memiliki kinerja yang baik dalam bekerja hingga kariernya terus menanjak. Entah apakah nasib baik akan selalu berpihak kepadanya setelah ini.
"Dari mana saja kamu? Kamu coba-coba membohongi aku ya?" ucap Farrah membuat Aditya tersentak kaget di sambut oleh Farrah. Saat dirinya datang, Farrah sudah berada di ruangannya.
"Kamu? Ngapain kamu ke sini? Aku kan sudah berkali-kali memperingatkan kamu jangan pernah temui Aku di kantor! Orang kantor tak ada yang tahu tentang hubungan kita, mereka hanya tau kalau Felisa adalah istri Aku. Dan asal kamu tahu, kalau tadi Aku beralasan datang terlambat karena harus mengurus Felisa melahirkan." sahut Aditya ketus.
Tentu saja pernyataan Aditya membuat Farrah marah, hatinya panas mendidih. Merasa tidak terima di perlakukan seperti itu.
"Bagus donk Aku datang ke sini sekarang, biar mereka mengetahui kalau istri kamu yang sekarang adalah Aku! Cepat atau lambat mereka akan mengetahui hubungan kita! Lagi pula kamu harus mulai terbiasa!" ucap Farrah sambil mengelus pundak sang suami.
Alangkah kagetnya Farrah saat Aditya menghempaskan tangan Farrah kasar.
"Jaga sikap kamu! Ini kantor! Jangan mencari masalah, kalau pihak kantor mengetahui hal ini bisa saja mereka memecat Aku! Lebih baik kamu pulang, tunggu Aku di apartemen!" ujar Aditya ketus.
__ADS_1
Dan akhirnya Farrah memilih untuk mengalah, dengan hati kesal Farrah akhirnya pergi meninggalkan Aditya. Setelah Farrah pergi, Aditya langsung menghela napas panjang dan duduk di kursi kebesarannya sambil memijat keningnya yang terasa pusing.
❤️❤️❤️
Aditya baru saja sampai di apartemen. Hari ini dia benar-benar tidak bisa fokus dalam bekerja. Memikirkan Felisa yang belum sadarkan diri dan di pusingkan dengan tingkah Farrah.
Baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen, sudah di sambut ocehan dari Farrah. Hingga akhirnya terjadi pertengkaran antara Aditya dengan Farrah.
"Bukan begitu sayang, kamu harus bersabar dulu! Hubungan kita ini berawal dari kesalahan, tidak semua orang akan menerimanya! Aku sayang sama kamu! Aku harap kamu sabar dulu, semua butuh proses!" ucap Aditya menenangkan hati Farrah. Perlahan senyuman terbit dari sudut bibir Farrah.
"Lantas kapan kamu menikahi Aku secara resmi? Aku ingin kamu segera nikahi Aku dan urus proses cerai kamu dengan dia! Selama ini Aku sudah cukup sabar menunggunya!" sahut Farrah.
Aditya menjelaskan kalau saat ini Felisa masih dalam keadaan koma, dia merasa tak tega jika harus menceraikan secara resmi di saat Felisa tak berdaya bahkan rasa sakit dirinya melahirkan saja belum sembuh.
__ADS_1
"Kamu tidak lagi membohongi Aku kan?" tanya Farrah menyelidik, yang kini menatap mata Aditya. Dia melihat keraguan di mata Aditya. Dia akan berusaha mempertahankan suaminya, menjaga Aditya dari Felisa.
"Mulai besok Aku minta sama kamu, kalau kamu mau bertemu dengannya, kamu harus membawa Aku!" ujar Farrah. Dia merasa takut kalau sampai suaminya berpaling darinya. Aditya mengiyakan saja dia tak ingin bertengkar dengan istrinya.
Aditya menceritakan kalau dia menginginkan mengambil anaknya dari tangan Felisa, terlebih anaknya adalah seorang laki-laki. Hal itu tentu saja membuat Farrah merasa tak suka dan langsung menolaknya. Karena dia tak ingin mengurus anak dari Felisa. Dia berniat membuka alat kontrasepsi agar bisa memberikan suaminya anak. Tetapi dengan syarat Aditya harus menikahi dirinya secara resmi, karena anaknya kelak membutuhkan akte kelahiran untuk sekolah.
Like
Comment
Vote
Hadiah 🌷☕
__ADS_1