
Hari terus berlalu, Kenzi terus saja mengganggu Nisa membuat dirinya menjadi geram. Nisa yakin kalau cinta Kenzi tidaklah tulus, hanya karena dirinya yang sekarang adalah wanita yang sempurna. Niat hati ingin menggoda Kenzi, justru dirinya yang sekarang merasa risih. Nisa selalu berusaha agar Kenzi tak menyentuk dirinya sedikit pun.
Malam ini Nisa sedang duduk di ruang tv bersama ayah dan bundanya. Nisa kini tak merasa kesepian seperti dulu, dia telah memiliki tempat untuk berpijak. Hal itu yang membuat Tia merasa cemburu, dia ingin Nisa pergi kembali dari kehidupan orang tua angkatnya dan menjadikan dia anak satu-satunya.
"Yah, boleh ga Nisa minta satu permintaan lagi sama ayah?" ucap Annisa ragu-ragu. Sebenarnya ini bukan sifat Nisa, tetapi Kenzi dan keluarganya patut merasakan apa yang dia rasakan dulu.
"Katakanlah sayang...selagi ayah bisa, ayah akan mengabulkan permintaan kamu!" ucap Fahri sambil mengelus punggung sang anak dengan lembut.
"Iya nak...ayah pasti mengabulkan semua permintaan kamu, karna kamu adalah harta berharga ayah dan bunda." sahut Almira yang ikut berbicara. Tentu saja hal itu membuat Annisa tersenyum bahagia.
Annisa mengatakan kalau Kenzi masih terus mengganggu dirinya, meskipun berkali-kali Aisyah menolaknya. Nisa ingin sang ayah memecat mantan suaminya itu dan mengambil fasilitas mobil kantor yang saat ini di gunakan Kenzi. Dirinya masih sangat ingat saat Kenzi begitu sombongnya menabrak dirinya dulu. Padahal mobil itu hanya mobil inventaris kantor bukan mobil dia sendiri.
"Ayah akan mengabulkan permintaan kamu, kalau perlu ayah akan menutup semua akses agar Kenzi tak bisa bekerja di mana pun. Dan jika dia ingin tetap bekerja di sini, hanya posisi office boy yang cocok untuknya. Biar dia merasakan jadi kamu dulu. Anak pengusaha hebat harus menjadi pembantu di rumah suaminya sendiri. Sekarang gantian biar dia merasakan jadi pembantu di perusahaan ayah." ujar ayah Fahri.
"Nisa jahat banget ya yah? Jujur Nisa merasa berat melakukan hal ini, tetapi kalau Nisa ga berbuat ini pasti dia akan terus merendahkan orang seperti Nisa dulu. Ayah tau ga? Mama dan istrinya Kenzi itu sombong banget, sering bertindak semena-mena kepada orang susah. Nisa ingin mereka berada di posisi orang-orang tersebut. Menjadi orang yang di rendahkan itu tak enak, merasa terhina." ujar Nisa.
"Ayah setuju kalau balas dendam kamu untuk memberi pelajaran berharga untuk mereka. Bapaknya Kenzi sekalian saja kita pecat, ayah tak sudi memperkerjakan karyawan seperti mereka. Biar mereka merasa menjadi orang susah. Ayah akan memecat mereka tanpa pesangon. Bagaimana?" ucap ayah Fahri.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Nisa dan sang ayah sudah bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan Aneka Karya. Hari ini mereka akan memberikan pelajaran sangat berharga untuk Kenzi dan keluarganya. Bahwa harta yang mereka miliki hanyalah sebuah titipan dari yang maha kuasa yang sewaktu-waktu bisa saja di ambil. Kesombongan hanya milik Allah, jika Allah sudah berkehendak akan terjadi maka terjadilah.
"Sudah siap melihat reaksi mereka?" tanya ayah Fahri dan Nisa menganggukkan kepalanya serasa tersenyum kaku. Seakan hati dan tindakan tak seiring jalan
Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju kantor, selama perjalanan Fahri terus menggenggam tangan sang anak untuk memberi kekuatan. Ini adalah hal terbesar dalam hidup Nisa, memporak-porandakan perasaan orang. Dia tak bisa membayangkan apa yang akan di rasa Kenzi dan mantan mertuanya itu.
"Bismillah, semoga Allah memudahkan langkah aku!" ucap Nisa dalam hati.
Nisa dan sang ayah memasuki kantor, menuju ruangan Fatih. Semua mata tertuju kepada mereka dan memberi hormat. Tak ada lagi yang akan berani menghina dan menyakiti hati Nisa.
"Ada hal penting yang ingin saya bicarakan kepada kamu. Semalam kami sudah sepakat untuk memecat Kenzi dari jabatannya, dan tentunya akan menarik mobil inventaris kantor dari Kenzi. Dan kami ingin memecat Pak Hadi juga dari sini, tanpa pesangon." ungkap Fahri.
Tentu saja Fatih hanya bisa menyetujuinya, karena ini adalah keinginan pemilik perusahaan. Keputusan mutlak yang tak bisa di ganggu gugat.
"Baiklah, kita adakan pertemuan saja sekarang! Tolong kamu kumpulkan semua karyawan staf di ruang meeting! Saya ingin hal ini menjadi pelajaran untuk semua staf yang melihat." titah Fahri.
__ADS_1
Kini mereka sudah berkumpul di ruang meeting, suasana terasa mencekam. Mereka sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Kenzi dan Pak Hadi memilih menundukkan kepalanya, entah mengapa hatinya terasa deg-degan. Wajahnya terlihat pucat.
Fatih mengatakan kalau semua karyawan sudah lengkap berada di sini dan mempersilahkan bos nya untuk memulainya.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul di sini, pertemuan dadakan kita kali ini akan saya buka. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada semua karyawan yang hadir di sini. Ada dua hal yang akan saya katakan di sini. Yang pertama, mulai hari ini Perusahaan Aneka Karya resmi akan saya berikan kepada anak semata wayang saya yaitu Annisa Anantha. Namun, untuk kepemimpinan tetap akan di pimpin oleh Fatih selaku direktur utama." ujar Fahri. Semua karyawan memberikan tepukan untuk pemilik baru.
Nyes
Hati Kenzi dan Pak Hadi terasa sesak seketika, orang yang dulu dia sangat hina sekarang adalah pemilik perusahaan tempat dia bekerja. Bagaimana perasaan mereka berdua? Urat nadinya terasa terputus, malaikat pencabut nyawa sudah menghampiri mereka dan siap mencabut nyawanya.
"Baiklah saya akan lanjut ke pembicaraan kita selanjutnya. Perihal yang kedua. Dengan berat hati, kami selaku pemilik Perusahaan Aneka Karya akan menyatakan bahwa mulai ini Kenzi Alwi Wijaya akan saya berhentikan dari perusahaan ini dan secara otomatis perusahaan akan menarik kembali inventaris mobil yang selama ini dia pakai. Kami juga sudah memutuskan untuk mempensiunkan dini Pak Hadi Wijaya tanpa pesangon." ungkap Fahri.
Seperti bom atom yang meledak di tubuh keduanya, tubuh mereka terasa lemas tak berdaya. Kenikmatan mereka selama ini di tarik dalam sekejap, dan hanya meninggalkan penyesalan tiada tara. Semua mata tertuju kepada mereka, seperti melihat seseorang tertuduh pidana.
"Tuan, saya mohon jangan lakukan ini kepada kami! Bukankah kami sudah menjalankan tugas kami dengan bekerja dengan baik. Saya mohon jangan libatkan masa lalu yang kami perbuat!" ucap Kenzi dan Pak Hadi memohon, mengharap iba dari Fahri dan Aisyah.
"Mohon maaf Kenzi dan Hadi. Memang kalian selama ini sudah memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan, tetapi semua ini sudah menjadi keputusan kami untuk tidak memperkerjakan kalian lagi!" sahut Fahri membuat Kenzi dan Pak Hadi tak mampu berkata-kata lagi. Keputusan ada di tangan pemilik Perusahaan.
__ADS_1
Yuk berikan dukungan kalian agar Author semangat untuk menulis 🙏