
"Aku hanya ingin bertemu Kak Felisa saja, memberi kekuatan kepada dia. Mengingatkan dia agar jangan mau di tindas oleh kaum pria. Wanita harus menjadi sosok yang kuat! Lelaki model begitu lebih baik di tinggalkan dan mencari yang baru, tidak pantas untuk kita maafkan!" ucap Nisa membuat Kenzi merasa tersindir dengan ucapan Nisa. Wajah dia berubah memerah dan pucat, dia menjadi tak enak hati.
"Tidak perlu tersindir begitu, memang dulu kamu seperti itu kan? Menganggap wanita adalah makhluk yang lemah, padahal kalau wanita sudah beraksi kamu merasakan kan?" sindir Nisa.
"Tetapi itu kan dulu, Aku sekarang sudah tidak seperti itu lagi. Aku tidak akan menyakiti hati kamu dan akan selalu menyayangi kamu. Mau ya kamu kasih kesempatan untuk Aku menjadi pendamping kamu lagi?" sahut Kenzi.
❤️❤️❤️
Felisa sudah di pindahkan ke ruangan perawatan, hanya membutuhkan pemulihan saja.
__ADS_1
"Kak, setelah Kakak melahirkan Kak Aditya datang menengok Kakak untuk melihat kondisi. Aku melihat dia sedih seperti orang yang menyesal. Dia juga sempat menemui anak kalian di ruang bayi. Kakak setuju kan kalau aku menghubungi dia untuk memberi tahu kalau Kakak sudah sadar kembali?" ungkap Kenzi kepada sang Kakak. Felisa menganggukkan kepalanya yang berarti setuju kalau Kenzi berniat menghubungi mantan suaminya.
Akhirnya Kenzi langsung menghubungi Aditya, dan saat itu Aditya sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah. Dia pulang cepat karena Farrah sejak tadi sudah menghubungi dirinya terus. Aditya berjanji kepada Kenzi kalau dirinya akan datang saat jam kunjung di pukul 19.00. Dia berniat mandi, berganti pakaian, dan izin kepada Farrah.
Aditya baru saja sampai di apartemen, dia mencari keberadaan sang istri dan dan memanggilnya berkali-kali, tetapi sang istri taj kunjung datang.
"Kemana Farrah? Mengapa tak ada? Apa dia sedang mandi ya?" gumam Aditya dalam hati. Akhirnya dia memilih melangkahkan kakinya memasuki kamar untuk mencari keberadaan sang istri. Aditya menelan salivanya saat membuka pintu kamar mandi dan melihat sang istri yang sedang asyik mandi di bawah shower.
Farrah membalikkan tubuhnya dan membuka satu persatu kancing kemeja suaminya dan juga celana sang suami, kemudian melemparnya begitu saja hanya meninggalkan kain segitiga yang menutupi milik suaminya. Mereka bercum*bu mesra di bawah guyuran air. Hingga membuat Aditya melupakan tujuan awalnya yang ingin menjenguk Felisa yang sudah sadar.
__ADS_1
"Sayang, Aku menginginkannya!" bisik Aditya di telinga Farrah. Tentu saja Farrah tak akan menolaknya, ini lah yang membuat Aditya tak pernah bisa terlepas dari Farrah.
Setelah keduanya mendapatkan pelepasan, mereka langsung membersihkan tubuhnya dan keluar kamar mandi untuk memakai pakaian. Jam kini sudah menunjukkan pukul 19.30.
"Ya Tuhan Aku sampai melupakannya. Padahal Aku sudah janji akan menemui Felisa malam ini di rumah sakit." gumam Aditya.
Aditya mencoba bicara kepada Farrah. Bahwa dirinya ingin menengok Felisa yang baru saja tersadar dari komanya. Tentu saja hal ini membuat Farrah tidak terima jika sang suami pergi menemui mantan istrinya. Dan suaminya boleh menengok Felisa dengan syarat harus pergi bersamanya. Mau tak mau akhirnya Aditya menuruti keinginan istrinya. Dia tak ingin ribut dengan Farrah.
Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, tak ada yang dia bawa seperti menengok pada umumnya. Lagi pula Aditya pikir, lebih baik dia memberikan uang saja untuk mantan istrinya. Kini mereka telah sampai di rumah sakit, Farrah menggandeng tangan Aditya mesra menunjukkan kalau Aditya adalah miliknya. Dan kini mereka telah sampai di depan kamar inap Felisa.
__ADS_1
Semua mata tertuju ke arah pintu yang di buka secara perlahan, dan langsung di suguhkan pemandangan dua orang pengkhianat. Sakit itulah yang di rasakan Felisa saat melihat kemesraan mantan suaminya bersama Farrah, dengan tidak malunya mereka menunjukkan kemesraannya. Felisa berusaha tegar meskipun harus merasakan sakit yang luar biasa. Sedangkan Felisa tersenyum penuh kemenangan karena berhasil merebut Aditya dari tangan Felisa