Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Memiliki kamu seutuhnya


__ADS_3

Serangkaian acara telah selesai, kini pihak keluarga sedang menikmati hidangan yang telah di sediakan khusus keluarga pengantin. Nisa masih bersikap agak canggung dengan Fatih, walaupun selama ini mereka sangat dekat tetapi dengan status yg berbeda. Sebagai seorang abang dan ade.


Fatih terlihat dewasa mengayomi Nisa yang usianya lebih muda darinya. Namun, Nisa tetap berusaha menjalankan tugasnya dengan baik sebagai seorang istri yaitu melayani suaminya. Pernikahan di awali dengan sebuah cinta, berharap cinta mereka tetap abadi selamanya hingga maut memisahkan mereka kelak. Kebahagiaan selalu menyertai pernikahan mereka.


"Yang, kita ke kamar yuk!" ajak Fatih tetapi terdengar kedua orang tuanya yang berada di sana.


"Wah sudah tidak sabar ni kayanya mau malam pertama berduaan," goda Fahri. Membuat wajah Nisa memerah, ini adalah hal pertama kali bagi Nisa selama hidupnya. Sedangkan Fatih justru terlihat santai, karena hal ini sudah sangat lumrah bagi pasangan yang sudah sah sebagai suami istri.


Kini mereka sudah berada di kamar pengantin yang berada di hotel tempat di selenggarakannya pernikahan mereka. Nisa merasa kikuk karena berada satu kamar dengan seorang laki-laki.


"Bang, aku mandi duluan ya," ujar Nisa gugup. Fatih bisa merasakan kalau istri cantiknya itu merasa gugup.


Grep!


Fatih langsung memeluk tubuh istrinya, membuat jantung Nisa berdegup kencang. Aliran darahnya berdesir hebat. Wajah Nisa telah memerah.


"Tidak perlu tegang! Kalau kamu belum siap, kita bisa melakukannya sampai kamu siap!" bisik Fatih.


"E-enggak Bang! Aku sudah siap kok Bang. Aku ga mau dosa karena menunda haknya Abang, tetapi pelan-pelan ya Bang! Aku takut, ini hal pertama kali untuk Nisa," sahut Nisa.


"Iya Abang janji akan melakukannya pelan-pelan, tapi kamu juga jangan tegang ya! Abang benar-benar beruntung memiliki kamu, bukan hanya cantik wajah dan hati kamu tapi kamu juga masih perawan," ujar Fatih yang tambah mengeratkan pelukannya, hal itu tentu saja membuat Nisa tersipu malu mendapatkan pujian dari suaminya.

__ADS_1


Tangan lihai Fatih langsung membuat resleting gaun sang istri dengan posisi Fatih sudah melahap bibir istrinya membuat Nisa terbawa. Kini gaunnya sudah terjatuh ke bawah hanya tinggal menyisakan penutup bukit kembarnya dan juga kain segitiga penutup ladangnya.


"Kita mandi bersama ya sayang!" ujar Fatih lembut dan Nisa hanya pasrah menganggukkan kepalanya. Fatih langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style ke kamar mandi. Kemudian dia langsung membuka pakaiannya satu persatu meninggalkan kain penutup rudalnya.


"Malam ini aku sangat menginginkannya, kita lakukan setelah kita sholat agar kelak anak kita menjadi anak yang sholeh atau sholeha," ucap Fatih dan Nisa mengiyakan.


Tak ada ritual di kamar mandi. Hanya sekedar saling pandang tubuh pasangannya. Mereka sama-sama menelan salivanya melihat keindahan milik pasangannya. Terlebih Fatih yang sudah tak sabar untuk menjadikan Nisa miliknya sepenuhnya.


Setelah selesai mandi membersihkan tubuhnya, Fatih dan Nisa melakukan sholat sebelum berhubungan suami istri. Berharap tak ada setan yang menghampiri mereka saat bersetu*buh. Fatih membuka satu persatu kembali pakaian yang melekat di tubuh istrinya dan juga dirinya, hingga kini mereka sama-sama dalam keadaan polos.


"Aku mulai ya sayang," ucap Fatih sambil mengangkat tubuh istrinya dan merebahkan tubuhnya ke ranjang.


Desauan keluar dari bibir Nisa saat mulut suaminya bermain di kedua bukit kembar miliknya secara bergantian dan jari tangan Fatih memberi rang*sangan di ladang Nisa. Sama halnya dengan Nisa memainkan benda kebanggaan suaminya. Suara leguhan saling bertautan merasakan sensasi yang luar biasa. Terlebih bagi Nisa yang baru merasakan nikmat surganya dunia.


"Sayang ... aku sangat menginginkannya," ucap Fatih dengan suara yang sudah terdengar berat. Hasratnya sudah memuncak dan membutuhkan pelepasan. Nisa menganggukkan kepalanya. Dirinya juga sudah sangat menginginkannya, tak mampu berkata-kata.


Fatih mulai melebarkan kedua pangkal istrinya. Ekspresi Nisa membuat dirinya semakin gemas untuk menerkamnya. Jantungnya berpacu semakin cepat. Fatih mulai mensejajarkan miliknya. Nisa meringis melihat rudal suaminya yang berubah berukuran jumbo.


"Pelan-pelan ya Bang, aku takut! Apa yakin punya Abang akan cukup masuk ke milikku?" ujar Nisa dengan perasaan takut.


"Tenang saja aku akan melakukannya pelan-pelan!" ucap Fatih sambil menggesek-gesekkan miliknya di depan pintu ladang.

__ADS_1


"Bismillah. Tahan sedikit ya sayang! Sakitnya hanya di awal saja, nikmati ya!"


Fatih mulai menghentak-hentakkan miliknya, tetapi beberapa kali gagal. Tapi dia tak patah semangat, dan di hentakkan ketiga dia baru berhasil mendobraknya. Membuat Nisa menjerit kesakitan. Bahkan sampai mengeluarkan air mata dan meringis kesakitan. Cairan darah segar mengalir. Fatih langsung melahap bibir istrinya sampai memainkan pelan-pelan. Saat saat istri sudah terlihat tenang dan menikmati Fatih baru memulai memompanya lagi.


Perlahan rasa sakit berganti dengan rasa nikmat yang laur biasa, Fatih membawa Nisa ke langit tertinggi. Desauan demi desauan keluar dari bibir keduanya. Fatih semakin bersemangat memompanya. Fatih merasa bersyukur karena bisa merasakan perawan sang istri.


"Bang ....," Nisa tak mampu melanjutkan ucapannya. Matanya sudah terlihat merem melek dan menggigit bibir bawahnya. Dia tak kuasa menahannya lagi hingga akhirnya dia menumpahkan cairan dari miliknya. Membasahi ladangnya.


Fatih terus memompanya, milik istrinya begitu menggigit merasakan nikmat.


"Aaaahhhh....sayang!" desau Fatih, akhirnya dia menumpahkan benihnya di ladang sang istri. Fatih mengalami pelepasan pertama. Hingga membuat dirinya ambruk di atas tubuh istrinya.


Deru napas keduanya masih terdengar. Jantung mereka masih berpacu cepat. Fatih menggenggam tangan istrinya. Dia tidur di sebelah sang istri.


"Makasih ya sayang karena kamu masih menjaganya untuk aku. Semoga kita bisa segera mendapatkan momongan, menambah pelengkap di keluarga kecil kita. I Love You..." ucap Fatih sambil mengecup kening istrinya dengan lembut. Membuat Nisa merasa bahagia karena merasa di cintai oleh suaminya. Suatu kebahagiaan bagi seorang wanita jika mendapatkan perlakuan manis dari suaminya.


"Terima kasih sudah menjadi dewa penolong di hidup aku. Tanpa kamu, aku tak akan bisa merasakan hidup seperti ini. Terima kasih juga atas kasih sayang yang telah kamu berikan untuk aku. Aku bersyukur karena memiliki suami seperti kamu," ungkap Nisa dan memberikan ciuman di pipi suaminya.


"Kok pipi? Bibirnya minta juga ni," ujar Fatih sambil terkekeh.


"Sepertinya apa yang kamu miliki, mulai saat ini akan menjadi candu aku," ucap Fatih membuat Nisa tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2