
"CEPAT!!!" Bentak Velia.
Mafioso itu pun langsung melaksanakan apa yang sudah di perintahkan oleh Velia.
"Mungkin Kyungsoo memang sengaja menyuruh kita membuatkan pesta untuknya, inilah sebabnya! Haha, jahat sekali dia!" Merasa sesak pada dadanya dan kembali menitihkan air matanya lagi, "Dia bahkan sengaja menyuruh kita membuatkan pesta ini untuk memperingati kepergiannya! Dan oleh-oleh yang dia bawakan adalah kabar buruk ini!" Velia menghela nafasnya panjang.
"Vel, tenanglah kau sedang hamil!" Ucap Dila mengingatkan.
"Sayang, kita semua juga merasa kehilangan Kyungsoo!" Ucap Chan memberi tahu Velia sambil mengusap lembut kepalanya.
"Chan benar, Vel! Bagaimana pun juga Kyungsoo adalah keluarga bagi kita! Tanpa adanya dia, mungkin kita sudah di ganggu makhluk tak kasat mata, hingga kita tidak bisa bertahan hidup!" Ucap Suho.
"Jangan memperburuk keadaan, yakinkan hati kalian kalau Kyungsoo itu masih hidup!" Ucap Dafa kembali mencoba membuat keadaan membaik.
"Apa yang di katakan sama Dafa benar! Kita masih beluk tahu tentang kebenarannya, bahkan belum ada satu pun yang di temukan! Kita harus yakin kalau Kyungsoo masih hidup!" Ujar Kai dan langsung di tatap tajam oleh Velia.
"Itu karena pesawatnya menghantam laut!! Pesawat yang terbuat dari baja saja sekarang tinggal serpihan-serpihan kecil!!! Apalagi badan manusia?!" Velia menangis sejadi-jadinya.
"Chan, ayo kita pergi dan cari arwah Kyungsoo! Ayo Chan ku mohon!" Ucap Velia menggoyang-goyangkan tubuh Chan. Chan langsung memeluk istrinya yang sedang menangis histeris itu.
Velia pun berontak saat Chan memeluknya, lalu dirinya langsung berlari menuju ke halaman, di mana pesta yang akan di gelar oleh Kyungsoo. Semuanya juga langsung mengikuti Velia yang berlari menuju halaman.
"Cepat persiapkan makanannya, Kyungsoo pasti akan segera datang!" Ucap Velia yang masih berpikir kalau Kyungsoo pasti akan datang.
"Vel, dengarkan aku! Semuanya juga merasa kehilangan Kyungsoo sayang! Jangan seperti ini!" Ucap Chan yang mengkhawatirkan Velia dan juga calon anak yang ada di dalam kandungan Velia.
"Sudah cukup aku kehilangan keluargaku Chan! Aku tidak ingin kehilangan lagi! Bahkan aku bisa mati kalau sampai ada yang terluka di antara kalian semuanya! Teruma dirimu sayang!" Ucap Velia yang semakin histeris dengan kenyataan yang menimpa Kyungsoo. Kedekatan Velia dan Kyungsoo yang membuatnya menganggap Kyungsoo sebagai kakaknya sendiri.
"Iya Vel aku paham! Tapi jangan seperti ini! Kamu sedang hamil!" Chan sudah mengkhawatirkan kondisi Velia yang semakin histeris.
Namun Chan akhirnya berhasil menenangkan Velia dan membujuknya untuk tetap tenang dan menerima semuanya.
"Ayo kita duduk di kursi yang sudah kita persiapkan untuk acara pesta Kyungsoo!" Ajak Velia setelah tenang.
"Vel, lebih baik kita masuk saja ke dalam mansion!" Ujar Dila yang mengkhawatirkan kondisi Velia dan janin yang di kandungnya.
__ADS_1
"Apa kalian tega membiarkan perta Kyungsoo sepi tanpa kita? Kalian tega?"
Chan pun memberi kode semua nya untuk menuruti apa yang di mau oleh Velia, karena dirinya sedang hamil.
Mereka pun duduk di kursi yang ada di halaman, tepatnya di pesta untuk Kyungsoo itu.
Sesekali mereka menyeka air mata yang terus mengalir mengingat pesta itu untuk Kyungsoo. Mereka juga teringat akan memori mereka saat masih bersama dengan Kyungsoo. Malam itu sudah menjadi malam paling sedih untuk mereka. Sampai tiba-tiba angin berhembus kencang.
Mereka tampak bingung dengan angin yang tiba-tiba saja berhembus kencang, sampai mereka menyadari kalau ada sebuah helikopter mendekat ke halaman luas itu. Semua tampak terkejut dengan datangnya helikopter itu.
Mereka langsung menyeka air mata mereka karena melihat helikopter itu berhenti dan memposisikan badannya di halaman luas, yang tepatnya dekat dengan acara yang mereka adakan untuk Kyungsoo.
"Siapa itu?" Ucap Velia heran.
"Entahlah!" Jawab Chan yang juga tidak tahu.
"Jangan ada yang mendekat, dan cepat panggil mafioso untuk mengepungnya!" Perintah Sehun yang berjaga-jaga kalau itu adalah musuh.
Dengan membawa senjata mereka masing-masing, para mafioso itu langsung mengepung helikopter itu.
"Ky-Kyungsoo?" Ujar Velia tak menyangka.
"Apa kalian mau menangkap gue?" Ucap Kyungsoo pada mafioso yang mengarahkan senjatanya siap menyerang.
"Bos?!" Para mafioso itu serentak menurunkan senjatanya, melihat Kyungsoo yang keluar dari helikopter.
Kyungsoo pun melihat ke arah semua orang yang menatapnya dengan tatapan penuh histeris.
"Hey, kenapa wajah kalian semua begitu kusut? Gue kan udah nyuruh kalian buat bikin pesta, tapi kenapa wajah kalian menyambut gue kayak gini? Apa kalian nggak senang gue balik?" Tanya Kyungsoo dengan muka tidak bersalahnya, karena sudah membuat semua orang khawatir.
Tanpa menjawab dengan masih menatap bingung ,Suho pun memutuskan untuk berjalan mendekat ke arah Kyungsoo berada.
Plakkk,,,,
Suho menampar pelan pipi Kyungsoo untuk memastikan apakah itu benar Kyungsoo atau bukan.
__ADS_1
"Haish, lo apa-apaan sih! Sakit!" Ucap Kyungsoo sambil mengusap pipinya lembut.
"Ini beneran lo?" Tanya Suho.
"Iya bener gue lah, terus siapa lagi?" Kata Kyungsoo sambil berdecak
"Tapi, berita tentang pesawat itu?" Tanya Kai yang membuka suara.
"Gue juga turut berduka atas meninggalkan penumpang yang ada di pesawat itu?" Ucap Kyungsoo tiba-tiba.
"Ceritakan ke kita!" Pinta Dafa.
"Jadi gini!" Kyungsoo pun mulai menceritakan kejadian itu.
Saat Kyungsoo hendak menuju bandara yang ada di tempat dia tinggal, jalanan begitu macet sampai akhirnya dirinya ketinggalan pesawat. Kyungsoo yang sudah berjanji untuk kembali hari ini juga, dirinya dengan terpaksa membeli helikopter pribadi untuk terbang ke mansion nya.
"Kenapa lo bikin kita semua jantungan?" Tanya Byun sambil menepuk ala pria pada Kyungsoo.
"Gue sebenarnya mau kasih tahu kalian ,tapi tiba-tiba saja ponsel gue jatuh pas gue lagi sibuk milih helikopter!" Jelas Kyungsoo lagi.
"Lo tega benget bikin kita semua khawatir!" Ujar Sehun.
"Maafin gue karena udah bikin kalian semua khawatir!" Kata Kyungsoo dengan rasa penyesalannya.
Semuanya pun langsung mendekat ke arah Kyungsoo berada dan langsung memeluknya.
"Karena lo udah tega bikin gue nangis, lo harus tanggung jawab! Mana oleh-olehnya?" Kata Velia sambil tangan mengadah meminta oleh-oleh pada Kyungsoo.
"Oh iya gue hampir lupa!" Kyungsoo menepuk jidatnya pelan karena lupa.
"Oleh-olehnya masih di helikopter, kalau gitu lebih baik kalian ganti pakaian dan setelah itu gue kasih oleh-oleh ke kalian semua!" Saran Kyungsoo yang melihat mereka seperti memang belum mandi sore tadi. Memang kenyataannya mereka tidak sempat membersihkan diri karena tadi mengira masih berduka atas Kyungsoo.
"Nggak, kita nggak bakal ganti baju, kalau lo nggak kasih dulu oleh-olehnya!" Velia menolak sebelum apa yang dia mau di berikan.
"Haish, baiklah!" Kyungsoo pun berjalan menuju helikopternya dengan tujuan mengambil oleh-oleh yang dia bawa.
__ADS_1