Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Aditya sang Playboy


__ADS_3

Untuk adegan-adegan di hotel author tak bisa menjelaskan secara jelas ya, author ga mau dosa bikin puasa orang batal😂🤣😁🙏


Aditya langsung membuka pakaian yang menempel di tubuh Tia. Matanya terpanah melihat keindahan tubuh Tia yang tak beda dengan tubuh indah Felisa mantan istrinya, Farrah istrinya, dan wanita lain teman ranjangnya. Setelah itu dia pun langsung membuka pakaiannya sendiri hingga kini mereka dalam keadaan polos.


"Malam ini akan menjadi malam kita berdua baby!" ucap Aditya sambil mengecup leher Tia dan juga kedua bukit kembar Tia secara bergantian. Membuat hasrat Tia muncul.


Kini mereka sudah berada di ranjang, dan pastinya tidak akan mengulur waktu untuk menuntaskan hasrat mereka sampai kedua nya terpuaskan. Tia yang bertemu dengan Aditya seorang player tentu saja merasa bahagia, karena Fatih tak seperti Aditya yang sangat berpengalaman memanjakan wanita.


"Baby ..."


"Sayang ..."


Mereka belum saling tau nama teman ranjang mereka, hanya menyebut panggilan umum saat bercinta. Entah sudah berapa kali Tia mendapati pelepasan. Sungguh dirinya tak kuasa merasakan nikmatnya surga dunia yang sempat dia rindukan.


Berbeda dengan Tia dan Aditya yang sedang menikmati malam panas mereka, Farrah sedang mondar-mandir di dalam apartemen. Sejak tadi dirinya berusaha untuk menghubungi suaminya dan bahkan sudah lebih dari 10x, tetapi sang suami tak mengangkatnya. Hal itu tidak akan terjadi, karena Tia meminta agar ponsel Aditya di silent, sama halnya dengan miliknya. Dia tak ingin di ganggu dengan wanita yang di ada di foto dalam dompet Aditya.


"Sayang, aku lelah! Kalau aku hamil bagaimana? Kau melakukannya tanpa pengaman. Apa kamu akan bertanggungjawab?" tanya Tia dengan wajah mengiba.


"Tenang saja baby, aku akan bertanggungjawab menikahi kamu kalau kamu hamil. Karena aku memang menginginkan memiliki anak. Istri ku tak bisa memberikan anak, berkali-kali aku menabur benihku dia tak juga hamil. Kalau kau berhasil hamil anakku, aku akan memilih kamu!" ucap Aditya. Membuat wajah Tia berbinar-binar. Kesedihannya karena penolakan Fatih lenyap sudah bertukar kebahagiaan dengan hadirnya Aditya meskipun dirinya harus menjadi seorang pelakor.

__ADS_1


Aditya tak kalah keren dari Fatih, dari segi materi pun Aditya terlihat mapan. Tia melihat jumlah uang yang tak sedikit di dompet Aditya, mobil Aditya pun lebih mewah dari Fatih. Dari segi bercinta Aditya justru lebih perkasa dari Fatih. Yang jelas Fatih tak mencintainya dan Aditya justru berniat menikahi dirinya jika dirinya hamil anaknya. Tia tak peduli jika nantinya dia akan di usir dari keluarga Fahri karena hamil di luar nikah dan menjadi seorang pelakor. Sudah ada yang akan menampungnya yaitu Aditya, yang akan menghidupi dirinya.


"Kemana sih ni orang? Di telepon ga di angkat-angkat. Jangan bilang kamu selingkuh lagi ya Kak! Setelah apa yang aku rasakan, kamu tega melakukan ini padaku. Semoga aku segera hamil agar Kak Aditya tidak berpaling padaku dan mencari wanita lain. Huhft perjalanan cintaku begitu menyakitkan," ucap Farrah.


Hatinya terasa sakit mengingat ucapan Aditya tadi kepadanya. Tetapi Farrah bisa apa? Hidupnya bergantung kepada Aditya dan dia juga sangat mencintai Aditya.


Berbeda halnya pasangan yang merasa lelah karena habis bercinta, menuntaskan hasratnya yang kini sedang tertidur pulas di dalam pelukan. Farrah justru tak bisa memejamkan matanya. Hatinya merasa tak tenang karena sampai dini hari sang suami tak kunjung pulang dan tak ada kabar berita.


❤️❤️❤️


"Bun, coba kamu bangunkan Tia suruh sarapan! Agar kita bisa sarapan bersama. Ayah tak ingin mendengar Tia mengucap kalau kita pilih kasih dan tak peduli kepadanya. Sebenarnya Ayah masih kesal dengan sikapnya dia kemarin kepada Nisa yang bisa melukai Nisa," titah Ayah Fahri kepada sang istri.


"Tidak ada, Yah! Tia tidak ada di kamarnya. Belum pulang dari kemarin pergi." ujar Bunda Almira.


Fahri langsung menanyakan Tia kepada Security dan juga ART yang bekerja di rumahnya. Tia sejak kemarin pergi ke perusahaan belum kembali ke rumah. Tentu saja hal ini membuat Fahri khawatir. Bagaimana pun Tia masih menjadi tanggung jawab Fahri. Karena dia yang mengangkat Tia dari panti asuhan sejak Tia berusia dua tahun. Sebelum Nisa kembali, semua kasih sayang tercurah kepada Tia.


"Kemana sih ni anak? Ada saja ulahnya," gerutu Fahri. Tia adalah cobaan di kehidupan Fahri. Tia sering kali membuat masalah. Selama ini Fahri selalu memaafkan, menyelesaikan masalah Tia, dan melindungi Tia layaknya orang tua.


Aditya mengerjapkan matanya, dan menengok ke arah wanita yang saat ini masih tertidur di sebelahnya, yang masih tertidur pulas di balik selimut yang sama dengannya.

__ADS_1


"Wanita itu? Mengapa aku bisa tidur bersamanya? Mengapa kami sama-sama polos? Apa semalam aku melakukannya dengan dia?" beberapa pertanyaan hadir di pikirannya bercampur rasa pusing di kepalanya.


Aditya memijit kepalanya yang terasa sakit akibat pengaruh mabuk semalam. Ternyata dia tak ingat kalau semalam dia bertemu dan melakukan hubungan suami istri dengan Tia. Dia pikir semua hanyalah sebuah mimpi, tetapi hal itu adalah nyata. Mereka memang melakukannya.


Aditya bangkit dari ranjang dan memasuki kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Merasakan ada pergerakan dan mendengar gemercik air di kamar mandi, Tia terpaksa membuka matanya dan merenggangkan tubuhnya yang terasa remuk akibat ulah Aditya. Setelah merasa tubuhnya terasa segar, Aditya keluar dan hanya melilitkan handuknya di pinggang.


Glek!


Tia menelan salivanya melihat tubuh kekar Aditya yang sangat gagah di tambah wajah tampan Aditya. Tia berusaha bangkit dari ranjang dengan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Mengapa kita bisa ada di sini? Sebenarnya apa yang terjadi dengan kita?" tanya Aditya membuat Tia melongo.


"Maksud kamu apa? Apa kamu berpura-pura tak mengingat apa yang kita lakukan berkali-kali semalam? Mungkin saat ini benih kamu sedang berkembang di rahimku. Kamu berjanji akan menikahi aku kalau aku hamil." ucap Tia ketus.


Aditya mengerutkan keningnya. Mencoba berpikir atas apa yang di ucapkan Tia. Aditya memperhatikan Tia dari atas sampai bawah. Berpikir apa Tia memang pantas untuknya. Selera Aditya cukup tinggi. Dia suka wanita cantik dan seksi, paling tidak wanita itu haruslah menarik.


"Mengapa kamu melihatku seperti itu? Setelah kamu lakukan berkali-kali denganku, sekarang kamu mau berpikir apa?" ujar Tia merasa tak terima dengan tatapan Aditya yang baginya tak biasa.


"Tidak! Aku hanya ingin melihat jelas wanita yang menemani aku di ranjang. Meskipun aku sering kali berganti-ganti wanita, tetapi selera aku tidak sembarang. Bagiku, kamu cukup menarik untuk menemaniku," sahut Aditya dengan percaya diri.

__ADS_1


Tia langsung menghampiri Aditya dan memberikan tamparan di wajah Aditya. Dia merasa terhina atas ucapan Aditya. Namun, posisinya serba salah karena Aditya telah menabur benih di rahimnya.


__ADS_2