
"Kakak tega sama aku! Ternyata selama ini Kakak berselingkuh dari aku, mengkhianati cinta aku. Hiks...hiks..." ucap Farrah sambil memukul-mukul pundak Aditya meluapkan kekesalannya.
"Ya bagaimana lagi, habis kamu belum juga kasih keturunan untuk aku. Wajar 'lah namanya juga laki-laki, gampang bosen. Ingin hati mencari suasana baru. Sama seperti aku dulu merasa bosan saat bersama Felisa dan berselingkuh dengan kamu. Baguslah kalau kamu sudah mengetahuinya. Jadi, aku tak perlu menutupinya lagi kehamilan Tia." sahut Aditya dengan santainya.
Aditya langsung berjalan keluar kamar meninggalkan Farrah, tak ada kata maaf yang terlontar dari bibir Aditya. Dia memilih untuk minum mengambil air es di kulkas. Terlihat tenang seperti orang yang tak bersalah.
"Tidak ada makanan, Yang? Aku laper." ujar Aditya. Seperti tak terjadi apa-apa di antara dirinya dengan Tia. Padahal dia telah menyakiti hati Farrah, bagaimana pun saat ini Farrah masih menjadi istrinya. Meskipun dirinya menikahi Farrah secara siri.
Farrah mengira Aditya akan pulang sore atau malam, sesuai ucapan Aditya kemarin sebelum berangkat. Ternyata Aditya pulang lebih awal. Padahal selama ini dia berusaha untuk menjadi istri yang baik. Akhir-akhir ini dia berusaha untuk belajar memasak dengan menggunakan panduan dari YouTube. Dia tak menyangka kalau suaminya ternyata mengkhianati dirinya.
"Kita mau makan di luar apa mau pesan makanan online saja?" tanya Aditya. Padahal saat ini Farrah masih terus menangis.
"Sudahlah tidak perlu kamu tangisi terus menerus. Semua sudah terjadi, yang terpenting aku kan masih menyayangi kamu. Yach... meskipun aku telah membagi cinta untuk kamu. Sekarang kamu bisa memilih, bercerai dengan aku atau menerima Tia sebagai madu kamu," ujar Aditya.
"Kamu tega masih sih sama aku kak? Di mana perasaan kamu? Mendengar wanita itu saja, hati aku terasa sakit. Sekarang kamu tambah lagi, aku harus menerima Tia sebagai madu aku. Poligami bukan pilihan yang terbaik, pasti aku akan merasa tersakiti melihat kamu bermesraan dengannya." ucap Tia.
__ADS_1
"Ya terus gimana? Kamu minta cerai dari aku? Agar tak merasa sakit hati lagi,"
Farrah tak ingin bercerai dari Aditya, dia terpaksa menerima pernikahan suaminya lagi. Tak pernah terbayangkan olehnya, harus merasakan apa yang di rasa Aisyah dulu. Meskipun berbeda, karena Aditya masih mencintainya. Farrah termenung meratapi nasibnya yang begitu menderita. Dirinya masih terlihat sehat dan pernikahan mereka masih baru saja, suaminya selingkuh apalagi nantinya kalau dirinya di nyatakan sakit.
"Maaf aku terpaksa harus menikahi Tia. Kamu dengar sendiri kan kalau tadi Ayahnya Tia mengancam aku untuk segera bertanggung jawab. Tia itu bukan keluarga sembarangan, bisa saja dia melaporkan aku ke pihak berwajib kalau aku menolak bertanggung jawab. Lagi pula aku senang akhirnya aku bisa memiliki keturunan kembali selain Elang. Yach... hitung-hitung hiburan, membuktikan kalau aku juga bisa memiliki anak kembali. Biar aku tak terlalu menyesal pisah sama Felisa." ungkap Aditya.
Farrah mencoba mencerna semua ucapan yang terlontar dari bibir Aditya. Dirinya berada di posisi serba salah. Di satu sisi dirinya ingin sekali menolak kalau suaminya menikahi wanita lain, tetapi dia bisa apa? Farrah tak memiliki kekuatan. Hanya Aditya yang bisa menjadi pelindung untuknya. Mau tak mau dirinya harus bertahan dengan Aditya. Meskipun harus merasakan sakit yang luar biasa.
"Baiklah aku terima wanita itu sebagai madu aku. Tetapi aku mohon, tolong kamu bersikap adil kepada aku. Jangan buat aku lebih tersakiti dengan kemesraan yang kamu lakukan dengannya! Tolong jaga perasaan aku!" ucap Farrah. Tak ada lagi yang bisa di lakukan Farrah selain menerima pernikahan suaminya dengan madunya.
"Besok aku akan melamar Tia sekaligus menentukan tanggal pernikahan kami. Aku harap kamu hadir di acara pernikahan aku dan Tia, karena aku yakin Ayahnya tidak akan setuju kalau aku masih terikat pernikahan dengan kamu dan kedatangan kamu sebagai bukti bahwa kamu merestui pernikahan aku dan Tia." ucap Aditya.
Farrah terdiam, dirinya teringat akan kenangan dulu. Di mana Kenzi meminta Aisyah untuk hadir di pernikahan dirinya dengan Kenzi. Kini dirinya 'lah yang merasakan apa yang di rasa Aisyah dulu. Tangis pun tak akan merubah keputusan Aditya. Dia akan tetap menikahi Tia, karena Aditya tak ingin berurusan dengan hukum.
Berbeda halnya dengan Farrah yang sedang merasa sakit hati, Tia justru sedang tersenyum bahagia. Dengan sombongnya dia berjanji pada ayahnya tak akan menyusahkan ayahnya lagi. Sebagai ucapan terima kasihnya, Tia akan keluar dari rumah dan ikut dengan Aditya ke apartemennya. Tia merasa Aditya akan mampu membiayai hidupnya tanpa bantuan ayahnya lagi. Dia tidak peduli jika akhirnya dia akan menyakiti hati istrinya Aditya yang tak lain adalah Farrah.
__ADS_1
"Akhirnya keinginan aku tercapai, sebentar lagi aku akan hidup bahagia bersama Adit dan bayi dalam kandungan aku."
"Sungguh hati ini sebenarnya ingin sekali menolak, mendengar dan menerima keputusan ini saja hati aku terasa sakit apa lagi nantinya aku harus tinggal satu atap bersama maduku, melihat kemesraan mereka berdua di depan aku." gumam Farrah dalam hati.
Semudah itu hati seorang Aditya berpindah. Farrah saja belum di nikahi secara resmi, hatinya kini telah tergoda dengan Tia. Untungnya Feli mengambil keputusan yang tepat, dari pada dirinya mempertahankan pernikahan dengan laki-laki pengkhianat. Lebih baik dia hidup bahagia bersama Elang. Menikmati perannya sebagai seorang ibu.
Saat ini Feli membuka usaha warung di rumahnya untuk kegiatan kedua orang tuanya. Dia juga mencoba merintis di bidang salon dan butik muslimah, dengan modal yang di berikan orang tua Aditya. Feli sudah hijrah, mengikhlaskan apa yang tak menjadi miliknya dan kini berusaha bangkit menjalani kehidupan barunya.
❤️❤️❤️
Saat ini Aditya dan Farrah sedang berada di sebuah mall di daerah Jakarta untuk membelikan Tia satu buah cincin berlian dan juga untuk seserahan yang akan dia bawa saat akad nikah. Pertemuan dengan ayahnya Tia di undur, lusa. Hari ini dia mempersiapkan terlebih dahulu barang yang akan dia bawa.
"Bagus kan cincinnya? Aku yakin ini sangat pas untuk Tia." ucap Aditya dengan santainya. Apakah dia tak sadar saat itu dia sedang bicara dengan siapa dan tidakkah dia ketahui bagaimana perasaan Farrah saat ini?
"Kak, aku mau juga donk cincin berliannya," ujar Farrah.
__ADS_1
"Nanti sajalah, uangnya ga cukup. Kamu kan sudah pernah aku belikan, sekarang giliran Tia donk, gantian." sahut Aditya, dan Farrah hanya tersenyum dengan menahan perasaan luka. Belum apa-apa saja dia sudah mulai tersingkir dari Aditya.