Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Bulan Madu yang tertunda


__ADS_3

"Ma, aku titip Elang dulu ya. Rencananya kami akan berangkat ke sana selama 4 hari 3 malam." ucap Felisa kepada sang Mama. Untungnya Elang sudah terbiasa dekat dengan nenek dan kakeknya.


Adrian menggandeng mesra tangan Felisa memasuki kapal phinisi. Adrian sudah menyewa kapal phinisi untuk mereka berdua. Mereka akan berlayar menuju labuan bajo. Felisa terlihat sangat bahagia.


"Gimana kamu suka? Semua ini aku lakukan demi kebahagiaan kamu. I Love You," ucap Adrian sambil menggenggam tangan Felisa.


Perlahan bibir mereka menyatu. Adrian menarik tengkuk Felisa untuk memperdalam ciuman mereka. Ini adalah pengalaman pertama mereka bermesraan di tengah laut di iringi angin sepoi-sepoi.


"Kita lanjut nanti di kamar, kita nikmati dulu pemandangan laut." ucap Adrian melepaskan ciu*man itu dan Felisa menganggukkan kepalanya. Wajahnya tersipu malu.


Mereka bermesraan layaknya orang yang sedang kasmaran. Bahkan Adrian sudah merencanakan sebuah dinner yang romantis nanti malam. Dia sudah menyiapkan surprise untuk istri tercintanya. Dia ingin membuktikan kalau dirinya sangat mencintai Felisa. Tak lupa mereka mengabadikan momen kebersamaan mereka.


"Hari sudah siang, ayo kita makan dulu. Setelah ini aku ingin memakan mu di kamar." ucap Adrian to the point. Felisa sebenarnya masih merasa canggung. Meskipun Felisa sudah menjadi janda dan telah memiliki anak, tapi umur Felisa lebih muda dari Adrian.


"Makannya yang banyak donk. Kamu ga suka ya makanannya?" tanya Adrian saat melihat Felisa tak nap*su makan dan merasa gelisah. Felisa menggelengkan kepalanya, tiba-tiba dia teringat anaknya Elang terlebih air susunya sudah merembes membasahi bajunya membuat dirinya tak nyaman.


"Sakit ya payu*daranya? Ya udah kita langsung ke kamar, nanti kalau kamu lapar kita pesen makanan saja untuk di antar ke kamar.


"Cantik banget dekorasinya, bunga-bunganya juga indah. Makasih Hubby. Love you." ucap Felisa sambil memberikan kecupan di pipi suaminya, tentu saja membuat Adrian bahagia.


Payu*dara Felisa terlihat bertambah besar terlihat membengkak. Dia harus memompa air susunya dan memasukkan ke dalam freezer kulkas, untungnya di dalam kamar terdapat kulkas. Kamar yang mereka tempati sangat mewah. Adrian benar-benar memanjakan Felisa.


"Sudah enakan? Elang pasti bangga memiliki ibu seperti kamu, perjuangan kamu mengurusnya sangat luar biasa. Bahkan di saat kamu pergi saja, kamu selalu ingat dirinya. Menyiapkan asi untuknya." ucap Adrian.


Setelah urusan pumping susu telah selesai, Felisa memilih untuk mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tentu saja Adrian tak membiarkan istrinya mandi dengan tenang. Dia meminta untuk mandi bersama. Mau tak mau dirinya setuju, demi menyenangkan hati suaminya.

__ADS_1


Adrian mendorong tubuh Felisa hingga membentur tembok, Adrian mulai mencum*bu mesra bibir istrinya. Lidah mereka saling membelit, tangan Adrian tak bisa di kondisikan lagi. Tangannya sudah menyelusuri tubuh istrinya. Desauan mulai keluar dari bibir Felisa saat lidah suaminya menelusuri tubuhnya, mulai dari leher hingga turun ke bukit kembar dirinya.


"Jangan di hi*sap. Ini untuk Elang." ucap Felisa menyadarkan suaminya. Adrian menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Dia harus mengerti, toh masih ada tempat lain untuk di eksplore.


Suara-suara merdu saling bertautan, keduanya sama-sama menikmati. Adrian yang baru merasakan nikmatnya surga dunia sangat menggila. Pantas saja banyak yang terlena, karena memberikan kenikmatan yang luar biasa.


"Sayang ...," racau Adrian. Dia tak mampu lagi berkata-kata.


Adrian semakin mempercepat permainannya, dia hampir mencapai *******. Hingga akhirnya mengerang dan menumpahkan cairan hangat ke rahim istrinya, berharap akan segera hadir keturunannya. Kedua napasnya terengah-engah, membaringkan tubuhnya sambil tangannya terus menggenggam.


"Aku cinta dan sayang banget sama kamu. Siapkah kamu menjadi ibu dari anak-anakku?" ucap Adrian sambil membawa sang istri dalam dekapan hangatnya dan tak lupa memberikan kecupan mesra untuk istrinya.


"Aku juga cinta dan sayang sama kamu. Aku siap menjadi ibu dari anak-anak kita." sahut Felisa.


Untungnya Elang tak rewel, seakan mengerti memberikan waktu untuk sang Mama untuk merasakan kebahagiaan. Berharap kelak Elang bisa menjadi laki-laki yang kuat, melindungi sang Mama.


"Aku kangen sama Elang." ucap Felisa, wajahnya tiba-tiba terlihat sendu.


"Sabar ya, besok kita akan kembali." ujar Adrian menenangkan sang istri dan Felisa menganggukkan kepalanya dan kini kepalanya dia benamkan di dada suaminya.


❤️❤️❤️


"Abang geli," teriak Nisa saat Fatih bermain-main di leher istrinya menggoda istrinya dan berakhir dengan dekapan hangat.


"Aku cintaaaaaaa banget sama kamu," ucap Fatih. Netra mereka kini saling bertemu. Nisa seakan terhipnotis pesona suami tampannya. Meskipun Fatih hanya berpenampilan sederhana, tapi tak mengurangi ketampanannya.

__ADS_1


"Yang, aku pengen banget punya anak banyak biar rumah kita rame. Kalau kita punya anak sepuluh gimana?" ungkap Fatih membuat Nisa melongo.


Nisa tentu saja tak mau, mengajukan protes. Masa kerjaannya hamil dan melahirkan terus. Dia khawatir nantinya, dia akan sibuk mengurus anaknya hingga waktu kebersamaan mereka terganggu. Bagaimana pun pasangan suami istri harus memiliki waktu untuk bersama, meskipun hanya melakukan hal sepele.


"Benar juga apa yang di katakan kamu yang. Anak kita yang sekarang jenis kelaminnya apa ya? Semoga sepasang ya. Setelah ini kamu off dulu untuk hamil, yang ada nanti aku ga kebagian terus. Ga bisa nyangkul kalau kamu sibuk terus mengurus anak," cerocos Fatih.


"Amin. Aku juga berharap semoga kembar sehat dan memiliki jenis kelamin berbeda. Enak punya anak sekali dua, sepasang lagi" sahut Nisa.


❤️❤️❤️


"Ken, kamu ga ada keinginan untuk menikah lagi? Kakak mu saja sudah move on, masa kamu masih betah sendiri aja. Emang ga mau punya anak seperti Elang?" ucap Mama Eliza membuka obrolan.


"Pasti adalah Ma, hanya saja belum bertemu wanita yang tepat. Jadi aku masih memilih hidup sendiri. Doakan saja agar Kenzi segera memiliki istri kembali," sahut Kenzi.


Kenzi menginginkan seorang istri yang sholeh dan berhijab, berpenampilan seksi hanya saat bersamanya yang dapat menjaga pandangan dan kemalu*annya hanya untuknya. Pastinya dia juga akan membekali dirinya seperti itu. Dia kini menjadi sosok laki-laki yang sholeh. Dari segi sikap dan juga penampilan. Dia berusaha untuk Hijrah.


Adrian membawa Felisa ke sebuah tempat yang sudah di dekor sangat indah. Tempat itu mengarah ke pemandangan laut. Rona bahagia terpancar dari wajah Felisa saat mendapatkan surprise dari suaminya. Bukan hanya kencan romantis saja, Adrian juga telah menyiapkan satu buah cincin bermata berlian dan juga bunga untuk wanita yang dia cintai.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya temanku.


Judul : Terjerat Cinta Berondong Kaya


Napen : Liana Kiezia


__ADS_1


__ADS_2