Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Menemui Aisyah


__ADS_3

Kenzi dan sang papa baru saja sampai di rumah dan langsung di sambut tangisan dan juga ocehan dari mama Eliza. Padahal rasa lelah keduanya aja belum hilang.


"Ada apa sih ma? Datang-datang kok papa sama Kenzi di sambut seperti ini?" keluh papa Hadi. Papa Hadi menyenderkan tubuhnya di sofa. Keringatnya membasahi wajah tuanya.


"Tadi ada orang bank datang ke rumah, dia bilang kalau dalam satu minggu papa tidak bayar tunggakan cicilan pihak bank akan menyita rumah kita. Pokoknya mama tidak mau kalau kita pindah! Lagi pula kita harus tinggal di mana?" cerocos mama Eliza.


Kenzi memilih tidak meladeni ucapan sang mama, dan berpikir lebih baik dia mandi dan beristirahat. Tubuhnya merasa sangat lelah. Namun, rasa lelah yang dia rasakan tidak terbayar dengan dia mendapatkan pekerjaan. Aisyah benar-benar telah menjungkir balikkan kehidupan Kenzi.


"Papa dan Kenzi juga selama ini terus usaha, tetapi sampai saat ini papa maupun Kenzi masih belum juga mendapatkan pekerjaan." sahut Papa Hadi lesu.


"Lantas kita harus tinggal di mana? Hiks...hiks..." ucap Mama Eliza yang menangis kembali.


Kenzi baru saja selesai mandi dan membaringkan tubuhnya di ranjang. Ingatan nya melayang atas perbuatannya dulu yang dia lakukan kepada Aisyah, betapa dia menghina Aisyah dulu menyuruh Aisyah merapihkan ranjang sisa-sisa percintaannya dengan Farrah, memperlakukan Aisyah layaknya seorang pembantu bukan seorang istri.


"Ya Allah aku harus bagaimana lagi untuk melanjutkan hidupku? Orang tua dan kakak aku membutuhkan bantuan aku. Apa aku terima saja tawaran Aisyah menjadi office boy. Bukankah hal itu lebih baik dari pada aku membiarkan keluargaku mati kelaparan." gumam Kenzi.

__ADS_1


Papa Hadi dan mama Eliza memanggil kedua anaknya yang berada di kamar, agar sang anak menemui mereka di ruang keluarga. Mendengar namanya di panggil Felisa dan Kenzi datang menghampiri kedua orang tuanya, menuruni anak tangga. Dan mereka menduduki bokongnya di antara kedua orang tuanya. Kenzi duduk di sebelah kiri sang papa dan Felisa duduk di sebelah sang mama.


"Begini nak, ada yang ingin papa bicarakan kepada kalian. Mama menyampaikan kalau pihak bank sudah mendatangi rumah kita. Mereka mengancam akan menyita rumah kita, apabila papa tidak melunasi tunggakan cicilan ke bank. Selama ini papa sudah berusaha keras untuk mempertahankan semuanya, tetapi Allah berkata lain. Papa tidak sanggup untuk membayarnya. Jadi, mulai hari ini kita harus bersiap2 untuk merapihkan barang-barang kita yang akan kita bawa. Sebenarnya papa juga bingung kita harus ke mana. Karena papa tak lagi memiliki uang." ungkap papa Hadi lirih. Hatinya terasa sesak kala berbicara seperti ini. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia tak ingin menyengsarakan keluarganya.


"Ya udah kita jual motor Kenzi saja pa! Kenzi ikhlas jika harus berjalan kaki dan naik kendaraan umum ke mana pun. Semua ini karena kesalahan Kenzi dulu yang bersikap sombong, dan kini Allah sedang menghukum aku. Kenzi juga akan menerima tawaran Aisyah sebagai office bos di perusahaan dulu. Bagi Kenzi yang terpenting pekerjaan itu halal, Kenzi tak akan peduli dengan hinaan yang akan Kenzi dapatkan nanti." sahut Kenzi.


Kenzi rela berkorban demi keluarganya, meskipun hidupnya yang menjadi taruhannya. Dengan hasil penjualan motornya, uang tersebut bisa menyewa sebuah rumah. Dan untuk hari-hari uang tersebut berasal dari gajinya. Keputusan ini adalah keputusan tersulit dalam hidup Kenzi. Tetapi Kenzi bisa apa?


Papa Hadi terlihat meneteskan air matanya, sungguh ini adalah sebuah keputusan yang sangat berat. Sebenarnya dia tak ingin membuat susah anak-anaknya dan menambah masalah dalam kehidupan anak-anaknya. Tetapi dia bisa apa? Mereka membutuhkan uang untuk bertahan hidup.


"Ma, Aisyah juga pintar tidak akan mau membeli rumah kita semahal itu. Paling rumah kita pasarannya hanya 1,3-1,5 m. Rumah kita kan tidak mewah banget, dia mau beli saja sudah bagus." sahut papa Hadi mencoba memberi pengertian kepada sang istri.


❤️❤️❤️


Kenzi sudah bersiap-siap untuk pergi. Dia ingin menemui Aisyah ke perusahaan. Kenzi siap menjadi office boy di perusahaan milik Aisyah. Baginya yang terpenting dirinya bisa mengurus perceraiannya dengan Farrah dan tak membuat Keluarganya kelaparan.

__ADS_1


"Kenzi pamit dulu ya ma, pa! Doakan semoga di permudah semuanya! Aisyah bisa membantu kita. Aku juga sudah siap untuk menerima pekerjaan sebagai office boy." ujar Kenzi.


Sebenarnya mulut mama Eliza sudah ingin protes, tetapi dia tersadar kembali, kalau dia membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Jadi, mau tak mau mama Eliza menahan diri dan menyerahkan semuanya kepada sang anak.


Kenzi baru saja sampai di perusahaan Aneka Karya. Dan langsung mendapatkan penolakan dari sang Security. Namun Kenzi tak patah semangat, dia berkata kalau dia ingin bertemu dengan Aisyah untuk menerima tawaran pekerjaan sebagai office boy. Hal itu tentu saja membuat Aisyah tersentak kaget. Dia tak menyangka kalau mantan suaminya mau menerima tawaran dia. Aisyah mempersilahkan masuk Kenzi. Dan menyuruhnya duduk dengan wajah tak senyum sedikitpun.


"Aisyah, aku sudah memutuskan untuk menerima tawaran dari kamu sebagai office boy. Aku siap melakukan apa pun demi keluarga aku. Keluarga aku sudah hancur-hancuran, mobil papa aku di tarik leasing dan mungkin sebentar lagi rumah kami juga akan di sita. Buat hari-hari pun kami tak memiliki uang. Dan lebih parahnya Farrah mengambil suami dari kakakku membuat kak Felisa menjadi seorang janda dalam keadaan dia hamil tua dan sebentar lagi akan melahirkan." ungkap Kenzi membuat hati Aisyah merasa terenyuh dengan penderitaan bertubi-tubi yang di rasa Kenzi. Meskipun demikian dia terpaksa akan tetap melancarkan aksinya untuk menjadikan Kenzi sebagai pembantu di perusahaannya.


"Berapa harga rumah kamu? Biar aku bicarakan kepada ayah aku." tanya Aisyah.


Kenzi sebenarnya merasa malu jika sampai Aisyah membeli rumah orang tuanya, tetapi balik lagi, mereka membutuhkan uang untuk menyewa sebuah rumah dan memiliki uang lebih untuk hari-hari dari pada harus di sita bank. Kenzi mengatakan kalau orang tuanya berniat menjual rumah itu seharga 1,5 milyar.


"Aku sudah menceraikan Farrah hanya tinggal mengurusnya saja secara administrasi." ujar Kenzi dan Aisyah tak merespon apa pun.


Dia sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi oleh mantan suaminya. Justru dia tersenyum puas karena pada akhirnya wanita yang di pilih mati-matian oleh Kenzi justru mengkhianati Kenzi.

__ADS_1


Terus beri dukungan ya biar author semangat 😘😄🙏


__ADS_2