
Kemudian, setelah selesai sarapan Velia langsung pergi ke kamar Lisa dengan membawa nampan berisi makanan untuk Lisa.
"Lisa, makanlah sesuatu atau kamu akan sakit nanti!" Pinta Velia sembari menaruh nampan berisi makanan itu di meja kecil yang terdapat di dekat ranjang Lisa.
"Aku tidak lapar, kak! Aku hanya ingin bersama dengan mama kak! Aku sangat merindukannya!!" Ucap Lisa sembari menatap kosong ke luar jendela.
"Di sana mama pasti sangat merasa sedih jika kamu terus menerus terpuruk seperti ini, Lisa!" Ujar Velia.
"Kenapa kakak bisa terlihat sangat tegar seperti ini? Apa kakak sengaja menutupi air mata kakak di depanku?" Tanya Lisa yang ternyata dari tadi dia menangis tanpa suara.
Velia lalu duduk di samping Lisa dan berkata,,,,,
"Dek, kakak juga merasa sangat kehilangan Mama! Bahkan sampai sekarang pun kakak masih tidak percaya kalau Mama Rindu sudah meninggalkan kita untuk selama-lamanya!!" Ucap Velia, "Tapi apapun alasannya, kita tetap harus ikhlasin kepergian Mama, dek!! Apa kamu nggak kasihan sama mama kalau dia sampai tidak tenang di alam sana karena terus memikirkan kita yang berlarut-larut dalam kesedihan seperti ini?!" Ucap Velia kepada Lisa.
"Kau benar, kak!" Ucap Lisa sembari mengusap air matanya dan tersenyum ke arah Velia.
Tanpa mereka ketahui dan juga sadari, ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua dari balik pintu.
Ya, orang yang tak lain adalah Sehun, kekasih Lisa. Dirinya juga merasakan sakit yang mendalam ketika melihat kekasihnya yang sangat terpukul atas kepergian Mama Rindu.
"Aku tidak akan mengampuni orang yang sudah melakukan hal keji ini!! Dia sudah berani membuat Lisa menjadi terpuruk seperti ini!!" Ucap batin Sehun.
Sedangkan yang lain sedang berada di ruang tamu. Sehun lalu pergi menuju balkon dan menelpon seseorang.
"Halo, bos?" Jawab seseorang dari balik telepon.
"Cepat cari orang yang bernama Kris! Dan bawa dia ke gedung tua! Aku akan memberi kamu waktu 1 jam untuk menemukannya, kalau tidak aku akan memenggal kepalamu!" Perintah Sehun pada orang yang dia telepon.
"Astaga, bagaimana bisa aku mencari orang yang tepat dalam waktu sesingkat itu? Pasti ada banyak orang yang bernama Kris!!" Batin orang itu.
"Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak sanggup?" Tanya Sehun.
"Saya sanggup bos!" Jawab orang itu dengan sedikit gugup.
Setelah mendengar jawaban dari orang yang di suruh oleh Sehun tadi. Sehun langsung mematikan telepon tanpa berkata apa-apa lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di sisi orang yang di suruh Sehun tadi.
"Mati deh gue, udah nggak tau mukanya gimana, ciri-cirinya juga gue nggak tahu, nanti kalau gue sampai salah bawa orang malah gue lagi yang di bunuh!!" Ujar orang tersebut.
Namun beberapa detik kemudian ada pesan masuk di ponsel orang itu, yang tak lain adalah pesan dari Sehun. Sehun mengirim sebuah foto dan sebuah pesan berisi, kalau dalam waktu 1 jam tidak segera menemukan keberadaan Kris, maka yang akan menjadi taruhannya adalah kepala suruhan Sehun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semuanya sedang berada di ruang tamu, namun berbeda dengan Velia dan Lisa yang masih saja berada di kamar untuk berbicara empat mata.
"Apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Byun pada semuanya yang masih berada di ruang tamu.
"Aku rasa, Sehun pasti sudah memikirkan semuanya!" Ujar Chen yang sudah mengetahui kalau Sehun pasti sudah melakukan sesuatu untuk masalah itu.
"Gue juga sudah siap!" Ucap Kyungsoo setelahnya.
"Memangnya siap untuk apa?" Tanya Chan yang bingung dengan apa yang tadi diucapkan oleh teman-temannya itu.
"Apa lo nggak tahu? Kalau Sehun adalah pemimpin mafia? Begitu juga dengan kita?!" Ucap Chen memberi tahu kebenaran bahwa mereka adalah seorang mafia.
"Kenapa lo kasih tahu mereka?" Tanya Kyungsoo pada Chen.
"Untuk apa menyembunyikan identitas kita pada sahabat kita sendiri?" Tanya Chen untuk membuat Kyungsoo mengerti.
"Kau benar juga!" Ucap Kyungsoo yang sudah paham maksud dari Chen.
"Jadi kalian,,,,,," ucap Chan terpotong.
"Iya, kami adalah seorang mafia!" Ucap Chen memperjelas identitasnya lagi.
"Lalu, apa yang akan dilakukan Sehun?" Tanya Suho yang tidak tahu apa yang akan dilakukan Sehun nanti.
Saat itu juga Sehun melewati ruang tamu tanpa menyapa siapapun yang ada di sana. Semua mata tertuju pada Sehun yang berjalan tanpa menoleh sedikit pun.
"Permainan akan segera di mulai!" Ucap Kyungsoo dengan senyum seringainya lalu melirik teman-temannya.
"Apa? Gue masih nggak ngerti?" Ucap Chan yang masih saja tidak mengerti kalau mereka adalah seorang mafia.
__ADS_1
"Semuanya segera ikuti Sehun, dan untuk para wanita di rumah saja, dan jaga lah satu sama lain!" Ucap Chan sembari berdiri dan mengarahkan para sahabatnya untuk segera mengikuti langkah Sehun.
Belum sempat mereka sampai di pintu masuk mansion, Sehun sudah terlebih dulu pergi dengan menancap gas tanpa memberitahukan dia mau ke mana.
"Sehun mau ke mana?" Tanya Chan bingung karena melihat Sehun yang melaju dengan kecepatan penuh.
Setelah itu Chen mendapatkan pesan masuk di ponselnya. Pesan itu berasal dari Sehun yang menyuruhnya untuk menemui Sehun di gedung tua.
"Dugaan gue benar!" Ucap Chen dengan tersenyum miring.
"Di mana lokasinya?" Tanya Kyungsoo yang seakan langsung paham kalau Sehun mengirimkan sebuah lokasi pada Chen.
"Sehun nyuruh kita buat ke gedung tua!" Ucap Chen sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Kalau begitu, sebaiknya kita segera menyusulnya! Gue takut terjadi apa-apa pada Sehun nanti!" Ucap Suho khawatir.
"Lo tenang aja, nggak akan mungkin Sehun terluka karena tidak akan ada yang bisa mengalahkannya dalam bertarung!" Ucap Byun yang bangga pada Sehun sebagai seorang pemimpin mafia.
"Ayo kita segera ke sana!" Ucap Chen menyuruh semuanya untuk segera menyusul Sehun yang berada di gedung tua.
Mereka langsung saja menuju ke lokasi yang diberi tahukan oleh Sehun tadi.
Sedangkan di sisi lain para wanita berada di mansion, tepat saat semua cowok berangkat mereka berbincang.
"Ada apa sebenarnya? Siapa mereka yang sebenarnya, Jen?!" Tanya Dila yang ternyata juga belum paham akan identitas mereka sebagai seorang mafia.
"Mereka adalah seorang mafia nomor satu, Dengan Sehun sebagai yang terkuat atau yang menjadi pemimpinnya!" Jelas Jenie pada Dila.
"Lalu apa hubungannya dengan gedung tua?" Tanya Dila penasaran.
"Iya, aku juga penasaran sama bingung!" Ucap Yuna yang juga tak paham kenapa mereka ke gedung tua.
"Mereka ke sana pasti memiliki sebuah tujuan!" Ucap Jenie.
"Tujuan apa itu?" Tanya Dila.
"Menghabisi orang yang sudah membuat masalah!! Dan kalian juga tahu sendiri kalau Sehun adalah kekasih Lisa! Sehun pasti tidak mungkin diam sama melihat kekasihnya terpuruk seperti itu!!" Ucap Jenie.
__ADS_1