
"Chan? Ini?" Ujar Velia yang masih kagum pada indahnya hiasan yang ada di sana.
"Duduklah, Vel!" Suruh Chan pada Velia yang masih berdiri karena kagum.
Velia pun akhirnya duduk berhadapan dengan Chan.
"Chan, kamu yang buat ini semua?" Tanya Velia yang matanya masih melihat ke sekeliling halaman.
"Di bantu Suho sama Dila, kalau aku buat sendiri mana bisa, Vel! Orang kamu aja di samping aku terus,?!" Kata Chan memberi tahu Velia.
"Ini sangat romantis, Chan!" Ujar Velia yang masih kagum sampai-sampai matanya berkaca-kaca karena bahagia.
Suho dan Dila langsung saja masuk ke dalam Vila milik Chan dan mereka menuju ke halaman untuk mencari tahu siapa wanita yang akan diberikan kejutan oleh Chan.
"Chan?" Panggil Suho sedikit berteriak.
"Haish, sayang jangan dipanggil dong, nanti yang ada kita malah gangguin mereka berdua lagi!!" Gerutu Dila yang tadi sempat memukul kecil lengan Suho.
"Oh iya, ya aku lupa! Ya sudah kita lihat dari jendela itu saja?!" Ajak Suho yabg kemudian berjalan berdampingan dengan Dila menuju jendela yang mengarah langsung ke halaman belakang.
Suho dan Dila akhirnya melihat Chan dari balik jendela itu.
"Chan, kok sendiri sih sayang?" Tanya Dila yang masih menatap Chan dari kejauhan.
"Mungkin ceweknya belum datang!" Kata Suho.
"Tapi kayaknya Chan lagi bicara sama seseorang deh! Soalnya kelihatan dari sini dia kayak lagi bicara gitu?!" Kata Dila yang lalu menatap Suho heran.
"Tapi bicara sama siapa? Apa dia sedang menelpon?" Tanya Suho pada Dila yang juga tidak mengetahui apa-apa.
"Tidak-tidak! Chan itu sendirian! Tapi dia lagi bicara sama siapa?" Tanya Dila yang mulai keheranan.
Tiba-tiba Suho mengingat sesuatu lalu membulatkan matanya.
"Sayang, apa kamu ingat?" Tanya Suho yang masih membulatkan matanya menatap Dila.
"Apa?" Tanya Dila yang melihat kekasihnya itu tiba-tiba membulatkan matanya.
"Riri?!" Kata Suho. Mendengar itu Dia mengerutkan keningnya tanda bahwa dia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Suho.
"Maksud kamu Chan bersama dengan Riri?" Tanya Dila yang masih bingung.
__ADS_1
"Bukan, Riri! Tapi temannya?! Apa kau ingat saat Riri berkata untuk menyuruh yang namanya Velia untuk menjaga Chan?!" Ujar Suho yang mencoba mengingatkan Dila pada kejadian saat itu.
Dila pun ikut membuatkan matanya saat dia mengingat kejadian apa yang dikatakan oleh Suho.
"Ya, kau benar sayang!! Tapi kenapa harus bersama hantu?!" Ujar Dila yang heran pada Chan.
"Lebih baik kita lihat saja dari sini untuk memastikannya!" Ujar Suho yang setelahnya kembali melihat ke arah Chan berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Chan, dia berusaha memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada Velia.
"Velia?!" Panggil Chan.
Perlahan Chan memegang tangan Velia dengan lembut.
Deg,,,,,,
"Kenapa rasanya hatiku berdegup dengan kencang?" Tanya Velia di dalam batinnya ketika tangannya dipegang oleh Chan.
"Vel, malam ini aku ingin mengungkapkan perasaan yang aku miliki selama ini padamu?! Aku ingin hubungan kita bisa lebih jauh lagi?!" Ucap Chan dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Deg,,,,,,
Chan sangat heran dengan apa yang dilakukan oleh Velia saat itu, hatinya bertanya dan juga mulutnya kini menanyakannya secara langsung.
"Kenapa, Vel? Ada apa?" Tanya Chan yang merasa heran dan juga pikirannya yang dipenuhi oleh berbagai pertanyaan.
"Maafkan aku, Chan! Tapi aku tidak bisa!!" Ujar Velia yang membuat hati Chan seakan rapuh.
"Tapi kenapa, Vel?" Tanya Chan yang masih tidak menyangka kalau Velia menolak dirinya.
"Apa kau lupa aku ini siapa, Chan? Kau lupa kalau aku ini hanyalah arwah, Chan?!!! Dunia kita sangatlah berbeda?!! Sampai kapan pun kita tidak akan pernah bisa bersatu, Chan!!" Ujar Velia yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Maafkan aku, Chan! Tapi kau harus berusaha melupakan aku dan mencari cinta yang lain?!" Pinta Velia setelahnya.
"Tapi, Vel! Aku hanya mencintai dirimu saja?! Jika memang dunia kita berbeda dan itu yang menjadi penghalang untuk hubungan kita!! Maka aku rela mati demi bisa bersama dengan kamu, Vel?!" Ujar Chan dengan sepenuh hatinya.
Velia langsung berdiri dari posisi duduknya.
"Tidak, Chan!! Kau tidak boleh melakukan itu!!" Ucap Velia yang kini menitihkan air matanya.
__ADS_1
"Ku mohon mengertilah!! Kita tidak ditakdirkan untuk bersama, Chan?!" Ujar Velia lagi.
"Aku tidak perduli, Vel!! Aku hanya ingin bahagia bersama kamu!! Apa itu salah?!" Ujar Chan yang kemudian berdiri dari duduknya.
"Kau tidak salah, Chan!! Bahkan perasaan kamu juga tidak bersalah!! Tapi waktulah yang salah!! Kita tidak akan bisa bersama, Chan?!" Jelas Velia yang kini sudah berlinang air mata.
"Kalau itulah yang menjadi penyebabnya, maka aku akan mati untukmu, Vel!!" Kata Chan bersungguh-sungguh.
Deg,,,,
"Chan, kamu jangan macam-macam!!" Kata Velia yang mulai khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh Chan.
Chan langsung mengambil pisau yang ada di meja itu , pisau iyu biasa digunakan untuk memotong daging. Velia bingung harus melakukan apa lagi melihat Chan yang nekat seperti itu.
"Chan, jangan lakukan itu! Aku mohon?! Ujar Velia yang memohon agar Chan tidak melakukan hal nekat itu.
"Tidak ada cara lain lagi selain ini, Vel! Aku akan segera menyusul mu! Aku akan berkorban demi cinta kita?!" Ujar Chan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak, Chan!! Aku tidak mencintaimu!! Jadi jangan sia-siakan hidupmu!!" Ucap Velia yang terpaksa berbohong pada Chan.
Chan tersenyum miring lalu berkata,,,,
"Kau berbohong pada perasaanmu sendiri, Vel?!" Kata Chan sembari mengarahkan pisau ke nadinya.
Di sisi lain Dila dan juga Suho terlihat bingung saat Chan memegang pisau itu dan mengarahkannya pada tangannya sendiri.
"Sayang, apa yang akan dilakukan oleh, Chan?" Tanya Dila pada Suho.
"Aku rasa ini tidak baik!! Kita harus menghalangi niat buruk Chan untuk bunuh diri?!" Ujar Suho yang langsung beranjak dan menghalangi Chan yang hendak melakukan bunuh diri. Dan juga di susul oleh Dila yang berlari ke arah Chan.
Namun Suho dan Dila terlambat, Chan bukanlah menyayat nadinya, namun dia justru langsung menusuk perutnya sendiri.
"CHAN!!!!!!!" Teriak Velia yang melihat Chan menusuk perutnya sendiri.
Suho dan Dila yang juga berada di sana tidak dapat mendengar apa yang Velia katakan.
"Astaga, Chan!! Lo gila!!" Ujar Suho yang mencoba mengambil pisau di tangan Chan lalu segera membuangnya.
"Suho, sekarang kita harus segera bawa Chan ke rumah sakit!!" Kata Dila yang mulai melihat Chan yang sudah tidak sadarkan diri.
Dengan segera Suho memapah Chan dan membawanya ke rumah sakit, dengan di bantu oleh Dila.
__ADS_1
Chan sudah tidak sadarkan diri dan itu membuat Dila dan juga Suho merasa panik.