
Kenzi termenung menatap langit yang terlihat sangat gelap. Tak ada bintang yang menerangi. Rintikan hujan pengiring kesepian hatinya. Suasana saat itu menggambarkan perasaan hatinya yang bersedih tak ada penerang di hatinya.
"Ternyata aku adalah laki-laki yang tidak beruntung. Kisah percintaan aku begitu menyedihkan. Padahal dulu aku merasa menjadi orang hebat yang banyak di kelilingi wanita. Bahkan Farrah pun menerima aku, memilih aku dari laki-laki lain."
Masih teringat jelas di pikirannya saat dirinya dulu berjuang mendapatkan Farrah. Dulu, Farrah termasuk salah satu primadona bagi laki-laki. Meskipun dia memiliki sifat sombong, tetapi dalam urusan wajah dan penampilan dia sangat menarik. Ada satu laki-laki yang dulu sangat mencintai Farrah dan mengejarnya. Sayangnya laki-laki itu hanya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Tentu saja Farrah akan menolaknya. Dia lebih memilih Kenzi, karena Kenzi berasal dari keluarga yang berada. Sama halnya dengan Kenzi yang sempat menolak seorang wanita mentah-mentah karena wanita tersebut sangat jauh dari kata sempurna.
Sama halnya dengan Kenzi, Farrah pun sedang mengerutuki kebodohannya. Andai saja Kenzi tak berubah ke dirinya dan tetap seperti saat mencintainya, pasti dia tidak akan selingkuh dan berpaling kepada Aditya. Bodohnya dia terhanyut dengan permainan Aditya yang kini menghancurkan hidupnya. Tak pernah terbayangkan olehnya di madu seperti saat ini. Menjadi seorang wanita yang tak memiliki harga diri. Namun, dia bisa apa selain menggantungkan hidupnya dengan Aditya. Saat masih bersama Kenzi, Farrah sudah berusaha untuk mencari pekerjaan tetapi tak ada satu pun yang mempekerjakan dia. Di tambah lagi saat ini Farrah sering kali merasakan nyeri di sekitar perut dan miliknya.
Tia sengaja memanas-manasin Farrah dengan menci*um bibir Adit di hadapan Farrah dan lebih Farrah nya Adit meresponnya, ciu* man mereka semakin memanas. Tak memikirkan perasaan Farrah yang saat itu melihatnya.
"Pindah di kamar yuk! Aku menginginkannya!" bisik Adit dan tentu saja hal ini suatu kesempatan untuk Tia, tidak akan di sia-siakan. Adit langsung menggendong tubuh Tia ke kamar ala bridal style.
"Tega kamu Kak, aku ada di sini saja kamu seperti itu ke ja*lang itu. Di mana cinta yang dulu kamu miliki untuk aku?" ucap Farrah lirih. Rasanya dia sudah tidak tahan hidup satu atap dengan madunya. Jika dulu dia yang selalu menghina sekarang dirinya 'lah yang terhina.
__ADS_1
Berbeda dua pasangan yang sedang menikmati penyesalannya. Nisa justru sedang merasa bahagia. Saat ini dia sedang duduk berbincang dengan ayahnya. Dia menyatakan kalau dirinya sudah berencana akan segera menikah dan secepatnya Fatih akan melamarnya.
"Akhirnya, Ayah ikut senang mendengarnya. Ayah yakin kalau Fatih memang jodoh terbaik untuk kamu. Pernikahan Fatih dan Tia dulu kandas bukan karena kesalahan Fatih. Fatih selama ini sudah berusaha untuk bersabar dan menuntun Tia tetapi Tia tidak berubah." ucap Ayah Fahri.
"Iya Ayah. Semoga saja Abang memang jodoh Nisa. Nisa yakin Bang Fatih memang laki-laki yang baik. Nisa akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untung Abang, agar kami bisa menjadi keluarga sakinah, mawadah , dan warohmah. Doakan Nisa selalu ya Ayah dan Bunda!" ujar Nisa.
Nisa langsung memeluk tubuh Ayah dan Bundanya secara bergantian. Suatu momen yang sangat menghangat antara anak dan kedua orang tuanya.
"Konsep pernikahan seperti apa yang kamu inginkan sayang? Ayah ingin pernikahan kamu sangat meriah. Ayah ingin menunjukan kebahagian Ayah kepada semua orang." ujar Fahri.
❤❤❤
Sesuai janjinya, hari ini Fatih beserta kedua orang tuanya akan melamar Nisa sebagai calon istrinya. Kedua orang Fatih saat ini menetap di Yogyakarta. Sebagai orang tua mereka mendukung keputusan apapun yang terbaik untuk keluarganya dan berharap agar pernikahan kali ini adalah pernikahan terakhir untuk anaknya dan Fatih bisa merasakan kebahagiaan. Kedua orang tua Fatih sudah sangat menginginkan seorang cucu, mereka berharap agar pernikahan kali ini anaknya segera memiliki keturunan.
__ADS_1
"Bismillah, semoga di lancarkan semuanya." ucap Fatih saat melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya. Kini Fatih, sang adik, dan kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan menuju rumah Nisa. Nisa sudah terlihat cantik dan anggun dengan balutan baju muslim. Rona bahagia terpancar dari wajahnya. Dia sangat bahagia sekali menunggu detik-detik lamaran tersebut. Almira memasuki kamar anaknya.
"Kamu cantik sekali sayang, Bunda yakin Fatih akan menjadi laki-laki yang paling beruntung karena memenangkan hati kamu. Semoga semuanya berjalan lancar, doa Ayah dan dan Bunda selalu mengiringi langkah kamu."
"Makasih Bunda doanya. Nisa bahagia sekali karena di pernikahan kali Nisa tak merasa sendiri. Nisa di dampingin oleh orang tua yang luar biasa seperti kalian." ucap Nisa sambil memeluk tubuh sang Bunda. Bahkan Nisa meneteskan air mata penuh haru.
"Jangan nangis dong sayang, nanti make up nya luntur loch! Kamu harus tersenyum tak ada lagi yang perlu kamu tangisi! Kamu harus bahagia, Ayah dan Bunda akan selalu berusaha untuk membahagiakan kamu!"
Setelah perjuangan hidup yang penuh derita kini sudah saatnya Nisa meraih kebahagiaan bersama dewa penolong dalam hidupnya yang membantu dia merubah takdirnya. Seperti mimpi yang kini menjadi sebuah kenyataan. Roda dunia terus berputar dan kini dia berada di posisi puncak teratas.
Kenzi dan Farrah sudah menerima karma dari perbuatan yang dulu dan hanya bisa meratapi penyesalannya. Kelak Aditya dan Tia pun akan merasakan hal tersebut dan mungkin saja karmanya lebih menyedihkan, hanya tinggal menunggu waktunya saja. Waktu yang akan menjungkit balikkan kehidupannya. Menyadari segala perbuatan yang di lakukan di dunia selalu di pantau yang maha kuasa. Tak ada yang perlu di sombongi.
"Senangnya hati Ayah, karena sebentar lagi Ayah akan memberikan kebahagian baru dalam hidup kamu. Penyempurna di dalam kehidupan kamu yaitu menikahkan kamu dengan pilihan yang terbaik." ucap Ayah Fahri sambil memeluk tubuh anaknya.
__ADS_1
"Makasih Ayah. Makasih atas kasih sayang yang Ayah berikan untuk Nisa. Nisa bangga memiliki orang tua yang luar biasa." ujar Nisa.
Keluarga adalah harta yang paling berharga. Tak ada yang lebih indah melebihi di saat kita memiliki keluarga yang harmonis dan saling menyayangi😍🤗