
Mendengar permintaan dari papanya itu, Chan menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Alexandra bingung sendiri karena melihat tingkah laku dari Chan.
"Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Papa Chan penasaran.
"Akunya sih mau, pa! Tapi Velia nya belum mau!" Kata Chan memberi tahu papanya.
"Loh, memangnya kenapa, Vel?!" Tanya papa Chan pada Velia.
"Saya rasa mungkin ini akan terlalu cepat, om! Saya masih ingin menghabiskan waktu bersama dengan,Chan!" Jelas Velia kepada papa Chan dan juga Chan sendiri.
"Tapi, bukankah kalian bisa menghabiskan waktu kalian setelah menikah, bukan?" Tanya Alexandra pada Velia dan juga Chan.
"Chan sih sebenarnya juga ingin segera menikah dengan Velia, Pa! Tapi Chan juga harus mengikuti apa yang Velia mau dulu!" Ucap Chan menjelaskan pada Papanya.
Melihat kesungguhan hati Chan yang ingin segera menikah dan menjali hubungan pernikahan bersama dengan Velia, membuat hati Velia tersentuh sehingga dia memutuskan untuk menikah dengan Chan.
"Emt, Chan!!" Panggil Velia yang langsung membuat Chan dan juga papanya menoleh ke arah dirinya.
"Ada apa, Vel?!" Tanya Chan.
"Aku mau menikah denganmu!" Ucap Velia yang sontak langsung membuat Chan terkejut dan membelalakkan matanya karena tidak percaya dengan ucapan Velia.
"Sungguh?" Tanya Chan antusias dan hanya di jawab anggukan oleh Velia.
Tapi tiba-tiba saja Chan langsung berubah ekspresi.
"Tapi apa kau terpaksa karena ini permintaan dari papa?!" Tanya Chan dengan lesu pada Velia.
"Hey, untuk apa aku terpaksa? Aku juga ingin menikah denganmu, Chan! Papa kamu benar! Kita masih bisa pacaran setelah menikah bukan?" Ucap Velia yang mampu membuat Chan merasa antusias lagi.
"Wah-wah kalian mau nikah ya ternyata!" Ucap seseorang dari arah pintu ruang rawat papa Chan.
Sontak Velia ,Chan dan juga Alexandra menoleh ke arah sumber suara itu.
"Loh, kalian?" Ucap Chan yang bingung.
"Kenapa? Apa kau tidak suka kita semua datang ke sini? Kita ke sini untuk menjenguk papa kamu, bukan buat nemenin kamu, Chan!" Ucap Suho yang ternyata datang ke rumah sakit itu bersama dengan yang lain juga.
"Haish, tapi bukankah gue udah bilang ke kalian semua buat nggak usah datang ke sini?" Ucap Chan sembari memijat pelipisnya.
__ADS_1
"Apa kau gila, Chan? Mana mungkin kita bisa bersenang-senang di sana dan sedangkan lo di sini lagi jagain papa lo?!" Tanya Suho.
"Sudah-sudah, lanjut debatnya nanti saja, biarkan para wanita dan yang lainnya masuk ke dalam! Kasihan mereka kalau terus berdiri kelamaan!" Saran Sehun yang mendadak menjadi sangat bijak.
Dan akhirnya mereka semua masuk ke dalam ruang rawat papa Chan yang memang luas karena berada di ruang VVIP rumah sakit.
"Halo om!" Sapa Chen pada papa Chan.
"Hay, Nak! Kalian semua pasti teman-teman Chan bukan?!" Tanya Papa Chan. Semua yang mendengar pertanyaan itu mengiyakan apa yang papa Chan tanyakan.
"Om, perkenalkan! Dia adalah adik angkat ku, namanya Lisa!" Ucap Velia yang memperkenalkan Lisa kepada Alexandra.
"Halo, om! saya Lisa!" Ucap Lisa yang memperkenalkan dirinya pada papa Chan.
"Hay, juga nak!" Jawab papa Chan.
Mereka semua pun akhirnya memperkenalkan diri mereka masing-masing kepada Alexandra yang tidak lain adalah papa Chan.
"Perkenalkan saya adalah pria yang paling tampan diantara mereka semua, om! Nama saya Byun!" Ucap Byun yang memperkenalkan dirinya terakhir kali.
"Iya sepertinya kamu memang yang paling tampan di bandingkan semuanya!" Ucap Papa Chan yang langsung mengiyakan ucapan Byun.
"Wah, benarkah itu?" Tanya papa Chan memastikan pada Byun sendiri.
"Itu tidak benar, Om! Oh iya apakah keadaan om sudah mulai membaik?!" Ucap Byun yang sengaja mengalihkan pembicaraannya.
"Tuh, dengar sendiri kan? Dia malah mengalihkan pembicaraan karena nggak tau mau jawab gimana lagi!" Ucap Chan lagi yang kembali membuat semuanya tersenyum juga terkekeh.
"Haish, ngeselin lo pada!!" Ucap Byun lirih sembari memutar mata malasnya.
"Sudah! Jangan kau goda dia terus, Chan! Kasihan dia!" Ucap Alexandra yang menyuruh Chan untuk tidak mengejek Byun lagi.
Singkat cerita,,,,
1 hari kemudian Papa Chan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, karena kondisinya yang sudah benar-benar pulih.
Semuanya sudah kembali ke Mansion Velia kecuali Chan dan Velia. Mereka berdua mengantar mengantarkan papa Chan pulang.
"Pa!" Panggil Chan.
__ADS_1
"Apa Papa yakin ingin tinggal di sini sendirian?" Tanya Chan lagi memastikan.
"Lantas Papa harus tinggal di mana lagi, Chan? Lagi pula Papa juga sudah sering sendiri!" Ucap Papa Chan memberi tahu Chan, kalau dirinya memang sudah tinggal sendiri semenjak kedok Mama tiri Chan terungkap.
"Ya kan Chan cuma takut aja kalau sampai terjadi sesuatu sama Papa!" Ucap Chan yang khawatir.
"Kamu tenang saja Chan, tidak alan terjadi hal buruk pada Papa! Di sini juga sudah banyak pengawal!" Ucap Papa Chan yang berusaha membuat Chan tidak khawatir padanya.
"Papa yakin?" Ucap Chan meyakinkan.
"Iya, papa yakin Chan!" Jawab Papa Chan.
"Velia, tolong kamu jaga anak om ini ya! Kalau dia nakal atau bahkan sampai menyakiti dirimu! Aku akan membunuhnya nanti!!" Ucap Papa Chan pada Velia.
"Papa😒" ucap Chan.
"Apa?😒" Jawab Papa Chan.
"Makanya kamu jangan sakiti wanita cantik ini!" Ucap Papa Chan lagi.
"Itu tidak akan mungkin, Pa!" Ujar Chan yang membenarkan ucapan Papanya.
"Oh iya, perusahaan milik Papa,,,,," ucap Alexandra terpotong oleh kata yang keluar dari mulut Chan.
"Tidak mau, Pa!! Aku tidak mau mengurus perusahaan milik Papa! Sekarang aku sudah memiliki perusahaan sendiri dan juga banyak cabang perusahaannya!" Ucap Chan yang menolak untuk mengelola perusahaan milik keluarga Alexandra.
"Chan, kalau bukan kamu, lalu siapa lagi? Anak papa cuma kamu, Chan!" Ucap Alexandra yang bingung dengan cara pemikiran anaknya itu.
"Chan, kamu jangan seperti ini! Apa yang dikatakan oleh papa kamu itu benar! Siapa yang akan meneruskan perusahaan besar milik Papa kamu selain kamu sendiri?! Kamu anak satu-satunya dari keluarga Alexandra, Chan!" Ucap Velia yang berusaha membela papa Chan dan membuat Chan menuruti apa yang diperintahkan oleh papanya.
Chan menghela nafasnya lalu berkata,,,,
"Hmmt, baiklah! Chan akan mau menerima perusahaan itu dan menjadi penerusnya!" Ucap Chan yang mampu mengukir senyum di wajah Alexandra yang tidak lain adalah papa Chan.
"Kalau begitu datanglah ke ruang kerja papa! Papa akan menjelaskan semua tentang perusahaan padamu!" Ajak Alexandra pada Chan.
"Oh, ayolah pa! Kan masih bisa besok! Papa harus istirahat dulu!!" Chan merengek pada Papa nya karena yang dia mau, Papanya beristirahat setelah pulang dari rumah sakit.
"Haish, Vel!! Lihatlah! Dia menolak calon mertua kamu ini!" Ucap Alexandra yang malah merengek pada Velia.
__ADS_1