
Kenzi menghapus air mata di wajah sang kakak, hatinya terasa sakit melihat apa yang terjadi kepada kakaknya. Harus melihat langsung perselingkuhan suaminya dan di ceraikan di saat sang kakak menunggu kelahiran anak tercintanya.
"Kakak ikut saja sama kamu Ken, kalau kakak di rumah sendirian yang ada kakak akan terus mengingat kejadian tadi. Kakak juga ingin melihat kondisi mama sekarang." sahut Felisa.
"Jika itu keinginan kakak, Kenzi ikut aja. Kita harus segera menyiapkan keperluan mama dan papa di rumah sakit. Besok papa biar pulang aja ke rumah, gantian sama aku." sahut Felisa.
Air mata Felisa tak bisa berhenti, meskipun dirinya dan sang adik terus menghapusnya. Dia merasa bingung memikirkan nasibnya setelah ini dengan sang anak. Bahkan sekarang pun tabungan dia pun ga banyak, karena sudah tiga bulan suaminya mengurangi jatah uang belanjanya. Dia juga harus berbelanja untuk mereka semua makan di rumah.
"Kalau kakak menangis terus, lebih baik kakak di rumah saja. Aku khawatir nanti saat di jalan. Apa yang sebenarnya kakak pikirkan? Kakak harus bisa melupakan pria baji*ngan itu, dia sudah tak baik untuk kakak!" ujar Kenzi kepada sang kakak.
Felisa menceritakan tentang ketakutannya untuk kehidupan selanjutnya dirinya dan anaknya kelak, memikirkan bagaimana mereka akan bertahan hidup terlebih kedua orang tua dan adiknya pun sedang berada di masa sulit. Dan akhirnya Kenzi berjanji akan berjuang keras demi keluarganya.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Kenzi dan Felisa baru saja sampai di rumah sakit. Dirinya masih tak habis pikir kepada mantan kakak iparnya yang begitu jahat pada sang kakak. Masih Kenzi ingat bagaimana perjuangan Aditya mengejar cinta Felisa, dan sekarang justru membuangnya begitu saja. Dia juga ingat tentang kisah cintanya dengan Farrah, mereka menjalani masa pacaran dua tahun. Bahkan Kenzi rela menyakiti hati Aisyah demi mempertahankan cintanya kepada Farrah. Dan kini kisah cinta mereka telah usai.
"Kalian dari mana saja? Lama banget ke sini nya." ujar papa Hadi kepada kedua anaknya. Sedangkan mama Eliza justru hanya diam terbaring lemah, seperti tak ada semangat hidup lagi.
Kenzi dan Felisa memilih untuk menutupi perpisahan mereka dengan Aditya dan Farrah dari kedua orang tuanya. Mereka tak ingin menambah beban untuk orang tuanya. Dan akhirnya Kenzi dan Felisa memilih berkata bohong, menutupi apa yang terjadi dengan mereka berdua.
Berbeda hal nya dengan Kenzi dan Felisa yang merasa tersakiti. Kini pasangan tidak tahu malu justru sedang berbahagia, terlebih Farrah yang akhirnya bisa merasakan hidup enak lagi. Tidak harus menjadi seorang pembantu. Karena dia yakin Aditya akan memenuhi kebutuhannya. Dia tak peduli dengan nasib Felisa selanjutnya, bahkan Farrah berniat menguasai Aditya. Dia ingin semua uang Aditya menjadi miliknya.
"Emmm, aku harap kamu tidak akan mengecewakan aku! Kalau itu terjadi, aku tidak akan ragu-ragu meninggalkan kamu!" ujar Aditya membuat mata Felisa membulat sempurna, mendengar penuturan Aditya. Menikah saja belum, tetapi Aditya sudah membicarakan tentang perceraian.
__ADS_1
Tentu saja Farrah tak ingin hal itu terjadi di hidupnya. Dia akan berusaha terus agar Aditya tak berpaling darinya. Dia akan selalu berusaha untuk memuaskan Aditya di ranjang agar sang suami tak lagi mencari kepuasan dengan wanita lain.
"Sayang, jangan begini dulu! Hentikan! Aku lagi tidak mood!" tolak Aditya saat Farrah meremas miliknya dan lidahnya bermain di leher Aditya. Entah mengapa tiba-tiba saja dirinya teringat dengan mantan istrinya yang kini sedang mengandung anaknya.
Hal ini membuat Farrah merasa kesal karen mendapatkan penolakan dari Aditya dan pergi meninggalkan Aditya masuk ke kamar. Tetapi Aditya tak menyusulnya, tentu saja membuat Farrah bertambah kesal.
❤️❤️❤️
Kenzi melirik ke arah sang kakak yang wajahnya terlihat mendung dan pandangannya terlihat kosong. Hingga akhirnya Kenzi pamit kepada kedua orang tuanya untuk pulang, dan berjanji kalau besok dia baru bisa menjaganya. Dia ingin melihat perkembangan sang kakak malam ini, apa sudah merasa tenang atau tidak. Kenzi tak bisa meninggalkan sang kakak sendirian dalam kondisi seperti ini. Terlihat sekali kesedihan di wajah Felisa
❤️❤️❤️
__ADS_1
"Kak, kakak sekalian mau beli makanan dulu ga sebelum pulang ke rumah? Sejak siang kakak belum makan loch. Kasihan anak kakak. Maafkan om mu ini yang belum bisa membelikan makanan untuk kamu dan mama." ujar Kenzi kepada sang kakak.
Akhirnya mereka mampir dulu ke sebuah tempat ayam pecel lele yang berada di pinggir jalan mengarah rumah mereka. Akhirnya mereka membeli dua buah paket nasi uduk dan ayam pecel. Felisa lah yang membayarnya, karena Kenzi tak memiliki uang. Untuk membeli bensin motor pun dia kesulitan, dan dia juga akhirnya memutuskan berhenti merokok karena menyadari tak memiliki pendapatan.