Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Silsilah keluarga


__ADS_3

"Sudah-sudah nggak baik berisik di tempat pemakaman!" Ucap Velia menengahi pembicaraan antara Chan dan juga Sehun.


"Dek, kakak besok akan menikah dengan Velia! Kakak tahu kamu pasti sudah tenang di alam sana, kakak mau minta restu dari kamu ya!" Ucap Chan meminta restu pada adiknya itu.


"Kak Velia juga meminta restu dari kamu juga Ri!" Ucap Velia setelah Chan.


"Kamu sudah banyak membantu aku! Terima kasih karena kamu sudah hadir untuk menemani aku, Ri! Ini aku bawakan bunga kesukaan kamu, Ri!" Ucap Velia sembari menaruh bucket bunga tulip pada makam Riri.


"Vel, kita ke rumah papa sekarang?" Tanya Chan pada Velia.


"Iya Chan!" Ucap Velia mengiyakan ucapan Chan.


"Aku harap kalian semua datang ke acara pernikahan aku besok!" Ucap batin Velia sambil memejamkan kedua matanya sejenak. Dirinya berharap agar semua yang dia kunjungi tadi datang pada saat acara pernikahan nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkat cerita, mereka berempat langsung menuju ke mansion milik Papa Chan, yaitu Leo Alexandra.


"Papa, Chan pulang!" Ucap Chan menyapa papanya yang kebetulan sedang membaca majalah di ruang tamu.


"Eh, anak papa datang!" Ucap Alexandra yang kelihatan memanjakan Chan.


"Pffff!!!" Sehun menutup mulutnya dan tertawa kecil.


"Diem nggak lo!" Kata Chan sembari menatap tajam ke arah Sehun.


"Pa, Chan mau membicarakan sesuatu sama Papa!" Kata Chan serius.


"Ada apa? Katakan saja!" Suruh Papa Chan pada anaknya itu.


"Aku dan Velia akan menikah besok!" Ucap Chan.


"APA?!!" Teriak papa Chan yang membuat semuanya yang ada di sana terkejut.


Pletakkk


Papa Chan menjitak kepala anaknya itu,


"Aishh! Sakit pa!" Ucap Chan meringis kesakitan sambil memegang kepalanya yang tadi di jitak oleh papanya.


"Kau ini! Mau menikah besok tapi baru memberi tahu papa sekarang? Anak macam apa kau ini!" Ucap Alexandra kesal pada anaknya itu.


"Maaf om!" Ucap Velia menyela dan ingin membela Chan.

__ADS_1


"Tidak, Velia! Kamu tidak salah! Kamu tidak perlu meminta maaf, yang salah adalah Chan!" Ucap Alexandra menyalahkan Chan.


"Oh ayolah pa! Chan akhir-akhir ini sangat sibuk untuk mengurus acara pernikahan yang akan dilaksanakan besok!" Ucap Chan mencoba bernegosiasi dengan Papanya.


"Lagi pula Chan hanya akan mengadakan acara untuk keluarga saja kok! Ya juga mengundang beberapa teman dekat!" Ucap Chan lagi.


"Kenapa tidak mengadakan acara yang mewah? Apa kamu tidak memiliki uang?" Tanya Alexandra heran.


"Bukan begitu pa! Chan cuma takut kalau sampai ada kejadian seperti kemarin! Asal papa tahu, Mama angkat Velia di bunuh, Pa! Makanya Chan sungguh takut akan ada hal seperti itu lagi, maka dari itu Chan hanya akan mengadakan acara sederhana saja!" Ucap Chan memberi tahu papanya.


"Bukankah begitu, Vel?" Tanya Chan yang meminta persetujuan dari Velia.


"Iya om, apa yang dikatakan oleh Chan benar! Lagi pula bukan hanya kita yang akan menikah om! Tapi adikku juga akan menikah besok!" Kata Velia menambahkan penjelasannya.


"Sebenarnya 5 pasangan akan menikah besok secara bersamaan pa!" Kata Chan.


"Oh begitu rupanya! Baiklah, besok papa akan datang ke sana!" Kata Papa Chan yang tidak jadi untuk memarahi anaknya itu.


"Ya sudah pa, kalau begitu Chan akan langsung kembali ke mansion Velia pa!" Ucap Chan yang langsung berpamitan begitu saja dengan papanya.


"Hey, kenapa buru-buru sekali? Kalian bahkan baru saja sampai, dan kalian ingin segera kembali? Setidaknya menginap lah dulu!" Tanya Papa Chan heran dan juga menyarankan mereka untuk menginap di sana.


"Itu tidak bisa, Pa! Kita harus beristirahat untuk acara pernikahan besok! Kami akan menginap di lain waktu saja, Pa!" Kata Chan yang memang benar-benar tidak bisa kalau harus menginap di mansion Papanya.


"Kalau begitu, Chan pulang dulu Pa!" Ucap Chan berpamitan pada Papanya.


"Kami duluan om!" Ujar Velia menimpali.


"Permisi om!" Ucap Sehun dan Lisa secara bersamaan.


"Iya berhati-hatilah kalian!" Ucap Papa Chan dengan tersenyum ke arah mereka yang mulai berjalan menuju mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkat cerita, sesampainya mereka di mansion. Mereka bingung karena melihat kondisi mansion yang begitu sepi.


"Sepi amat nih mansion, pada kemana sih?" Tanya Sehun heran karena memang benar melihat mansion itu sepi.


"Eh dengar suara nggak!" Tanya Lisa pada mereka karena dirinya mendengar suara.


"Kayaknya mereka semua ada di halaman belakang deh!" Ucap Chan yang menduga-duga kalau teman-teman mereka ada di halaman belakang mansion.


"Kalau begitu ayo kita ke sana dan temui mereka!" Ajak Velia yang menyarankan untuk pergi ke halaman belakang.

__ADS_1


Setelah mendengar ajakan Velia, mereka segera menuju halaman belakang, untuk memastikan para sahabat mereka memang ada di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halaman belakang,,,


"Hay guys!" Panggil Velia dari kejauhan yang ternyata melihat mereka semua sedang berkumpul di halaman belakang.


"Hay, Vel!" Jawab mereka serentak setelah mendengar Velia menyapa mereka tadi.


"Kalian lagi ngapain nih!" Ucap Velia yang berjalan ke arah mereka, dengan diikuti oleh Chan, Sehun dan juga Lisa.


"Lagi santai aja nih!"jawab mereka serempak lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Silsilah keluarga dari masing-masing teman Velia yang sesungguhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kedua orang tua Jenie dan juga Chen telah meninggal dunia. Jenie sendiri di rawat dan dibesarkan oleh Chen sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kedua orang tua Sehun telah meninggal dunia karena di bunuh. Kejadian itu terjadi saat Sehun masih berusia 6 tahun, saat itu Sehun benar-benar tidak habis pikir kalau kedua orang tuanya akan di bunuh dengan sadis, di depan mata kepalanya sendiri. Maka dari itulah Sehun memutuskan menjadi seorang mafia berdarah dingin seperti sekarang ini. Itu karena dia memang sudah bersumpah pada dirinya sendiri, kalau kelak jika dirinya sudah dewasa, maka mafia adalah cita-cita yang sangat ingin dia gapai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan orang tua dari Kai, Byun dan Kyungsoo, juga meninggal akibat pembunuhan berantai. Sampai akhirnya mereka bertiga ikut dengan Sehun untuk menjadi seorang mafia berdarah dingin. Mereka juga sudah berhasil membantai orang yang sudah membunuh keluarga mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Chen yang sebenarnya bukan seorang mafia, karena adiknya memiliki kekasih bernama Kai. Jadi pada akhirnya dirinya juga memutuskan sebagai seorang mafia juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Flashback on saat Velia, Chan, Lisa dan Sehun pergi ke makam.


Pov Jenie


"Sayang" panggil Jenie pada Kai yang tengah duduk bersantai di halaman belakang seorang diri.


Kai yang merasa dirinya di panggil oleh kekasihnya langsung menoleh dengan tatapan sendunya.

__ADS_1


"Ada apa dengan kamu? Kenapa kamu terlihat begitu sedih?" Tanya Jenie yang melihat Kai bersedih dengan wajah sendunya.


__ADS_2