
Tia tak merasa takut dengan ancaman Ayah angkatnya, hati dan pikirannya sudah tertutupi Aditya. Dia tak takut lagi jika suatu saat nanti Fahri akan mengusirnya, dia akan meminta perlindungan Aditya. Tia tidak peduli meskipun Aditya masih memiliki istri, dia akan merebutnya. Merebut atas apa yang dia miliki.
Farrah membuka matanya, dan melirik ke arah suaminya yang masih tertidur pulas.
"Kamu itu tadi malam habis ngapain sih? Bisa-bisanya tidur seperti orang mati saja." gerutu Farrah yang melihat suami tak kunjung membuka matanya.
"Kak, bangun! Kakak, bangun!" ucap Farrah yang menggoyang-goyangkan tubuh suaminya berharap suami membuka matanya.
"Sebentar Ti, aku masih mengantuk!" sahut Aditya ngelantur, matanya masih terpejam.
Mendengar suaminya salah memanggil namanya, Farrah langsung naik pitam. Dia langsung membangunkan suaminya dengan kasar. Hingga akhirnya Aditya terpaksa membuka matanya.
"Apa-apaan sih kamu? Kasa banget sih? Aku ini lagi tidur," cerocos Aditya merasa tak suka dengan sikap istrinya.
"Bangun! Justru Kakak yang apa-apaan? Siapa Ti? Kakak selingkuh ya? Semalam Kakak bersama wanita lain?" ujar Farrah memberondong pertanyaan kepada suaminya.
"Kamu ngawur ya? Kemarin itu aku menginap di rumah teman aku, soalnya aku suntuk banget jadi aku butuh hiburan.
"Bohong! Kakak cuma bohongin aku kan?" ujar Farrah yang mulai meneteskan air matanya.
Aditya langsung bangkit dan memeluk sang istri, mencoba menenangkannya. Dirinya memilih berbohong menutupi hubungannya dengan Tia. Dia masih merasa belum tega dengan Farrah, lagi pula hubungan dirinya dengan Tia hanya sekedar have fun.
__ADS_1
"Mana mungkin sih aku selingkuh, aku ini cinta sama kamu! Aku hanya butuh ketenangan semalam," ucap Aditya bohong agar sang istri berhenti menangis. Mendapatkan perlakuan manis dari suaminya, tentu saja Farrah terhanyut. Sang Playboy tentu saja bersorak gembira karena berhasil membohonginya.
❤️❤️❤️
"Kok aku kangen ya sama dia? Apa aku sudah jatuh cinta padanya? Biarin lah meskipun dia suami orang, dia nya yang memulai. Sudah tampan, gagah, romantis, perkasa lagi di ranjang. Tajir juga, sempurna." gumam Tia yang kini sedang senyum-senyum seperti orang yang lagi kasmaran. Dia berpikir dari pada dia harus mengejar Fatih yang hidupnya kolot lebih baik dirinya bersama Aditya. Tia berniat merebut Aditya dari istrinya.
"Pengen telepon dia, tapi takutnya dia masih sama istrinya. Ah biarin sajalah istrinya mengetahui cepat, bukannya lebih bagus mereka segera berakhir?" ucap Tia yang sibuk dengan pemikirannya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Aditya.
Mendengar ponselnya berdering, Aditya yang saat itu sedang bercu*mbu mesra dengan sang istri. Langsung menghentikannya dan bangkit dari ranjang untuk mencari keberadaan ponselnya.
"Tia? Ngapain ni orang telepon? Bisa mengamuk Farrah." gumam Aditya dan akhirnya memilih langsung mereject panggilan dari Tia dan langsung mematikan ponselnya. Setelah itu dia naik lagi ke ranjang.
"Siapa kak?"
Aditya langsung melahap bibir sang istri melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda. Melakukan agar sang istri tak marah lagi samanya dan merasa kalau cintanya tidak terbagi.
Farrah meringis kesakitan bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin. Wajahnya terlihat pucat, tetapi dia berusaha menahannya. Dia tak ingin suaminya kecewa, dia menahan rasa sakit yang dia rasa sampai suaminya menuntaskan hasratnya. Melihat wajah istrinya yang sangat pucat karena menahan rasa sakitnya akhirnya dia menghentikannya dia merasa khawatir dengan apa yang terjadi kepada istrinya. Aditya mencabut benda pusaka nya dari milik istrinya.
"Kamu kenapa? Mengapa wajah kamu pucat? Kamu sakit? Ayo kita periksa ke dokter?" ujar Aditya.
Namun, Farrah masih saja tak mau di ajak berobat. Dia berpikir hanya butuh istirahat saja. Tiba-tiba saja dirinya tadi merasa nyeri di perutnya.
__ADS_1
"Aneh? Padahal aku tak bermain kasar" sahut Aditya dengan tak mau kalah
❤️❤️❤️
Hubungan Tia dan Aditya masih terus berlanjut. Mereka masih sering komunikasi di saat Aditya di kantor. Aditya meminta Tia untuk tidak menghubungi dirinya di kala malam hari, saat bersama istrinya. Awalnya Tia merasa kesal, karena merasa di permainkan. Tetapi dia bisa apa? Dia harus sadar dengan posisinya.
"Sampai kapan kita seperti ini? Aku hanya di jadikan simpanan saja? Sudah, aku tak mau bercinta lagi sama kamu! Aku mau pulang!" cerocos Tia. Dia menolak untuk bercinta dengan Aditya. Tentu saja Aditya tak gagal untuk menikmati tubuh Tia kembali. Dia tak ingin sia-sia sudah membayar sewa hotel. Untuk malam ini Aditya izin lebih dulu kepada Farrah, mengatakan kalau dirinya harus tugas keluar kota. Seperti yang dia lakukan dulu saat sama Felisa dan berselingkuh dengan Farrah. Bodohnya Farrah tidak curiga, percaya saja.
"Kalau malam ini kamu tak melayani aku, aku tak akan bertanggungjawab menikahi kamu! Karena kamu berani menolak aku. Aku tak peduli kalau nantinya kamu hamil anakku, karena kita melakukannya atas dasar suka sama suka bukan suatu paksaan. Tia menelan salivanya, dia tak mampu berkata-kata. Dia takut jika Aditya akan melakukan hal itu kepadanya.
Akhirnya Tia masuk perangkap kembali ke dalam perangkap Aditya. Tia langsung membuka pakaiannya satu persatu seperti seorang ja*lang yang tak memiliki harga diri. Tentu saja hal itu membuat Aditya tersenyum puas, karena selalu bisa menaklukkan hati wanita yang dia mau.
"Aku ingin kamu yang memuaskan ku!" ucap Aditya sambil membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya.
Tia menuruti saja permintaan Aditya. Kali ini dirinya 'lah yang memimpin permainan. Aditya terus memandu Tia untuk mengikuti apa yang dia inginkan, merasa terpuaskan. Berbeda halnya dengan pasangan laknat, Farrah justru sedang menangis. Karena akhir-akhir ini sering kali merasakan sakit saat bercinta. Bahkan kemarin sampat mengeluarkan darah dari miliknya, padahal dirinya tidak sedang haid.
"Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Ingin sekali aku memeriksa apa yang sebenarnya terjadi kepadaku, tetapi aku takut. Aku takut jika akhirnya Kak Aditya meninggalkan aku." ucap Farrah lirih.
❤️❤️❤️
"Ternyata kamu hebat juga di ranjang. Aku suka wanita yang bisa memuaskan aku di ranjang." sahut Aditya to the point. Mendapatkan pujian seperti itu, tentu saja Tia tersenyum bahagia.
__ADS_1
Tia terus memandang wajah Aditya penuh cinta. Hal itu membuat Aditya senang, karena dia tak susah untuk merayu Tia untuk berhubungan intim dengannya. Aditya yakin kalau saat ini Tia sudah jatuh cinta kepadanya. Akan rela melakukan apapun demi nya.
" I love You ..." Kata yang keluar dari bibir seorang playboy yang mampu membuat Tia melayang ke angkasa.