Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Bertemu Aisyah


__ADS_3

"Aku akan buat kamu bertekuk lutut padaku! Lihat saja nanti! Aku ingin lihat seberapa kuatnya kamu mempertahankan diri kamu di kondisi kamu yang terpuruk! Kamu itu hanyalah anak manja yang selama ini hanya bergantung dengan orang tua dan Aku, dan Aku akan buat kamu menderita hingga kamu tak kuasa. Kamu itu paling tak bisa hidup susah, cepat atau lambat Aku yakin kamu akan meminta untuk kembali kepadaku!" ucap Aditya menyeringai licik. Tertawa bahagia seakan semua itu akan terjadi.


Felisa melangkahkan kaki nya tak tentu arah, sungguh hatinya merasakan sakit yang teramat dalam. Dia tak habis pikir bisa-bisanya mantan suaminya berkata seperti itu. Berniat mempermainkan perasaannya dengan menjadikan dia menjadi istri keduanya.


"Kak Felisa?" ucap Nisa saat melihat seorang wanita yang sedang berjalan gontai dengan tatapan kosong. Nisa menjalankan mobilnya secara perlahan, membuka jendela mobilnya, dan menekan klakson sambil mulutnya berteriak memanggil Kak Felisa membuat Felisa menengok.


"Kak, ngapain jalan kaki? Ayo bareng sama Aku!" ajak Nisa.


"Ga usah repot-repot Syah makasih!" balas Felisa, dia merasa sungkan.


Tetapi Nisa terus memaksa, dia merasa tak tega melihat Felisa berjalan menyelusuri jalan. Terlebih Felisa baru saja melahirkan, tetapi harus berjalan seperti itu. Untungnya jalur pulang Aditya ke apartemennya berlawanan arah.

__ADS_1


"Makasih loch Syah sudah menerima tumpangan, jadi merepotkan kamu." sahut Felisa dan Nisa membalasnya dengan senyuman sambil dirinya fokus menyetir mobil.


" Maaf Kak nama Aku yang sekarang Nisa, nama pemberian orang tua Aku. Oh ya sudah pintar apa dede nya? Namanya siapa? Aku nyesel banget waktu itu belum sempat nengok dia di ruang bayi hanya mendengar cerita dari om nya saja katanya mirip Kakak banget. Pasti tampan banget, Mamanya cantik." ungkap Nisa.


"Alhamdulillah Elang berkembang dengan baik, dia benar-benar menjadi penguat Aku Nis. Di saat hati Aku terasa rapuh, Aku selalu melihat dirinya."


Nisa melihat wajah Felisa yang terlihat murung dan suram, membuat Nisa merasa terpanggil hatinya. Terlebih Nisa sudah mengetahui permasalahan Felisa.


Kini mereka sudah sampai di sebuah warung bakso. Mereka sudah memesan hanya menunggu pesanan jadi.


"Nis, Kenzi sudah ga menyakiti hati kamu kan? Dia di kantor bersikap baik kan?" tanya Felisa membuka obrolan.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah tidak pernah Kak. Sekarang dia sudah menjadi pribadi yang baik, tetapi maaf Aku ga bisa menerima dia kembali di hidup Aku. Apa yang Aku rasa sangat membekas, meskipun Aku sudah berusaha berdamai dengan keadaan."


"Maafin kesalahan kami dulu ya Nis!" sahut Felisa. Sungguh dirinya merasa menyesal sekarang dirinya merasakan apa yang di rasa Aisyah dulu yaitu di campakkan suami.


Makanan yang mereka pesan telah datang, mereka menikmati makan bakso bersama. Felisa dan Annisa terlihat asyik mengobrol, terlihat akrab.


"Oh ya tadi Kakak emang dari mana? Kok jalan gitu sih Kak? Emang ga sakit Kak jahitannya?" tanya Nisa.


"Sakit sih masih suka linu luka jahitannya, tetapi lebih sakit hati Kakak saat ini. Hehehehe..." sahut Felisa sambil terkekeh menutupi perasaan sakit yang dia rasakan saat ini.


"Kalau Kakak butuh teman curhat, Aku siap Kak menjadi teman curhat Kakak," ujar Nisa.

__ADS_1


Ternyata Felisa sosok yang asyik di ajak mengobrol, Nisa terlihat nyaman ngobrol bersama Felisa di banding dengan Tia. Hubungan Nisa dengan Tia justru tidak dekat. Tia merasa tak suka dengan hadirnya Nisa di kehidupan orang tuanya.


__ADS_2