
"Nis, ada lowongan kerja tidak di perusahaan kamu? Kakak ingin bekerja kembali demi masa depan Elang. Kakak tidak mau mengemis ke dia, Kakak harus kuat demi Elang. Memang sih Kakak akan tetap meminta nafkah dari dia untuk Elang." ujar Felisa sambil menikmati bakso yang dia pesan.
"Kakak lulusan apa? Kalau Kakak kerja nanti Elang di tinggal sama siapa? Kasihan masih kecil."
"Iya sih sebenarnya Kakak juga merasa tidak tega ninggalin Elang sama Mama, tetapi Kakak butuh uang untuk bertahan hidup. Jujur Kakak sedih banget Nis, tetapi Kakak harus bangkit. Kakak lulusan administrasi perkantoran, sebelum nikah Kakak sempat kerja," ungkap Felisa. Air matanya kini mulai turun satu persatu.
"Sabar Kak, jika niat Kakak tulus insyaallah Kakak bisa! Kakak bisa kerja di tempat Aku di bagian administrasi. Tetapi saran Aku, tunggu Kakak benar-benar sehat dulu paling tidak seperti cuti setelah melahirkan. Nanti Kakak bisa datang ke kantor Aku ya! Oh ya kapan sidah perceraian Kakak?"
Felisa menceritakan kepada Nisa kalau sidang perceraian tahap pertama akan di gelar 3 minggu lagi. Namun, yang menjadi masalah adalah ancaman Aditya yang akan merebut hak asus Elang kalau dia tak mau kembali kepada mantan suaminya dan menerima menjadi istri kedua menggantikan posisi Farrah.
__ADS_1
"Astaghfirullah, Kak Aditya kok jahat banget ya kak? Padahal Kakak itu jelas-jelas ibu dari Elang, wanita yang telah memberikan anak untuk dia. Aku tidak habis pikir kok bisa ya dia berpikir seperti itu, justru malah belain Farrah. Jangan Kak! Saran Aku lebih baik Kakak tolak saja! Kakak itu cantik, masih muda, masih bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia. Aku jadi gemas deh, cukup Aku saja Kak yang merasakan dulu seperti itu. Menjadi istri kedua bukanlah impian seorang wanita, terlebih kita tahu jahatnya Farrah seperti apa. Aku yakin kakak bisa lebih hidup bahagia berdua dengan Elang dari pada menerima tawaran gila Kak Aditya." cerocos Nisa. Dia menjadi merasa gemas dan geram dengan sikap Aditya kepada Felisa.
Felisa juga sudah berniat untuk tidak kembali kepada mantan suaminya yang telah membuangnya demi membela Farrah. Dia juga berharap agar pengadilan bisa berpihak dengannya, meskipun dia tak mampu untuk membayar jasa pengacara untuk melawan.
"Entahlah Nis, Kakak tidak tahu akhirnya akan seperti apa. Tetapi Kakak akan berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan Elang apa pun yang terjadi. Kakak ingin membuktikan pada dia kalau Kakak mampu bertahan hidup tanpanya," ucap Felisa lirih yang sudah bercampur isak tangis. Dia sudah tak mampu membendung perasaannya.
Nisa lah Dewi penolong untuk Felisa, dia yang akan merubah takdir hidup Felisa. Nisa akan membantu Felisa dengan menggunakan jasa pengacara yang akan membela Felisa di pengadilan melawan Aditya. Nisa juga akan memberikan pekerjaan untuk Felisa agar tidak berharap belas kasihan dari Aditya, meskipun Aditya tetap wajib menafkahi Elang. Tidak ada bekas anak, Elang tetap menjadi anak Aditya apa pun alasannya. Dan jika Aditya lalai, Felisa bisa menuntutnya. Untuk hak asuh Felisa tak perlu khawatir karena Elang saat ini masih menyusu ASI dari Felisa dan sangat membutuhkan ibu kandungnya, terlebih lagi Aditya menceraikan Felisa karena dia berkhianat dan berselingkuh dengan wanita lain.
"Aku yakin Kakak yang akan menang. Kita lihat saja karma apa yang nantinya akan di terima pasangan lacknat itu!" ujar Nisa sambil mengelus punggung Felisa, mencoba untuk menenangkan hati Felisa. Meyakinkan Felisa untuk kuat.
__ADS_1
Mendengar penuturan Nisa, Felisa merasa terharu. Wanita yang dulu dia hina hanya karen dulu hidup serba kekurangan, justru sekarang yang membelanya.
"Maafkan Kakak ya Nis dulu jahat banget sama kamu! Sekarang justru kamu lah yang menolong Kakak. Kamu memang luar basa Nis, Kakak tidak tahu harus membalasnya seperti apa. Kakak hanya bisa berdoa kalau kamu bisa menemukan pendamping hidup yang bisa memberikan kebahagian untuk kamu!" Felisa langsung memeluk Nisa.
"Ya sudah berlalu biarlah berlalu, Aku sudah memaafkan semua kesalahan kalian dulu. Dan tugas Aku sekarang menolong Kakak. Aku gemas melihat laki-laki yang menginjak harga diri seorang wanita dan Aku juga merasa kesal dengan wanita yang tak punya hati seperti Farrah. Dengan teganya dia merebut Kakak iparnya sendiri terlebih saat itu Kakak sedang hamil dari pria itu. Padahal sama-sama seorang wanita."
"Andai kamu mau kembali sama Kenzi, pasti Kakak akan menjadi orang yang pertama kali merasakan bahagia." ucap Felisa.
Nisa hanya membalas dengan senyuman, tetapi sampai saat ini memang dirinya belum ingin merajut cina dengan siapa pun. Saat ini dia masih ingin hidup sendiri. Nisa sosok wanita yang baik hati untuk keluarga Hadi Wijaya.
__ADS_1