Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Bonchap 4 ( Kelahiran Baby Twins Nisa dan Fatih )


__ADS_3

"Aw, hiks ...," ringis Nisa. Bisa memegang perutnya yang terasa sakit. Bahkan untuk turun dari ranjang pun rasanya tak mampu.


"Sayang, kamu kenapa," tanya Fatih. Bahkan dirinya sampai melompat turun dan kini berdiri menghadap sang istri.


Menurut perhitungan Dokter, Nisa belum waktunya melahirkan. Rencananya Nisa akan melahirkan secara sesar. Minggu depan dirinya baru akan di operasi.


"Entahlah aku tak mengerti. Perut aku tiba-tiba saja melilit, sakit sekali. Hiks ... hiks ... hiks," ucap Nisa diiringi isak tangis.


"Darah?"


Fatih menjadi bertambah panik saat melihat darah segar mengalir dari selang*kangan istrinya. Fatih bergegas langsung mengganti celana panjang dan juga kaos. Dirinya langsung menggendong tubuh istrinya dan membawa ke mobil.


"Tas bayi dan koper sekalian kamu bawa, sepertinya kembar sudah ingin melihat dunia," ujar Nisa disela-sela rasa sakit yang dia rasakan saat itu.

__ADS_1


Fatih berlari memasuki rumah dan menaiki anak tangga untuk mengambil perlengkapan yang sudah disiapkan istrinya dari jauh-jauh hari. Tak lupa membawa jilbab untuk menutupi kepala istrinya.


"Tahan dulu ya, Sayang! Kita akan secepatnya sampai di rumah sakit. Yakinlah semuanya akan baik-baik saja," ucap Fatih mencoba menenangkan sang istri. Sesekali dirinya pun mengelus kepala istrinya.


Nisa tak mampu lagi menahan rasa sakit yang dia rasakan. Hingga akhirnya dia jatuh pingsan. Tentu saja membuat Fatih bertambah panik. Wajah Nisa terlihat pucat, karena banyak mengeluarkan darah segar. Wajah dan tubuhnya sudah bercucuran keringat.


"Sus, segera lakukan pertolongan pertama! Cepat kalian panggil dokter IGD," Fatih terlihat begitu ketakutan. Dia merasa takut, jika nantinya nyawa sang istri tak bisa terselamatkan.


"Bapak coba tenang dulu! Sebaiknya sekarang Bapak tunggu dulu di luar! Kami akan melakukan tindakan untuk istri Bapak," ujar sang dokter.


Sepanjang perjalanan, Fahri dan Almira terus mendoakan sang anak. Berharap semua baik-baik saja, kedua cucu dan anaknya bisa selamat dan sehat. Fatih pun juga menghubungi orang tuanya di kampung. Meminta doa untuk keselamatan sang istri.


"Pasien harus melakukan transfusi darah. Karena dirinya banyak mengeluarkan darah. Pihak rumah sakit akan berusaha mencari ke PMI, karena kebetulan stok di rumah sakit sedang kosong. Pasien pun harus segera melakukan operasi sesar. Sebaiknya sekarang Anda menandatangani dulu surat perjanjian untuk melakukan operasi. Silahkan Anda temui bagian administrasi, sambil pihak rumah sakit menyiapkan ruang operasi dan kantung darah," ungkap Dokter yang menangani Nisa.

__ADS_1


"Ya Allah aku mohon, tolong selamatkan 'lah istri aku. Aku tak bisa hidup tanpanya. Aku mencintai dirinya," gumam Fatih dalam hati. Hatinya terlihat gelisah, penuh ketakutan. Fatih terus memanjatkan doa untuk keselamatan istri dan kedua bayinya.


Lamunan Fatih terhenti, saat kedua orang tua Nisa datang menghampiri dirinya. Menanyakan kondisi anaknya. Terlihat sekali kesedihan di wajah kedua orang tua Nisa. Terlebih sang Bunda yang tak mampu menahan tangisnya. Almira tak henti-hentinya meneteskan air matanya.


"Sebentar lagi akan dilakukan tindakan operasi, aku meminta agar diperbolehkan untuk masuk ke dalam menemani Nisa. Aku minta doanya," ujar Fatih. Almira dan Fahri menganggukkan Kepalanya.


Bukan hanya kedua orang tua Nisa yang merasa cemas, kedua orang tua Fatih pun merasa was-was. Mereka berencana akan berangkat ke Jakarta besok. Mereka ingin mengetahui kondisi menantu dan kedua cucunya secara langsung.


Kini Fatih sudah berada di ruangan operasi, mencoba memberi semangat kepada istrinya. Membisikkan lantunan doa dan kenangan kebersamaan mereka.


"Semangat Sayang, setelah ini kita akan menjadi orang tua. Kamu akan menjadi Bunda dari anak-anak kita, mereka pasti bangga memiliki Bunda yang hebat seperti kamu. Aku yakin kamu pasti bisa," bisik Fatih di telinga sang istri.


Fatih terlihat begitu mencintai sang istri, terlebih dirinya melihat perjuangan sang istri untuk melahirkan kedua anaknya. Terlihat Fatih menghapus keringat yang membasahi kening istrinya.

__ADS_1


Oewk ... Oewk ... Oewk


Suara tangis kembar menggema di kamar operasi. Kembar lahir dengan sehat dan selamat. Hal itu membuat Fatih meneteskan air matanya, penuh haru. Karena akhirnya dirinya dan Nisa menjadi orang tua. Dirinya tampak bahagia. Fatih langsung mencium kening dan pucuk kepala istrinya. Sebagai ungkapan rasa cinta dan syukurnya, karena sang istri telah melahirkan keturunan untuknya. Rasa cinta dan sayang Fatih semakin besar terhadap sang istri. Namun, kebahagiaan dirinya tak sempurna. Karena sang istri mengalami koma dan kondisinya saat ini masih kritis.


__ADS_2