
"Hari apa kamu sidang? Mama akan hadir menjadi saksi di sidang perceraian kalian. Biar si Adit tau rasa. Tidak perlu ada sidang mediasi, karena memang tidak ada niat bersatu. Biar cepat saja, biar cepat si Adit menyesali perbuatannya karena membela wanita murahan itu." ucap Mama Indah.
Sidang perceraian akan berlangsung di hari Rabu. Felisa merasa bersyukur karena berada di dekat orang-orang yang menyayangi dirinya. Mendukung dirinya untuk bercerai. Mama Indah akan hadir sebagai saksi di persidangan. Membela Felisa agar hak asuh Elang jatuh ke tangan dia.
"Makasih ya, Mah atas dukungannya! Maaf kalau tadi sempat Feli berpikir buruk tentang Mama. Feli kira, Mama menghubungi Feli karena ingin berniat merebut Elang dari Feli. Membela Mas Adit. Feli merasa terharu dan tidak menyangka kalau ternyata Mama justru mendukung apa yang di lakukan Feli. Feli sayang Mama." ucap Feli sambil memeluk mantan ibu mertuanya.
"Sampai kapan pun kamu akan menjadi menantu Mama, meskipun kamu sudah bercerai dengan Adit. Mama kemarin ucapkan juga kepada Adit, sampai kapan pun hanya kamu menantu Mama.
" Makasih ya, Ma sudah menyayangi Feli. Feli akan berjuang membesarkan Elang." sahut Feli.
❤️❤️❤️
Setelah selesai mengobrol, Mama Indah dan Papa Rizal pamit pulang. Mama Indah mentransfer uang sebesar 10 juta untuk Felisa. Dia juga meminta Felisa untuk memikirkan usaha apa yang di inginkan, dia akan memberikan modal untuk Felisa.
"Hari Selasa Mama sama Papa akan ke Jakarta kembali. Kami akan menginap di hotel dulu. Baru paginya kami akan menjemput kalian ya. Biar kita jalan bersama-sama ke Pengadilan." ujar Mama Indah dan di iyakan oleh Felisa.
__ADS_1
"Yes, sebentar lagi Kak Adit akan resmi menjadi bercerai. Itu artinya pernikahan aku dengan Kak Adit akan segera di laksanakan. Sebentar lagi aku akan segera menjadi istri sah satu-satunya Kak Adit," ucap Farrah dengan bahagia.
Berbeda hal nya dengan Farrah yang justru merasa bahagia dengan perceraian Aditya yang akan segera berlangsung. Aditya justru sedang duduk termenung memikirkan perceraiannya.
"Aku jahat banget ya? Aku orang yang tega. Di saat Feli mengandung anak ku, Aku malah mengkhianati cintanya. Kalau aku kembali kepada Feli, kasihan Juga sama Farrah. Selama ini dia juga telah memberikan kebahagian untuk aku. Lihat saja nanti kalau sampai hak asuh jatuh ke tangannya. Aku tidak akan pernah memberikan uang untuk dirinya, agar dirinya menyerah dan mau kembali kepadanya
❤️❤️❤️
Sesuai janjinya, Mama Indah dan Papa Rizal sudah sampai di Jakarta. Mama Indah bersemangat ingin memberikan kejutan kepada anaknya, bahwa dirinya yang akan menjadi saksi di persidangan tersebut. Membantu Felisa agar segera resmi bercerai dan mendapatkan hak asuh Elang.
Rasa sakit akibat melahirkan Elang secara sesar belum hilang, kini harus menghadapi sidang perceraian dirinya. Felisa berharap kalau ini keputusan terbaik dalam hidupnya.
"Ayo kita berangkat! Ma, tolong titip Elang ya!" ucap Feli. Mama Eliza dan Elang tidak ikut ke persidangan. Mama Indah dan Papa Rizal telah sampai di rumah untuk menjemputnya.
Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju pengadilan agama, sang pengacara yang akan mengurus sidang perceraiannya pun sudah dalam perjalanan menuju pengadilan. Mereka akan bertemu di sana. Sama halnya Aditya yang nantinya akan di dampingi sang pengacara, dia juga membawa serta Farrah ke persidangan. Aditya berharap jika hak asuh Elang nantinya akan jatuh kepada dirinya.
__ADS_1
Aditya memasuki tempat persidangan dengan langkah gontai. Hatinya merasa goyah saat melihat wajah cantik wanita yang masih dia cintai. Sedangkan Felisa justru bersikap cuek dan tidak peduli. Dia terus menguatkan hatinya agar tidak terlihat lemah. Dukungan orang terdekat, membuat dirinya yakin ingin bercerai dengan Aditya.
Kini Aditya dan Felisa sudah duduk bersebelahan. Tahap pertama adalah tahap mediasi di mana hakim memberi kesempatan kepada pasangan tersebut untuk berpikir kembali untuk rujuk. Tetapi dengan mantapnya Felisa mengatakan kalaulll kembali kepada mantan suaminya. Felisa menjelaskan alasan dia bercerai secara rinci. Aditya terduduk lemas, tak ada lagi harapan dirinya untuk bisa rujuk kembali.
Saatnya saksi di minta keterangan tentang apa. yang terjadi di dalam rumah tangga Felisa dengan Aditya. Aditya tercengang saat melihat wajah sang mama yang menjadi saksinya.
" Hakim ketua yang terhormat, menurut saya kasus perceraian ini sebaiknya di percepat. Tak ada lagi yang perlu di lakukan untuk menyatukan kembali. Aditya sudah sangat kelewatan, perbuatan yang di lakukan sudah menyakiti hati Felisa. Wanita mana yang akan sanggup saat memergoki pasangannya sedang bercinta dengan wanita lain saat dirinya sedang mengandung anaknya dia. Bahkan saat melahirkan dia tak menemani persalinan, sibuk dengan istri barunya. Mereka telah menikah secara siri. Dia juga sudah lalai menjadi seorang bapak. Menelantarkan anaknya, lebih sibuk dengan istri barunya. Jadi, saya mohon hakim ketua! Lebih baik langsung ketuk palu saja dan hak asuh biar jatuh kepada menantu saya saja, karena dia yang lebih berhak. Memperjuangkan nyawanya demi melahirkan cucu saya, mengurus cucu saya dengan baik, dan memberikan ASI untuk cucu saya. Sampai kapan pun hanya Felisa menantu saya, ibu dari cucu saya yang bernama Elang." ucap Mama Indah sambil menatap tajam ke arah sang anak.
Hal itu membuat semua yang hadir di sana tercengang. Termasuk dua orang pengacara yang akan membela klien mereka masing-masing. Sedangkan Felisa justru meneteskan air matanya. Dia tak menyangka mantan ibu mertuanya begitu membelanya dan bahkan masih menganggap dirinya sebagai menantunya.
Kenzi pun di hadirkan sebagai saksi, mantan suami dari Farrah, dan kakak dari Felisa. Pernyataan dari kedua saksi sangat memberatkan Aditya hingga tak ada kesempatan bagi Aditya memenangkan hak asuh Elang. Terlebih Elang masih di bawah umur dan masih minum ASI ibunya. Aditya merasa sedih dan menyesal, tetapi nasi sudah menjadi bubur mau tak mau dia harus menerimanya. Bahkan ibunya sendiri membela Felisa karena memang Felisa di posisi yang benar.
Persidangan telah selesai. Aditya mencoba menghampiri sang Mama dan Papanya untuk mencium tangan keduanya. Karena kekecewaan yang di rasakan, Mama Indah menolaknya. Dia ingin anaknya menyesali perbuatan apa yang telah di lakukan. Mama Indah justru mengajak Felisa, menggandeng tangannya.
"Meskipun kamu menang mendapakan pembelaan dari mertuamu, tetapi tetap akulah pemenangnya. Memenangkan hati mantan suamimu." ujar Farrah dalam hati sambil tersenyum Kemenangan.
__ADS_1
Mulai hari ini author akan crazy up, mohon dukungannya. Berikan vote, hadiah 🌷☕ untuk karya ini biar author tambah bersemangat 😍😄