
"Sekarang kamu siap-siap ya, kita pulang bersama! Karna tempat kamu bukan di sini, tetapi di rumah kita! Bersama ayah dan bunda!" ujar Fahri. Dan Aisyah menganggukkan kepalanya.
Almira yang membantu sang anak, merasa prihatin melihat kondisi sang anak yang hidup dengan kesederhanaan. Apalagi jika mereka mengetahui anak semata wayangnya selama ini hidup dalam keterbatasan. Harus menjadi penjual kue basah keliling, menjajakkan dagangannya. Membanting tulang, demi bertahan hidup. Bahkan di hina oleh mantan suaminya, madunya, dan keluarga suaminya.
Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang, Aisyah masih merasa tak percaya jika dia adalah anak pemilik perusahaan Aneka karya. Sedangkan Almira sejak tadi tak mau jauh dari Aisyah, 20 tahun waktu yang cukup untuk mereka terpisah.
"Oh ya, nanti kamu akan berkenalan dengan kakak angkat kamu namanya Tia. Dulu Tia sempat menikah dengan Fatih, tapi rumah tangga mereka hanya bertahan dua tahun saja. Mereka sudah resmi bercerai satu tahun yang lalu. Meskipun dia lebih dulu berada di tengah-tengah kamu, kamu tetap pemilik semuanya. Karna kamu anak sah kami!" ujar Fahri.
.
Aisyah terus menerus mengucap kata syukur, semua ini adalah kehendak Allah. Rahasia terbesar Allah untuknya. Dia juga tak mampu membendung perasaannya.
"Ayah, Bunda, Aisyah masih tak menyangka kalau Aisyah anak kalian. Beberapa bulan belakangan ini, Aisyah hanya hidup sebatang kara di dunia ini, Aisyah hanya memiliki bang Fatih. Dia adalah orang yang mengangkat Aisyah dari keterpurukan.
Kini mobil yang membawa mereka sudah masuk ke dalam parkiran mobil. Aisyah di buat takjub melihat rumah seperti istana milik Fatih.
"Ayo masuk! Ini adalah rumah kamu! Tempat tinggal kamu sekarang! Kamu sudah terlepas dari masa-masa sulit kamu!" ucap Fahri merangkul putri semata wayangnya.
"Tia...Tia...kemari nak!" panggil Fahri. Meskipun Tia bukan anaknya, hanya anak angkat tapi Fahri selalu memperlakukan Tia seperti anak sendiri. Dia memberikan fasilitas mewah seperti mobil, menyekolahkan sampai perguruan tinggi. Gaya hidup Tia juga sangat glamor. Tia selalu membeli barang-barang branded.
__ADS_1
Namun pada sejatinya, sekuat apapun Fahri dan Almira berusaha mendidik Tia menjadi wanita yang baik. Tetap saja Tia tak bisa. Karna dia memang bukan anak kandung mereka. Dia memiliki karakter yang berbeda dengan Fahri dan Almira. Tia memiliki karakter sombong, dan bertindak semena-mena termasuk kepada mantan suaminya.
Seperti saat ini saat menuruni anak tangga dan melihat kehadiran Aisyah. Tia sudah menunjukkan wajah tak bersahabat. Dia merasa tak suka, takut memiliki saingan.
"Tia, ini perkenalkan Aisyah. Aisyah adalah anak kandung kami yang sempat hilang 20 tahun yang lalu. Tapi Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan kami untuk bertemu." ungkap Fahri. Tentu saja membuat mata Tia membulat sempurna.
"Kenapa ayah bisa yakin kalau dia anak kandung ayah? Yah, zaman sekarang ini banyak sekali yang berniat menipu untuk menjadi anak orang kaya! Mungkin salah satunya wanita di hadapan kita!" ujar Tia ketus.
Fahri tersenyum melihat sikap Tia yang merasa tak suka dengan hadirnya Aisyah. Dia bukanlah orang bodoh, dia sangat mengenal sifat anak angkatnya yang sebenarnya dia tak suka. Tapi mau gimana, Fahri sudah terlanjur mengangkat Tia sejak berusia dua tahun di panti asuhan. Dan dia merawatnya sebagai anak kandung sendiri.
"Pasti kamu sudah mengenal donk sifat ayahmu ini? Ayah bukanlah tipe orang yang mudah terhasut dan percaya begitu saja oleh ucapan orang. Terlebih Aisyah tidak melakukan hal itu! Ayah mengetahui hal ini saat pertemuan Ayah dan Aisyah di perusahaan Aneka Karya. Dia adalah sekertaris Fatih. Dan tanda merah ini sebagai bukti awal bahwa dia anak kami!" ujar Fahri membuat Tia melongo. Bukan hanya karna pertemuan Aisyah dengan Fahri, dan bukti konkrit yang menyatakan kalau Aisyah anak dari Fahri. Tapi karna dia mendengar Aisyah adalah sekertaris mantan suaminya. Hal itu tentu saja membuat hatinya merasa gusar. Karna Tia masih berharap jika Fatih mau memaafkan kesalahan dia dan menerimanya kembali.
❤️❤️❤️
Saat Fahri dan Almira mendengar penuturan Aisyah tentang masa lalunya yang mendapat penghinaan dari Kenzi dan keluarganya. Fahri merasa sangat marah. Sebenarnya dia ingin langsung menemui mereka dan memberitahu bahwa Aisyah yang selama ini mereka hina adalah anak orang kaya dan anak pemilik perusahaan Aneka karya, namun Aisyah melarang sang ayah.
Dia ingin membalasnya secara perlahan. Membuat Kenzi semakin menyesal karna telah menghina dirinya dulu. Aisyah ingin merubah penampilannya dulu yang lebih memukau. Tentu saja Fahri menyetujui keinginan sang anak.
Dan mulai kemarin, Aisyah sudah mulai melakukan tahan perubahan di griya kecantikan seperti yang di lakukan para artis-artis. Aisyah tidak melakukan operasi plastik, hanya melakukan treatment menjadikan kulit dia bertambah bersinar dan cantik. Karna pada dasarnya Aisyah memang sudah cantik.
__ADS_1
Bagaimana reaksi Kenzi nanti saat melihat penampilan baru Aisyah nanti, saat Aisyah hadir kembali? Dan bahkan Aisyah datang bukan lagi sebagai seorang sekertaris Fatih, tapi anak pemilik perusahaan Aneka Karya. Tempat Kenzi dan papa nya berkerja.
Saat ini posisi Aisyah di gantikan oleh orang lain, tujuannya ingin mengecoh pemikiran Kenzi. Kenzi mengira Aisyah sudah berhenti bekerja dan tak akan kembali, karna posisinya kini sudah di gantikan orang lain. Dan Aisyah bahkan sudah menghilang hampir tiga bulan lamanya.
"Aku yakin pasti Kenzi tambah menggilai aku? Tapi sayangnya bukan itu yang aku inginkan." gumam Aisyah saat melihat wajahnya semakin cantik. Ternyata memang benar uang bisa merubah seseorang menjadi cantik.
"Good...good! Kamu memang anak ayah yang luar biasa. Kamu sangat cantik sekali! Jika kamu bukan putri ayah, pasti ayah sudah jatuh cinta padamu." goda Fahri membuat sang anak langsung memeluk sang ayah.
Aisyah kini tak sendiri lagi, dia sudah memiliki tempat berlindung dan berkeluh kesah. Tidak lagi hidup kekurangan, kini dia hidup bergelimang harta. Dan mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua nya.
"Anak ayah sudah siap? Sudah siap membuat tercengang semua orang?" tanya Fahri dan Aisyah menganggukkan kepalanya.
Aisyah datang bukan sebagai Aisyah sang sekretaris tapi datang kembali menjadi putri pemilik perusahaan Aneka karya yang bernama Anissa Anantha gabungan dari nama belakang Fahri dan Almira yaitu Adrian dan Zanitha yang artinya wanita milik Fahri Adrian dan Almira Zanitha.
Aisyah melangkahkan kakinya di perusahaan Aneka karya di dampingi sang ayah. Bahkan Fahri menggandeng mesra tangan anak semata wayangnya. Tentu saja hal itu membuat semua mata tertuju padanya, mereka tercengang.
"Aisyah? Kamu datang kembali? Aku sudah lam menunggumu dan sudah mencari kamu keliling." ucap Kenzi dan Aisyah membalasnya dengan senyuman sinis. Mata Kenzi kini mengarah kepada tangan Fahri yang menggandeng tangan Aisyah.
"Kamu?" Kenzi tak mau melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Kenapa? Seperti yang kamu lihat? Pak Fahri Adrian pemilik perusahaan ini adalah ayahku." sahut Aisyah membuat jantung Kenzi hampir mau copot. Tubuhnya terasa lemas seperti tak ada tumpuan. Matanya membulat sempurna.
Yuk terus beri dukungan untuk karya ini ya😘😍😄🙏