Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
5 pria


__ADS_3

"Dia adalah Velia, mantan kekasihku yang sudah meninggal itu sayang!" Ujar Dafa pada Yuna sehingga kini mereka berdua di buat bingung oleh Velia yang kini berdiri di hadapan mereka berdua. Mereka hanya tahu kalau Velia itu sudah meninggal, dan hanya bisa memberikan bunga mawar di rumah Velia yang lama itu. Yang mereka tahu, Velia telah meninggal karena kecelakaan maut itu. Meski jenazahnya beluk ditemukan, namun mereka memang mengira kalau Velia memang sudah tiada lagi.


Velia tersenyum manis ke arah mereka berdua.


"Kamu masih hidup, Vel?!" Tanya Dafa yang memulai percakapan.


"Ya, seperti yang kalian lihat sekarang! Aku masih hidup dan baik-baik saja!" Ucap Gisella yang masih tersenyum ke arah mereka.


"Syukurlah!" Jawab Yuna yang mulai percaya kalau memang Velia masih hidup.


"Oh iya, Daf! Makasih ya karena kalian berdua sudah perduli padaku, bahkan setiap pagi kalian selalu mengirimi aku bunga mawar di rumah aku yang lama itu?!" Ucap Velia yang berterima kasih pada Dafa dan Yuna karena mereka selalu memberikan beberapa tangkai bunga mawar yang memang sangat di sukai oleh Velia.


"Maaf, Vel! Kami kira kamu sudah,,,,," ucap Dafa yang terpotong oleh ucapan Velia.


"Nggak apa-apa kok, Daf! Aku paham!" Ujar Velia yang perlahan mengangguk.


"Tapi bagaimana bisa kamu selamat dari kecelakaan maut yang mengerikan itu, Vel?!" Tanya Dafa penasaran dengan bagaimana cerita Velia sampai dia masih hidup hingga sekarang ini.


"Ceritanya panjang, Daf! Kalian berdua lanjutkan saja belanjanya! Aku juga mau beli beberapa pakaian dulu!! Semoga hubungan kalian terus langgeng dan bahagia sampai ke pelaminan ya, dan jangan lupa sama undangannya ya!!" Ujar Velia yang berharap akan di undang di hari bahagia Dafa dan juga Yuna.


"Iya, Vel pasti!!" Ucap Dafa.


"Kalau gitu aku pergi dulu! Bye kalian?!" Ucap Velia sembari berjalan meninggalkan mereka berdua dengan tersenyum manis yang tersirat di wajah Velia.


"Bye juga, Vel!" Jawab Yuna sembari melambaikan tangan pada Velia.


Setelah percakapan itu, Velia langsung pergi ke toko pakaian untuk membeli beberapa pakaian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Dafa dan Yuna


"Sayang?!" Panggil Yuna pada Dafa yang melihat Velia berjalan pergi dari hadapan mereka.


"Ada apa sayang?" Tanya Dafa sembari menoleh ke arah Yuna.


"Apa kamu akan meninggalkan aku dan kembali bersama dengan Velia?" tanya Yuna penasaran dan dengan hati yang sedikit takut kalau sampai Dafa kembali lagi pada Velia.


"Hah? Kenapa bisa begitu?" Tanya Dafa dengan menaikkan satu alisnya karena dia rasa pertanyaan Yuna tidak masuk akal.

__ADS_1


"Ya, kan kamu putus sama dia gara-gara dia udah meninggal! Dan sekarang ternyata kebenarannya dia masih hidup!" Kata Yuna menjelaskan pada Dafa.


Dafa menghela nafasnya lalu berkata,,,,,


"Sayang, aku tidak akan meninggalkan kamu demi siapapun! Velia itu hanya akan menjadi bagian dari masalalu aku saja, dan sekarang hanya kamulah yang akan menjadi masa depan aku!" Ucap Dafa menjelaskan pada kekasihnya itu.


Yuna tersenyum manis lalu kemudian memeluk Dafa dengan hangat, begitu juga dengan Dafa yang membalas pelukan dari kekasihnya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Velia yang sudah selesai berbelanja, dia memutuskan untuk makan siang di mall bersama dengan Dila dan Delisa.


Saat sedang makan siang di resto yang ada di dalam mall, Velia seperti melihat orang yang dia kenal di sana.


"Itu siapa ya? Kok kayaknya nggak asing?!" Ujar Velia di dalam hatinya. Velia mencoba mengingat siapa orang tersebut sampai akhirnya.


"VELIA!!!" Teriak seorang wanita yang tadinya di pandang Velia.


"Haish, apaan sih, Jen!!" Ujar Sehun yang kupingnya terasa sakit dengan teriakan Jenie.


"Bukan pacar gue🙂!!" Ujar Kai, yang tak lain adalah pacar dari Jenie.


"Eh?" Ucap Velia bingung karena wanita itu tiba-tiba saja memanggil namanya.


"Sini!!" Ujar Jenie yang menyuruh Velia untuk mendekat ke arahnya.


"Lis, Dil !! Ikut aku yuk!" Ajak Velia.


"Mau kemana kak?" Tanya Lisa yang melihat Velia berdiri.


"Tuh , aku dipanggil sama mereka, mending kita ke sana!" Ajak Velia lagi.


"Tunggu, kayaknya aku kenal deh sama mereka?!" Ujar Dila yang sedang berusaha berpikir kalau dirinya mengenal segerombolan orang yang bersama dengan Jenie.


"Ya, sudah lebih baik kita ke sana untuk memastikan siapa mereka!" Ucap Velia yang perlahan berjalan mendekat ke arah mereka.


Velia, Dila dan juga Lisa pun akhirnya merapat ke arah orang-orang itu, dan saat sampai di dekat mereka, Velia langsung mengingat akan siapa wanita itu.


"Jenie?" Ucap Velia setelah jelas menatap wajah wanita itu.

__ADS_1


"Hay, Vel! Kamu apa kabar? Ikut makan bareng kita yuk!" Ajak Jenie pada Velia dan juga yang lain.


Jenie sendiri adalah teman sekolah Velia dulu. Sampai akhirnya mereka tak lagi bersama karena Jenie memilih untuk bersekolah di luar negeri.


"Ini semua siapa?" Tanya Velia pada Jenie sembari melihat ke 5 pria yang sedang duduk bersama dengan Jenie.


"Oh ini? Kenalin dia pacar aku!" Ujar Jenie yang memperkenalkan pacarnya pada Velia.


Pacar Jenie bernama Kai. Jenie sendiri memiliki seorang kakak yang bernama Chen. Saat itu ada beberapa teman dari kakak Jenie, mereka bernama Byun, Sehun, dan juga Kyungsoo. Kai sendiri sebenarnya adalah teman Chen sampai akhirnya dia menyukai Jenie dan begitu juga dengan Jenie yang juga menyukai teman kakaknya itu, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk jadian.


Velia yang saat itu juga sedang bersama dengan Dila dan Lisa, akhirnya Velia memperkenalkan mereka pada Jenie dan juga temannya.


Setelah memperkenalkan mereka semua , Velia pun duduk bersama dengan mereka.


"Oh iya ,Jen! Lo sekarang tinggal di mana?" Ujar Velia yang mulai menggunakan bahasa gaul.


"Gue tinggal sama abang gue ini! Dan teman-teman abang gue juga tinggal bareng!" Kata Jenie menjelaskan.


"Oh gitu?!" Jawab Velia singkat.


Sehun, salah satu teman dari Chen ( Kakak Jenie) tak henti-hentinya menatap Lisa yang duduk dekat dengan Velia.


Lisa sendiri yang menyadari di tatap oleh Sehun, hanya terdiam dan tak berkata apapun. Dia cuma melanjutkan makannya.


"Hey, jangan macam-macam lo!" Ujar Jenie dengan menepuk pelan Sehun yang sedari tadi menatap Lisa.


"Apaan sih, lo!!" Ujar Sehun sinis.


"Nggak usah curi-curi pandang! Nanti lo suka!!" Sinis Jenie sembari menatap Sehun.


"Ya, suka-suka gue lah!! Chen, bisa nggak sih adik lo tuh di suruh buat diem?!" Jawab Sehun kesal, sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Dan ternyata Chen adalah teman dari Suho, jadi Dila juga mengenal Chen dengan baik dari pertemuan-pertemuan nya dengan Chen saat bersama dengan Suho.


"Oh iya, Dil! Suho ke mana?!" Ucap Chen mencoba mengalihkan pembicaraan dengan Sehun.


"Dia ada di mansion Velia!" Jawab Dila memberi tahu Chen yang menanyakan keberadaan Suho.


"Dia sedang bersama dengan Chan, tadi mereka berdua di ajak nggak mau!!" Kata Velia yang langsung menyahuti ucapan Dila.

__ADS_1


"Kita boleh ke sana kan?!" Tanya Jenie antusias.


__ADS_2