
"Apa kau tak tau cara memuaskan pelanggan mu?" bentak Aditya. Aditya merasa kesal karena miliknya tak juga bangun hingga dirinya mengumpat wanita malam yang dia boking.
"Jangan salahkan aku, barang kamu saja yang tak bangun. Kau lihat kan kalau aku sejak tadi sudah berusaha membangunkan milikmu. Apa kau memiliki penyakit yang membuat milikmu tak bangun?" cerocos Miranda. Sejak tadi dirinya sudah berusaha untuk membangunkan tetapi milik Aditya masih saja melayu.
"Sudah sana pergi, aku tak ingin melihatmu lagi! Dasar ja*lang amatiran. Tak becus kerja," umpat Aditya.
Aditya berteriak meluapkan kekesalannya. Dirinya merasa frustasi karena miliknya tak bereaksi saat Miranda mengulumnya. Bagaimana dirinya bisa melanjutkan percintaannya kalau miliknya seperti itu.
"Kau bilang aku penyakitan? Berani-beraninya kau berkata itu. Kau tak kenal saja siapa aku. Aku laki-laki perkasa di ranjang, bahkan kau tak akan kuat menandinginya. Hahaha." ucap Aditya geram di akhiri tawa.
Aditya mencoba memainkan miliknya sendiri, tetapi dirinya juga gagal hingga membuat dirinya kesal dan akhirnya melemparkan barang-barang yang berada di dekatnya. Aditya terlihat histeris. Baru kali ini dirinya mengalami hal ini.
"Apa mungkin hanya Emeli saja yang mampu membuat gai*rah aku bangkit? Aneh dulu tak seperti ini, milikku bisa memuaskan wanita mana pun."
Dari pada dirinya merasa rugi karena telah menyewa kamar hotel, Aditya mencoba menghubungi nomor ponsel Emeli karena lewat WhatsApp tak bisa. Emeli memblokir nomor WhatsApp Aditya. Meskipun terblokir, pesan SMS Aditya tetap terkirim ke Emeli. Saat itu Emeli sedang berada di kamar mandi, suaminya 'lah yang membaca pesan dari Aditya.
["Hai sayang, gimana kabarmu? Kapan suamimu pergi kembali bekerja lagi? Aku sudah sangat merindukan momen kebersamaan kita di ranjang," tulis Aditya melalui pesan SMS. ]
"Jadi selama ini kamu bermain api di luar sana? Lihat saja nanti, aku akan membalaskan dendamku untuk semua perbuatan yang kamu lakukan ke aku" ucap Yudha suami dari Emeli, dia sudah mengepalkan tangannya hatinya merasa panas mengetahui kalau istrinya selama ini selingkuh dengan laki-laki lain.
Emeli baru saja keluar dari kamar mandi, dan terkejut melihat ponselnya di pegang dengan suaminya. Jantungnya berdegup sangat kencang, dia merasa ketakutan kalau-kalau ada pesan atau telepon dari laki-laki. Sebelum bersama Aditya, Emeli sempat bermain dengan banyak laki-laki yang usianya lebih muda darinya.
"Sayang, ada apa? Siapa yang menghubungi diriku?" tanya Emeli mesra. Yudha langsung menghapus pesan dari Aditya.
__ADS_1
"Tidak ada sayang, aku hanya ingin melihat-lihat isi di dalam ponselmu," ucap Yudha.
Tentu saja Emeli merasa panik, dia langsung menarik napas panjang dan menghampiri sang suami. Dia takut rahasianya akan terbongkar. Yudha memilih merahasiakan hal ini sebelumnya, dia ingin memberikan kejutan kepada sang istri nanti. Emeli baru bisa bernapas lega kala melihat ponselnya dan tak ada yang menghubunginya. Sebelum suaminya pulang, dia sudah menghapus semua yang berurusan dengan laki-laki lain.
Aditya terlihat gelisah, membolak-balikkan tubuhnya ke kanan ke kiri menunggu Emeli membalas pesan darinya. Sayangnya yang di tunggu tak tau kalau dirinya sempat mengirimkan pesan kepada Emeli.
❤️❤️❤️
"Benarkah sayang? Baiklah kita bertemu di Hotel Amazon jam 7 malam, setelah aku pulang dari kantor aku akan langsung ke sana. See You, Baby ..." ucap Aditya. Dia merasa bahagia saat Emeli menghubungi dirinya untuk mengajak bertemu. Ini adalah hal yang di nanti Aditya, karena selama satu minggu ini dirinya tak bisa melakukan pelepasan membuat moodnya anjlok.
"Aku yakin dengan Emeli pasti aku akan terang*sang." ucap Aditya dalam hati, dirinya bersorak gembira dalam hati.
Hari yang di nanti telah tiba. Emeli sudah datang lebih dulu, karena jalanan menuju ke Hotel sedikit tersendat dari Kantornya hingga membuat Aditya datang terlambat.
"Sayang, aku merindukanmu. Milikku juga sudah sangat merindukan milikmu," ucap Aditya yang langsung memeluk tubuh Emeli.
"Aku kira kau tak akan pernah menghubungi aku lagi dan melupakan aku." ucap Aditya dan Emeli tertawa renyah.
Tentu saja tidak, saat ini hanya Aditya yang pas dengannya di ranjang. Emeli tak mungkin melupakannya. Hanya saja dia takut kalau suaminya mengetahui perselingkuhan dirinya dengan Aditya, bisa-bisa dia kehilangan fasilitas mewah dari suaminya.
Aditya langsung mengangkat tubuh Emeli dan membaringkan tubuhnya di ranjang. Dengan tak sabar Aditya langsung meraup bibir Emeli. Sedangkan tangannya terus menelusuri titik-titik sensitif Emeli membuat Emeli mendesau menikmati permainan Aditya.
Aditya merasa miliknya yang tak menegang, biasanya bersentuhan dengan Emeli miliknya langsung turn on. Dia terus berusaha melakukan hal yang biasa dia lakukan satu persatu. Hanya Emeli yang sangat menikmati bahkan dirinya mengalami pelepasan pertama. Aditya merasa frustasi saat Emeli sudah tak tahan lagi ingin bercinta dengannya.
__ADS_1
"Ayo sayang, aku sudah tak tahan lagi," racau Emeli membuat Aditya semakin panik. Wajahnya terlihat pucat, wajah dan tubuhnya sudah di basahi keringat dingin. Aditya terpaksa menghentikan permainan itu. Merasa Aditya menghentikan, Emeli langsung tersadar dan bangkit menatap Aditya.
"Mengapa tak di lanjut? Apa kau ingin mempermainkan aku di saat aku sudah sangat menginginkannya?" ucap Emeli ketus sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing karena nap*sunya yang tak tersalurkan.
"Maaf aku tak bisa dan aku tak berniat melakukan hal itu." ucap Aditya lesu.
Emeli menatap dalam Aditya, dia melihat perubahan yang terjadi pada Aditya. Tak seperti biasanya Aditya seperti ini, selama ini Aditya selalu bisa di andalkan untuk memuaskan dirinya bahkan membuat dia tergila-gila.
"Apa kau sakit? Wajahmu terlihat sangat pucat dan keringatmu juga sangat banyak. Ya sudah kalau kamu sakit, beristirahat saja," ucap Emeli.
Emeli memilih membersihkan tubuhnya dan memakai pakaiannya kembali, sedangkan Aditya masih saja termenung. Dia tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Dirinya menjadi gelisah menyebabkan frustasi.
"Kalau kau tak bisa lebih baik aku pulang." ucap Emeli yang sudah menyambar tas miliknya.
Aditya langsung menangkap tubuh Emeli dan berharap Emeli tak meninggalkan dirinya dan masih mau menemani dirinya. Tetapi sayangnya Emeli tak mau melakukan hal itu dia tetap memilih untuk pulang. Untuk apa bersama kalau Aditya tak bisa memuaskan dirinya.
"Ku mohon jangan tinggalkan aku. Mungkin aku hanya sedang merasa stres yang berlebihan dan lelah hingga membuat milik aku tak bereaksi. Izinkan aku beristirahat dulu dan menikmati berdua denganmu. Aku yakin setelah ini pasti milikku akan aktif kembali." ucap Aditya memohon.
Akhirnya Emeli menuruti permintaan Aditya, dia berpikir mungkin saja yang di ucapkan Aditya memang benar karena Aditya memang baru saja pulang dari kantor dan belum sempat makan. Aditya memesan makanan untuknya dan juga minuman untuk dirinya dan Emeli. Selama bersama, mereka tak membahas tentang suami Emeli.
"Gimana sudah bisa lanjut? Kalau tidak lebih baik aku pulang dari pada waktuku terbuang sia-sia," ucap Emeli ketus.
Mereka melakukan percobaan kembali, bahkan Emeli sekarang yang memimpin permainan. Dia berusaha menaikan li*bido Aditya tetapi sayangnya milik Aditya tetap layu membuat Emeli merasa kesal dan meninggalkan Aditya sendiri di kamar hotel.
__ADS_1
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya temanku