Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Kekasih untuk kakak


__ADS_3

Hal itu membuat Chan menatap tajam ke arah Riri dan membuat Riri takut.


"Siapa yang berani bikin adek kakak jatuh cinta?!" ucap Chan yang bangun dari posisi tidurnya.


"Haish ,cinta itu nggak harus memiliki kak!" ujar Riri pada Chan. "Jadi kamu nggak mengungkapkan perasaan kamu?" ucap Chan tak mengerti.


"Ish kakak gimana sih, aku kan perempuan, masak perempuan harus mengungkapkan duluan?!" ujar Riri sedikit kesal pada Chan yang tidak juga mengerti .


"Ya mana kakak tau dek!" ujar Chan


"Tau ah mending Riri pergi aja!" ujar Riri yang menghilang begitu saja dari hadapan Chan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Velia, dia duduk di ranjang kamarnya dan melamunkan kedua orang tuanya.


"Pipi, mami, kalian di mana sih? Velia kangen sama kalian?!" ujar Velia yang melihat ke luar jendela kamarnya.


Saat dia sedang melamunkan kedua orang tuanya, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu.


Tok tok tok.......


"Siapa itu? jangan-jangan hantu?" ujar Velia takut.


Tok tok tok.......


Suara ketukan itu ada lagi dan semakin membuat Velia penasaran akan siapa yang mengetuknya.


"Oke Vel, kamu harus berani, kamu harus yakin kalau kamu itu lebih kuat di bandingkan mereka?!" ujar Velia memberanikan diri untuk mendekat ke pintu.


Saat tiba di depan pintu, Velia perlahan membukanya ,dan terlihat satu sosok yang berada tepat di depan pintu itu.



"Aaaaaaaaaaa" teriak Velia histeris dan langsung menutup kembali pintunya.


"Astaga, ya tuhan apa lagi ini?!" sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena takut.


Tubuh Velia bergetar karena ketakutan yang dia rasakan, namun dia masih terus meyakinkan dirinya kalau dia tidak boleh takut lagi. Karena keyakinan Velia itu, dia memutuskan untuk mengintip dari balik jendela. Namun alangkah terkejutnya Velia saat tau kalau hantu tadi sudah tidak ada di sana.


"Loh ,kok nggak ada sih?!" ujar Velia yang setelahnya bisa bernafas lega karena hantunya sudah pergi.


Ternyata hantu itu diusir oleh Riri ,yang kebetulan langsung menuju rumah Velia setelah menemui kakaknya.

__ADS_1


Malam itu , Velia bisa tidur dengan nyenyak karena di jaga oleh Riri di sana, meskipun Velia tidak dapat melihat keberadaan Riri di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, di kediaman Chan, dia memasak sarapan untuk dirinya sendiri. Dan seperti biasa Riri datang tanpa permisi hingga membuat Chan, yang sedang memasak jadi terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Haish ,dek kebiasaan deh!" ujar Chan kesal "Hehe maaf kak" ujar Riri.


"Kamu dari mana aja sih ,dek?!" tanya Chan pada Riri "Oh aku? aku tadi malam habis ronda?! jawaban Riri yang membuat Chan memberhentikan aktivitasnya. "Ronda gimana?" tanya Chan pada Riri penasaran.


"Dari mana lagi kalau bukan rumah, kak Velia?!" ujar Riri " Oh gitu " ujar Chan dengan melanjutkan memasak.


"Eh kakak tau nggak, tadi malam tuh kak Velia di datengin sama hantu yang biasa nampakin diri ke kakak itu! bahkan sampai teriak histeris!" ujar Riri pada Chan .


"Hah? Terus kamu nggak bantuin dia?!" tanya Chan.


"Ya bantuin lah kak, ya walaupun aku cuma ngusir hantu itu !" jelas Riri "Oh iya kak, kak Velia juga kayaknya udah mulai berani deh, soalnya habis teriak histeris ,kak Velia tuh memberanikan diri buat ngelihatnya lagi?!" ujar Riri setelahnya.


Cha menghela nafas dan melanjutkan aktivitasnya memasak sarapan. Setelah selesai menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri. Chan memakan masakannya.


Riri yang berada di dekat Chan berusaha menyuruh Chan untuk mencari wanita yang bisa dijadikan kekasih .


Chan hanya bisa terdiam mendengarkan celotehan adiknya mengenai seorang kekasih pujaan hati . Sampai akhirnya Riri pamit untuk pergi jalan-jalan.


Setelah Riri pergi , Chan berfikir kalau apa yang dikatakan oleh Riri itu benar. Chan adalah seorang pria yang tampan, bahkan sebenarnya banyak wanita yang menginginkannya. Namun Chan masih belum bisa membuka hati untuk seorang wanita. Entah karena apa, namun dari dulu Chan memang sering sekali menyendiri. Karena tidak ada satu orang pun yang percaya kalau dirinya bisa melihat makhluk tak kasat mata.


Saat itu Riri tiba-tiba saja muncul dan berkata


"Nah gitu donk kak, kakak harus belajar menjadi pria dewasa?!" ujar Riri.


"Apaan sih dek, dadakan muncul bikin kaget kakak aja!" ujar Chan kesal.


"Kok aku jadi kepikiran sama Velia ya?!" batin Chan


Chan pun memutuskan untuk joging. Saat di tengah perjalanan, dia melihat seorang wanita yang tidak asing baginya.


"Kayaknya wanita itu nggak asing!" ujar Chan pelan dan hanya bisa di dengar olehnya sendiri.


Wanita itu bernama Dila, dia yang merasa ada yang memperhatikan dia, akhirnya dia memutuskan untuk mendekati Chan.


"Kok kayak ada yang merhatiin ya?!" ujar Dila yang langsung menoleh ke arah Chan "Oh kamu rupanya?!" batin Dila yang langsung berjalan ke arah Chan yang sedang memperhatikan dia.


"Eh kenapa dia berjalan ke sini? haish, tidak mungkin dia berjalan ke arahku, pasti dia mau membeli minuman ?!" ujar Chan di dalam hatinya.

__ADS_1


Dila pun menghampiri Chan dan menyapanya.


"Hay..." sapa Dila pada Chan yang celingukan karena merasa tidak mungkin kalau Dila berbicara padanya.


"Hey, aku bicara sama kamu?!" ujar Dila pada Chan yang terlihat sedikit bingung.


"Padaku?!" tanya Chan sambil menunjuk dirinya sendiri.


Dila menjawabnya dengan anggukan, lalu berkata....


"Kamu sendiri? " tanya Dila "Iya aku sendiri!" ujar Chan yang sedikit gugup.


"Gimana kalau kita joging bareng aja?!" ujar Dila yang menawarkan Chan untuk joging bersama dengannya.


"Hah....?" ujar Chan bingung "Kenapa? kamu nggak mau ya?!" jawab Dila dengan cepat.


"Eh bukan gitu maksudnya....tapi...." ucap Chan yang masih gugup.


"Udah ayo!!" ucap Dila sembari menarik tangan Chan dan mengajaknya untuk joging bersama.


"Wanita ini sepertinya tidak asing untukku, tapi siapa dia?!" Tanya Chan dalam hatinya.


Saat mereka joging bersama, Dila bertanya kepada Chan tentang apakah Chan suka joging . Chan menanggapinya dengan kata tidak terlalu suka dengan joging, dan juga Chan berkata kalau dia juga sering berjoging sendiri.


"Hey....joging sendirian itu nggak enak tau?!" ujar Dila yang membuat langkah Chan terhenti. Dila yang melihat Chan menghentikan langkahnya pun akhirnya ikut menghentikan langkahnya juga.


Chan menatap Dila dengan wajah yang sedikit kesal, Dila juga menatap Chan dengan wajah cantiknya.


"Hey... aku cuma bercanda aja kok?!" ujar Dila yang membuat Chan menghilangkan tatapan kesalnya pada Dila.


Dila lalu menjulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.


"Oh iya kenalin ,nama aku Dila?!" ujar Dila sambil menjulurkan tangannya "Dila?!" ucap Chan yang sembari berpikir.


"Iya , kamu sendiri?!" tanya Dila pada Chan.


"Aku Chan?!" menerima uluran tangan Dila yang mengajaknya berkenalan.


"Senang bertemu denganmu Chan?!" jawab Dila sambil tersenyum manis pada Chan.


"Eh tunggu, kamu Dila yang dulu sekolah di SMA Cemara bukan?!" ujar Chan percaya diri dengan ucapannya.


"Iya kok kamu tau sih?!" tanya Dila penasaran.

__ADS_1


"Apa kau ingat denganku?!" tanya Chan balik.


Ucapan Chan membuat Dila menaikkan satu alisnya, dan menatap Chan dengan lekat-lekat.


__ADS_2