Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Tia berulah


__ADS_3

"Ayah sekarang hanya perhatian sama Nisa aja, Ayah sudah tidak sayang Tia. Yah, Tia ingin kembali sama Kak Fatih. Tia menyesal! Tia masih cinta sama Kak Fatih," cerocos Tia.


"Bukannya Ayah sudah tidak sayang sama kamu, orang kamu jarang di rumah. Ayah pagi kan sibuk bekerja, Ayah sampai rumah kamu belum pulang dan selalu pulang kalau Ayah sudah tidur. Mau sampai kapan si Ti kamu seperti ini, tak baik! Bagaimana pun kamu tanggung jawab Ayah. Untuk masalah Fatih, Ayah tidak bisa janji. Semua Ayah serahkan kepada Fatih karena kelak yang menjalani rumah tangga kamu dan dia. Lagi pula kalau sikap kamu belum berubah, Fatih juga tak akan mau. Dia itu tipe pria yang mencari istri sholeh, yang taat padanya, menjaga kehormatannya, dan mengurus dia dan anak-anaknya kelak." sahut Ayah Fahri.


"Ah, Ayah bukannya bela anaknya malah bela orang lain. Ancam donk kalau dia tidak mau kembali sama Tia, Ayah pecat saja biar dia tau rasa." ujar Tia.


"Kalau sikap kamu seenaknya saja seperti ini terus, kapan kamu bisa mendapatkan pendamping hidup yang benar? Meskipun kamu janda, jaga kehormatan kamu jangan asal bergaul sama laki-laki." nasehat Ayah Fahri.


Merasa sang ayah tak berpihak dengannya, hari ini Tia berniat mendatangi kantor Fatih. Dia berniat mengutarakan langsung keinginannya.Kini dia sudah sampai di perusahaan Aneka Karya. Dengan gaya sombongnya sebagai anak dari pemilik Perusahaan, bahkan melebihi sikapnya Nisa anak kandung Fahri.


"Kak Tia, tidak biasanya kakak ke sini?" sapa Nisa yang saat itu baru saja keluar dari ruangannya hendak ke ruangan Fatih.


"Aku ada urusan sama suamiku," sahut Tia dengan percaya diri, mengatakan kalau Fatih suaminya. Padahal mereka telah resmi bercerai. Nisa hanya mengerutkan keningnya, dan akhirnya memilih tidak ambil pusing. Pasti yang di maksud Bang Fatih. Nisa mengundurkan niatnya, membatalkan untuk ke ruangan Fatih.


Fatih yang melihat Tia langsung menyelonong masuk ke dalam tanpa mengucap salam dan mengetuk pintu. Hal itu tentu saja membuat Fatih merasa tidak terima. Menatap Tia tajam.


"Kamu ini apa-apaan sih? Sebelum masuk ruangan, ketuk pintu dulu dan ucapkan salam! Bukan seperti ini yang tak ada sopan santunnya. Ini kantor, ada tata krama!" cerocos Fatih. Dia langsung bangkit menghampiri Tia yang saat ini sudah duduk di sofa. Fatih memilih menarik kursi lain, menjaga jarak.

__ADS_1


"Ini perusahaan Ayah aku, jadi kapan pun aku ingin masuk tak ada satu pun yang bisa melarang aku!" sahut Tia ketus.


"Memang ini perusahaan Pak Fahri, tetapi kantor ini memiliki aturan. Pak Fahri dan Annisa saja jika ingin masuk tetap mengetuk pintu dan mengucap salam. Aku tak melarang kamu mengunjungi perusahaan ini, hanya aku tak suka cara kamu! Oh ya untuk apa kamu ke ruangan aku? Aku sedang sibuk!" sahut Fatih. Dia hanya bisa menghela napas panjang harus berhadapan dengan mantan istrinya yang sikapnya tidak pernah berubah.


Dengan percaya dirinya tia mengatakan kalau dirinya ingin kembali dengan Fatih. Tentu saja hal itu membuat Fatih tertawa terbahak-bahak menertawakan ucapan Tia. Baginya hal itu sebuah lelucon. Karena tidak mungkin baginya untuk menerima Tia kembali, bahkan dirinya menyesal dulu pernah menjadi suami dari Tia.


"Mengapa kamu tertawa? Memangnya ada yang lucu?" ucap Tia menatap tajam Fatih.


"Kamu tau kan mengapa aku bercerai dengan kamu?"


"Kamu bilang dulu, karena aku tak bisa kamu ajak menuju surga bersama. Aku tidak bisa menjalankan kewajiban aku sebagai seorang istri yang mengurus segala keperluan kamu, dan karena hidup aku glamor." sahut Tia dengan santainya.


"Itukan dulu, aku janji tak akan mengulangi lagi! Aku akan rubah sikap aku ke kamu! Untuk urusan rumah kan sudah ada pembantu, paling tidak tetap akan ada andil aku yang mengurus kamu. Untuk gaya hidup aku yang glamor, itu kan sudah kewajiban kamu sebagai suami menafkahi istrinya." sahut Tia tak mau kalah. Membuat Fatih merasa kesal, percuma bicara dengan Tia mantan istrinya yang keras kepala dan susah di atur. Lagi pula jika dia ingin menikah kembali, dia akan mencari sosok istri yang lebih baik yang sejalan dengannya.


Fatih langsung menolak Tia mentah-mentah membuat Tia merasa geram mendapat penolakan dari Fatih. Dia pikir, peranan sang ayah bisa membuat Fatih takut.


"Berani sekali kau menolak ku? Kau tau aku ini siapa? Apa kau tak takut jika Ayah ku mencabut jabatan kamu dan menendang kamu dari sini?" ucap Tia sinis.

__ADS_1


"Sebelum aku berkata seperti ini, aku lebih tau siapa Pak Fahri. Dia tak akan melakukan hal itu. Lagi pula aku sudah tau kok siapa kamu sebenarnya, kamu itu hanya anak angkat yang di ambil Pak Fahri dari panti asuhan. Makanya sikap kamu itu sangat berbeda dengan Pak Fahri dan Ibu Almira. Annisa anak kandung mereka, yang menurun sifatnya dari mereka." sahut Fatih tak kalah sinis.


Akhirnya Tia pergi meninggalkan ruangan Fatih, menghentak-hentakkan kakinya dengan perasaan kesal. Dia langsung mencari keberadaan Nisa. Dia mendatangi ruangan Nisa.


"Semua ini gara-gara kamu! Semua orang membela kamu! Dengan kehadiran kamu, hidup ku menjadi menderita. Enyahlah kau!" Tia menarik paksa rambut Nisa dan mendorong Nisa dengan kasar membuat Nisa tersungkur ke lantai. Untungnya ada Kenzi yang sedang membersihan di depan ruangan Nisa. Melihat Nisa yang di tarik paksa Tia keluar ruangan dan tersungkur, Kenzi langsung menolongnya. Membantunya berdiri dan mencoba melindungi dari Tia.


"Kamu itu apa-apaan si, Ti! Mengapa kamu jadi berulah di kantor si! Lagi pula salah Nisa itu apa sih? Kalau Pak Fahri tau kamu melakukan itu ke anaknya, aku yakin pasti dia akan marah besar. Nisa itu anak kesayangannya, bahkan dia rela menukar nyawanya demi anaknya." ucap Fatih yang tiba-tiba saja keluar dari ruangannya mendengar keributan. Fatih melihat saat Kenzi menolong Nisa, entah mengapa hatinya merasa cemburu saat melihat Kenzi memegang tangan Nisa.


Adakah perasaan di hati Fatih untuk Nisa?😄😍


"Kami mau tau letak kesalahan dia apa? Karena dia telah merebut yang telah menjadi hak aku! Cinta dan kasih sayang orang tua aku dan juga kamu." sahut Tia yang kini sudah terisak tangis.


"Kamu salah Ti! Nisa tidak pernah merebut apapun dari kamu! Itu memang semestinya menjadi milik dia. Lagi pula Pak Fahri itu masih sangat menyayangi kamu, dia menganggap kamu sebagai anaknya sendiri hanya kamu saja yang berulah membuat dia merasa kesal. Untuk aku, Nisa tak pernah merebut aku dari kamu. Karena hubungan kita sudah selesai sebelum Nisa hadir. Jadi, kamu tak bisa melarang aku dan Nisa jika suatu saat nanti akan bersama." jelas Fatih.


Ucapan Fatih membuat jantung Kenzi dan Nisa berdegup kencang.


"Apa benar Bang Fatih mencintai aku?"

__ADS_1


"Inilah yang aku takutkan, kalau sebenarnya Fatih memang mencintai Nisa dan berniat memilikinya."


__ADS_2