Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Berita bahagia dari Felisa dan Adrian


__ADS_3

"Mengapa dua bulan ini aku tak datang bulan ya? Biasanya tak seperti ini." gumam Felisa. Felisa terlihat gelisah, dia merasa takut kalau dirinya memiliki penyakit.


"Kamu kenapa sayang? Apa kamu sedang sakit? Mengapa wajah kamu terlihat seperti orang yang sedang gelisah?" tanya Adrian. Setelah dirinya baru saja selesai mandi, dia melihat istrinya yang seperti orang yang sedang gelisah. Dia langsung menghampiri sang istri dan mengusap punggung istrinya dengan lembut mencoba menenangkan.


"Emmm, aku sedang bingung. Kenapa ya dua bulan ini aku belum datang bulan? Aku takut kalau memiliki penyakit yang membahayakan." ucap Feli lirih.


"Sebelumnya kamu tak pernah mengalami seperti ini? Aku yakin semua baik-baik saja, mungkin hanya siklus saja yang lagi tidak lancar. Gimana kalau hari ini kita periksa saja ke Dokter?" ujar Adrian.


"Tapi aku takut. Aku takut untuk menerima kenyataan kalau aku di nyatakan memiliki penyakit berat." sahut Feli yang kini sudah terisak tangis.


"Yakinlah kalau semuanya akan baik-baik saja. Kamu tak perlu takut, kamu tidak sendiri. Hari ini aku tidak akan ke kantor, aku akan menemani kamu ke Dokter." ucap Adrian sambil menghapus air mata di wajah istrinya. Felisa sudah mulai merasa tenang.


Felisa berdiri di depan cermin, memiringkan tubuhnya ke kiri dan kanan. Dia melihat perubahan di tubuhnya, tubuhnya terlihat sedikit berisi. Tiba-tiba saja wajahnya terlihat sendu.


"Kenapa lagi? Gelisah lagi?" ucap Adrian yang tiba-tiba saja menghampiri istrinya dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Tubuhku terlihat berisi. Pasti karena dua bulan ini aku tak datang bulan. Kalau nanti aku menjadi gemuk gimana?" ucap Felisa membuat Adrian terkekeh mendengarnya. Adrian membalikkan tubuh istrinya menjadi berhadapan dengan dirinya.


"Kamu itu menggemaskan banget ya seperti ini? Bahkan lebih dari Elang menggemaskannya. Kamu tau ga kalau aku ini cinta sama kamu, bukan sama fisik kamu. Biar kamu gemuk seperti gentong, perasaan aku ke kamu tak akan berubah. Apalagi nanti di saat kamu hamil anak aku, hal itu tak akan menjadi masalah untuk aku. Kamu paham kan? Lebih baik sekarang kita berangkat ke Dokter, bukannya kamu bilang kalau jadwal prakteknya mulai jam 9 pagi?" cerocos Adrian. Adrian mencubit hidung istrinya dengan mesra menunjukkan perasaan gemasnya.

__ADS_1


Mereka pergi ke dokter berdua, memilih untuk tidak membawa Elang. Feli menitipkan Elang kepada baby sitter sang anak. Hatinya masih merasa cemas memikirkan penyebab dirinya tak kedatangan tamu bulanan.


Feli baru saja sampai di rumah sakit. Adrian menggandeng tangan istrinya dengan mesra. Tanpa sengaja ada sepasang mata yang menatap dirinya dengan penuh kesal. Ya dia adalah Aditya, mantan suami Feli dan ayah dari anaknya Elang. Ingin rasanya dia menghampiri Feli, tetapi akhirnya Aditya mengurungkan niatnya. Dia tak ingin kalau Feli mengetahui kalau dirinya saat ini sedang berada di rumah sakit.


Kedatangan Aditya saat ini ingin memeriksakan kondisi dirinya yang akhir-akhir ini menurun, bahkan miliknya tak bisa bangun seperti mati suri. Bagi Aditya hal itu sangat meresahkan dirinya. Terlebih dirinya ingin sekali memiliki anak dan jiwa lelakinya masih menginginkannya hanya miliknya yang tak mampu.


"Tidak perlu cemas, yakinlah semua akan baik-baik saja! Terus berdoa, memohon kepada Allah yang maha kuas atas semuanya!" ucap Adrian sambil menggenggam tangan istrinya dengan erat.


Kini saatnya giliran Feli untuk di periksa. Feli memberi tahu keluhan yang dia rasakan. Dokter langsung melakukan pemeriksaan. Feli tak berani menatap layar monitor, seolah terlihat cuek. Padahal saat itu jantungnya berdegup sangat kencang, bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin.


"Rileks bu! Jangan tegang seperti itu!


"Itu apa Dok? Apa itu penyakit aku?" tanya Feli lirih dia tak mampu membendung perasaannya lagi. Adrian terus mengelus pundak istrinya agar sang istri bisa tenang dulu.


"Selama ini memangnya ibu tak merasa ada yang berubah dalam diri anda? Seperti mual muntah di pagi hari, tubuh merasa lelah, dan cepat cape. Ini sudah hampir dua bulan loh." ucap Dokter Leta. Membuat Feli bertambah lesu. Dia menceritakan apa yang dia rasakan selama ini.


"Itu sudah ibu rasakan dari bulan lalu, tapi mengapa Ibu baru sekarang memeriksakannya? Ibu sebelumnya belum pernah hamil ya? Saat ini ibu sedang hamil dan kantung tadi itu kantung bayi." jelas Dokter Leta.


"Apa? Saya hamil Dok? Saya tidak sakit apa-apa?" tanya Feli untuk menyakinkan.

__ADS_1


Dokter Leta menjelaskan kembali kalau saat ini Feli sedang hamil dan tak memiliki penyakit apapun. Mendengar sang istri saat itu sedang hamil, Adrian langsung menghujani istrinya dengan ciuman mesra. Wajahnya terlihat sangat bahagia.


"Ya Allah aku sampai seperti orang bodoh, Dok. Padahal ini bukan kehamilan pertama aku. Tapi kenapa aku bisa ga menyadari seperti ini ya? Kenapa aku ga bisa berpikir kalau aku saat ini sedang hamil ya?" ucap Felisa yang menyesali kebodohannya.


"Sudahlah sayang, namanya juga manusia. Wajar seperti itu. Sudah tidak perlu di bahas lagi, saat ini yang terpenting kita harus bersyukur. Aku cinta kamu. Terima kasih telah memberikan anak untuk aku. Assalamualaikum anak Ayah." ucap Adrian sambil menciumi perut istrinya. Sikap dan ucapan Adrian membuat Felisa merasa malu, wajahnya sudah terlihat memerah.


Sambil menunggu up mampir yuk di karya teman aku, di jamin seru banget ada unsur komedinya ya.


Judul: Dikira Satpam Ternyata Sultan


Penulis: Rini Sya


Atas permintaan sang nenek, Nadin terpaksa membuat perjanjian gila dengan seseorang yang bermasalah dengannya.


Perjanjian gila yang berisi kesepakatan pernikahan itu mengantarkan Nadin pada masalah besar. Nyatanya pria yang ia ketahui hanya sebagai satpam itu, malah membuat hatinya tak berkutik. Bukan hanya itu, rahasia besar yang dimiliki pria tersebut, juga membuat Nadin tercengang.



Mampir juga di karya satu ini, ceritanya bikin gregetan.

__ADS_1



__ADS_2