
"Farrah?" tanya Felisa lembut. Meskipun Farrah telah merebut suaminya dulu, Felisa sudah melupakannya. Terlebih hidupnya justru lebih baik setelah berpisah. Farrah menganggukkan kepalanya dengan perasaan malu.
"Kamu mengenal pengemis itu sayang?" tanya Adrian kepada Felisa. Felisa menceritakan kalau wanita di hadapan mereka adalah Farrah mantan istri adiknya.
"Berarti dia wanita yang merebut mantan suami kamu donk? Wah, aku perlu mengucapkan terima kasih sama dia donk karena telah merebut mantan suami kamu, dan sekarang kita bisa bersama. Aku bersyukur banget bisa memiliki kamu, sayang." ucap Adrian yang memandang sebelah mata ke arah Farrah.
Bagaimana reaksi Farrah? Farrah tak berani mengangkat kepalanya, dirinya merasa malu atas apa yang dia lakukan dulu, dan wajahnya terlihat bertambah pucat. Felisa menepuk pundak Farrah dan mengatakan kalau dirinya sudah melupakan semua yang telah di perbuat Farrah dulu kepadanya.
Satu persatu air mata Farrah menetes, dia tak mampu lagi membendung perasaannya. Dirinya merasa malu atas apa yang dia perbuat dulu. Demi sebuah nap*su sesaat yang menghancurkan hidupnya. Farrah berlutut di kaki Felisa untuk meminta maaf atas perbuatan yang dia lakukan dulu.
"Kamu apa-apaan sih, ayo bangun! Kan tadi aku sudah bilang kalau aku sudah memaafkan kamu. Kamu tak perlu berlutut seperti ini. Allah saja mau memaafkan kesalahan hambanya, masa aku yang hanya seorang manusia tak bisa memaafkan kesalahan kamu." ujar Felisa.
Felisa membantu Farrah untuk bangkit, tetapi dirinya justru yang ke tarik dan hampir terjatuh karena Farrah jatuh pingsan di hadapan Felisa membuat Felisa terlihat panik dan langsung meminta bantuan untuk mengangkat Farrah ke mobil milik Adrian. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Semangat Farrah, ayo buka mata kamu! Jalan hidup kamu masih panjang, aku akan membantumu. Tak perlu khawatir," ujar Felisa yang terus memberi semangat kepada Farrah.
"Kamu memang seperti seorang malaikat, hatimu sangat lembut. Sungguh merugi laki-laki yang membuang dirinya dulu dan bisa-bisanya laki-laki itu meninggalkan anaknya sendiri," gumam Adrian dalam hati.
__ADS_1
Demi rasa kemanusiaan, Felisa membawa Farrah ke rumah sakit. Dia merasa khawatir dengan kondisi Farrah yang sangat memprihatinkan seperti sekarang ini. Dirinya harus merasakan hidup menderita. Farrah langsung mendapatkan pertolongan.
Farrah membutuhkan transfusi darah, karna mengalami pendarahan. Felisa tercengangnya saat mendengar penuturan sang dokter yang menangani Farrah. Felisa tak menyangka kalau Farrah menderita penyakit mematikan seperti itu.
"Ku mohon Dok, lakukan yang terbaik untuknya! Saya yang akan membayarnya," ucap Felisa. Baginya, menyelamatkan seorang manusia atas dasar kemanusiaan lebih penting dari pada harus memikirkan rencana pembalasan atas apa yang di perbuat.
"Malang banget nasib kamu Far, semoga Allah segera mengangkat penyakit kamu dan mengampuni dosa-dosa yang telah kamu perbuat." ucap Felisa lirih. Tak ada kebencian di hati Felisa meskipun dirinya dulu sempat merasa kecewa karna tak semudah itu dirinya dulu berusaha untuk bangkit, untungnya dia di kelilingi orang-orang yang luar biasa menyayangi dirinya. Mertuanya sungguh luar biasa, Nisa pun salah satu orang yang berjasa membantunya dari keterpurukan.
Farrah perlahan membuka matanya, setelah dirinya berhasil mendapatkan pertolongan. Bibirnya terasa kelu hanya air mata yang mewakilkan perasaannya saat ini. Orang yang dulu dia lukai ternyata masih mau menolongnya. Felisa menghapus air mata di wajah Farrah. Bahkan dirinya sejak tadi berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Sudah Farrah jangan menangis terus. Yang lalu biarlah berlalu tak perlu di sesali, tetapi jadikan pelajaran agar melangkah lebih lebih baik lagi. Lebih baik kamu pikirkan kesehatan kamu. Berjuang melawan penyakit kamu. Harus semangat untuk hidup." ucap Felisa sambil mengelus rambut Farrah lembut layaknya seorang kakak. Hal itu justru membuat Farrah semakin menyesali perbuatannya karena telah menyakiti hati wanita yang begitu lembut.
"Far, maaf kakak pamit pulang dulu ya kasihan Elang pasti dia mencari kakak. Kamu istirahat ya tak perlu memikirkan biaya rumah sakit. Semua kakak yang tanggung, kalau kamu ada perlu kamu pencet tombol itu aja ya! Nanti kamu kakak titipkan sama suster. Oh ya nomor ponsel kamu berapa? Kita tukeran nomor ya, kalau kamu membutuhkan kakak hubungi saja ya tak perlu sungkan," ujar Felisa dan Farrah hanya mampu menganggukkan kepalanya.
"Maafkan aku kak. Maafkan kesalahan aku dulu. Aku senang melihat kakak mendapatkan kebahagiaan kembali dan bahkan lebih segalanya." ucap Farrah lirih.
Felisa baru saja sampai di rumah dan langsung di sambut dengan Elang. Dia memilih langsung mandi dulu untuk membersihkan tubuhnya sebelum memegang Elang. Elang langsung main bersama Adrian. Adrian sudah menganggap Elang sebagai anaknya, mereka terlihat dekat.
__ADS_1
"Anak Mama rewel ga ni di rumah? Maaf ya Mama pulangnya telat," ucap Felisa saat keluar dari kamar setelah selesai mandi.
Felisa langsung menceritakan pertemuan dirinya dengan Farrah hingga akhirnya dia membawa Farrah ke rumah sakit. Dia juga mengatakan kalau Farrah hidupnya sangat menderita seperti seorang pengemis di jalanan dan menderita kanker, bahkan tadi sempat melakukan transfusi darah karena terjadi pendarahan hebat. Untungnya nyawa Farrah masih bisa tertolong.
"Ngapain kamu tolongin biarin saja dia mati tergeletak di jalan, orang jahat seperti itu. Memangnya kamu ga ingat perbuatannya dia dulu ke kamu? Ngapain kamu tolongin," cerocos mama Eliza. Padahal Farrah dulu adalah mantu kesayangannya yang sangat dia puja-puja.
"Iya aku tahu mah, tapi aku sudah memaafkan kesalahannya. Atas dasar kemanusiaan aku menolongnya, Ma. Mama kalau lihat kondisinya dia sekarang pasti terenyuh. Aku ga mau jadi orang yang pendendam, dia juga sudah mendapatkan balasan dari Allah Ma kasihan. Kalau nurutin dendam pasti ga akan ada habisnya. Aku sudah bersyukur dengan hidupku yang sekarang. Aku sudah menemukan mas Adrian, semoga rumah tangga ku kelak menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah. Mas Adrian juga sudah mau menjadi Papa untuk Elang." sahut Felisa.
"Ya sudah terserah kamu saja, gimana baiknya saja. Kalau Mama sih masih kesel banget karena dia melukai anak Mama sekaligus. Syukur dia merasakan penderitaan, dia pantas mengalaminya." ucap Mama Eliza lagi.
Felisa mengatakan kepada Kenzi saat adiknya sudah sampai rumah. Dia mengatakan tentang Farrah, Felisa meminta Kenzi untuk menengok Farrah. Agar Farrah merasa tenang dan beban hidupnya sedikit berkurang agar dia fokus menjalani hidupnya selanjutnya.
Mampir yuk ke karya teman aku, ceritanya bagus loch..
Roy Xavier, Seorang pria dewasa berusia 36 tahun, yang biasa di panggil sekertaris Roy, Seorang sekertaris sang tuan muda Sean Agipratama, pemilik perusahaan SA Group, dengan parasnya yang tampan dan gagah, Roy tak pernah kekurangan pujian dari para kaum wanita, memiliki sifat yang dingin dan kaku yang tak pernah tersentuh oleh siapapun.
Siapa sangka, jika pria dingin itu malah terpikat oleh wanita yang menjadi rivalnya, Yolanda Jackson. Tapi yang lebih menyakitkan saat ia telah mencintai wanita tomboy itu adalah, ketika wanita yang ia cintai sudah memiliki pria yang ia cintai.
__ADS_1
Akankan sekertaris Roy bisa meluluhkan hati wanita yang ia cintai dan bisa mendapatkan wanita itu?