Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Dukungan Orang terdekat


__ADS_3

"Semangat Kak, Aku yakin Kakak pasti menang! Karna posisi Kakak memang di pihak yang benar, selama ini Kakak selalu berusaha untuk menjadi istri yang setia. Kakak juga sudah berjuang untuk melahirkan Elang, mempertaruhkan nyawa Kakak. Aku yakin hak asuh Elang akan jatuh ke Kakak. Sabar ya Kak, jangan lupa terus berdoa karena hanya Allah tempat kita meminta pertolongan!" ucap Nisa.


"Iya Nis, makasih ya atas dukungan kamu untuk Kakak!"


Hari ini Felisa memilih membawa serta Elang, dia merasa tak tega meninggalkan Elang dengan sang Mama. Selain Elang masih belum terbiasa minum ASI melalui botol, mama Eliza saat ini juga lagi sakit. Akhir-akhir ini mama Eliza sering kali sakit.


"Elang doain Mama nya ya!" ucap Nisa sambil mengelus pipi Elang lembut.


Saat ini Nisa sedang menggendong Elang. Hatinya merasa terenyuh saat melihat wajah Elang yang menggemaskan. Seharusnya Aditya merasa bersyukur dan menyayangi Elang. Elang sosok bayi yang menggemaskan yang memiliki kulit berwarna putih, hidung mancung, dan pipi chubby.


"Kamu sudah cocok banget Nis punya anak!" goda Felisa dan lagi-lagi Nisa membalasnya hanya dengan senyuman.

__ADS_1


❤️❤️❤️


Felisa sudah sampai di rumah, di antar oleh Nisa. Felisa menjelaskan kepada kedua orang tuanya dan juga Kenzi kalau Nisa telah menyiapkan satu orang pengacara untuk membantu dia memenangkan hak asuh Elang. Felisa juga menceritakan kalau Nisa menerima dirinya untuk bekerja di Perusahaan kapan pun dia mau.


"Baik banget ya Nisa, Mama jadi malu dulu sudah jahat banget sama dia tetapi dia masih saja mau membantu kita." ujar Mama Eliza lirih. Dia sudah merasa sadar atas apa yang dia lakukan dulu. Perlahan Mama Eliza sudah mulai menerima keadaan dan menikmati kehidupannya sekarang.


"Andai Nisa mau kembali sama Aku lagi, Aku pasti akan menjadi orang yang beruntung banget Kak. Dia suka cerita ga sama Kakak saat ini dia sedang dekat sama siapa?"


❤️❤️❤️


"Doakan Aku ya Ma, Pah semoga minggu depan sidang perceraian Aku berjalan lancar," Felisa memohon doa restu kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Tanpa kamu minta, kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Memang sangat berat hidup menjadi janda , tetapi Papa yakin kamu pasti bisa melewatinya." Doa sang Papa.


Mungkin di fase awal perceraian adalah suatu keputusan yang sangat mengerikan. Berpikir atas apa yang akan terjadi di kehidupan selanjutnya. Tetapi ini memang yang terbaik, dari pada harus tetap menjalani pernikahan dengan dua manusi yang tak berhati.


Felisa memeluk sang Mama dan Papa secara bergantian. Meluapkan kesedihan yang dia rasakan. Tak pernah terbayangkan di benaknya kalau pernikahannya akan seperti ini akhirnya. Sama halnya dengan impian semua orang yang ingin menikah satu kali saja, tetapi kita bisa apa? Jika Allah sudah menuliskan takdir kita seperti itu, lebih baik ambil hikmahnya saja kalau laki-laki itu memang bukan jodoh kita dan bukan yang terbaik untuk kita.


Sama halnya dengan Felisa, Mama Eliza dan Papa Hadi pun merasakan hal yang sama. Hatinya terasa sesak dan air matanya terus mengalir. Hal ini masih seperti mimpi baginya, kedua anaknya harus bercerai dengan kisah cinta yang tragis.


"Semoga kamu dan Kenzi kelak bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik yang menyayangi kalian." ungkap Papa Hadi.


Dukungan terbesar dari keluarga terdekat akan menjadi kekuatan sendiri untuk mereka. Di mana mereka tak akan merasa sendiri menjalaninya.

__ADS_1


__ADS_2