Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Apa yang terjadi?


__ADS_3

Sedangkan Velia di suruh menunggu saja sambil mengawasi para pria memasang dekorasi, karena semua tidak mau kalau sampai Velia kelelahan.


"Loh, Chan udah selesai?" Tanya Velia saat melihat Chan berjalan mendekat ke arahnya.


"Iya, Vel! Udah tinggal itu aja!" Ucap Chan sambil menunjuk menggunakan dagunya.


"Tunggu dulu ya, minuman sama cemilannya lagi on the way tuh!" Kata Velia sambil memijit suaminya.


Beberapa saat kemudian semua dekorasi pesta sudah selesai. Mereka pun istirahat dengan meminum dan memakan cemilan yang sudah di bawakan oleh para istri-istri mereka. Dengan duduk di halaman mansion, tepatnya yang akan di gunakan untuk acara pesta yang diinginkan Kyungsoo.


"Chan, lo mending telepon Kyungsoo! Terus lo tanyain ke dia, jadi pulang besok apa nggak!" Suho menyarankan supaya Chan menelpon Kyungsoo untuk memastikan kalau besok Kyungsoo kembali ke Mansion.


Chan pun langsung mengambil ponsel yang ada di sakunya, untuk menelpon Kyungsoo. Akan tetapi saat dirinya hendak menelepon Kyungsoo, pandangan Chan tertuju pada sosok berjubah hitam.


"Siapa itu?" Ucap Chan sambil membelalakkan matanya menatap sosok berjubah hitam itu, hal itu langsung membuat yang lainnya menoleh ke arah yang di tatap oleh Chan.


"Ada apa?" Tanya Suho.


"Tadi ada orang di sana!" Ucap Chan yang tak lagi melihat sosok berjubah hitam itu lagi.


Entah kemana perginya sosok dengan jubah hitam itu.


"Mana mungkin sih ada orang di sana, orang penjagaan mansion kita ini aja sangatlah ketat!!" Chen yang tak percaya pada Chan pun hanya menerka kalau apa yang dilihat Chan tadi tidaklah nyata.


"Tapi tadi beneran gue lihat!" Ucap Chan yakin dengan apa yang dirinya lihat tadi. Namun Velia pun menepuk pelan pundak Chan, dan langsung Chan menoleh ke arahnya.


"Sayang, mungkin yang kamu lihat tadi cuma salah satu dari mereka, makhluk tak kasat mata! Yang sering kita lihat juga!" Ucap Velia menenangkan Chan yang terlihat bingung.


"Tidak Vel! Aku yakin tadi itu manusia!" Kekeh Chan.


"Ya udah, kalau gitu biar gue pastiin dan cari tahu dulu!" Kata Sehun lalu setelahnya menelpon mafioso yang berjaga di seluruh penjuru mansion.


Namun nihil, Sehun bilang kalau mafioso nya tidak menemukan adanya tanda-tanda penyusup di area sekitar mansion.


"Chan, gue udah telepon mafioso, katanya tadi nggak ada penyusup yang masuk ke area mansion kita!" Kata Sehun setelahnya langsung mengantongi ponsel miliknya.


"Sudahlah sayang, mungkin memang tadi hanyalah makhluk tak kasat mata saja!" Ucap Velia mencoba meyakinkan Chan.


"Tapi-" ucap Chan terpotong.


"Sudahlah, sekarang tugas lo cuma telepon Kyungsoo dan tanyain ke dia!" Dafa yang langsung memotong ucapan Chan tadi pun, menyuruh Chan untuk segera menghubungi Kyungsoo.


Karena tidak ada pilihan lain lagi, Chan menghela nafasnya lalu menelpon Kyungsoo.

__ADS_1


"Halo? Ada apa?" Ucap Kyungsoo di balik telepon.


"Besok lo jadi balik kan?" Tanya Chan.


"Iya gue besok balik jam 09.00!" Kata Kyungsoo.


"Terus pestanya gimana?" Tanya Chan menanyakan perihal pesta yang diinginkan Kyungsoo.


"Lo udah siapin kan?" Tanya Kyungsoo memastikan kalau permintaannya di penuhi.


"Udah kita semua siapin! Tapi gue sama yang lain mau tanya sama lo! Sebenarnya tuh pesta mau di bikin acara apaan?" Tanya Chan penasaran karena Kyungsoo tak kunjung memberi tahu.


"Lo semua nantinya juga bakal tahu kalau gue udah balik!" Ucap Kyungsoo yang lagi-lagi malah bikin penasaran semua orang di mansion, "Oh iya, kalau lo semua pada bingung tuh pesta mau gue bikin acara apaan, anggap aja buat nyambut kepulangan gue!" Ujar Kyungsoo lalu langsung mematikan teleponnya.


"Gila nih orang, belum juga selesai ngomong, udah di matiin aja!" Gerutu Chan sambil memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari kepulangan Kyungsoo telah tiba, mereka semua sudah berkumpul di halaman, tepatnya di pesta yang akan di gelar Kyungsoo.


Mereka sengaja menyuruh para mafioso saja yang menjemput dan mengawal Kyungsoo. Mereka juga memerintah banyak mafioso yang ada di mansion untuk menjemput Kyungsoo di Bandara.


"Chan, lo yakin nggak kita aja yang jemput si Kyungsoo?" tanya Chen memastikan, karena itu adalah rencana Chan.


"Iya gue yakin! Ya biar kita juga menerima kejutan apa yang di bawa Kyungsoo!" Jawab Chan santai.


"Lo udah telepon Kyungsoo lagi, Chan?" Tanya Suho.


"Belum sih!" Jawab Chan singkat.


"Lo udah kasih tahu kalau dekorasi pestanya udah siap?" Tanya Sehun lagi.


"Udah!" Jawab Chan singkat lagi.


"Ya udah buruan telepon Kyungsoo lagi!" Pinta Suho.


"Eh tunggu! Kemarin gue ingat kalau Kyungsoo sampai sini itu jam 09.00!" Kata Chan yang baru mengingat apa kata Kyungsoo di telepon kemarin.


"Lah, terus ngapain nyuruh mafioso jemput jam segini? Ini aja masih jam 07.00!" Ucap Kai sambil melihat jam tangan yang dia pakai di pergelangan tangannya.


"Ya biarin aja mereka nunggu, dari pada si Kyungsoo yang nungguin kan kasihan!" Kata Chan sambil menghela nafasnya.


Sedangkan para wanita berada di dapur untuk menyiapkan beberapa sajian untuk makannya nanti.

__ADS_1


"Byun, lo kenapa diam aja dari tadi??!" Tanya Sehun yang melihat Byun sedari tadi hanya diam, dan tidak seperti biasanya yang selalu cerewet.


Byun menghela nafasnya "Gue lagi bingung nih!" Jawab Byun.


"Bingung kenapa?" Ucap Sehun kembali bertanya.


"Nggak tahu juga nih!" Jawab Byun santai dengan melamun.


"Haish😒😒!".


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 09.00, namun Kyungsoo belum juga sampai di mansion, mafioso pun juga belum ada tanda-tanda untuk kembali.


"Ini udah jam 09.00 lebih, tapi kenapa Kyungsoo belum sampai sini?" Tanya Chen yang mengkhawatirkan keadaan Kyungsoo.


"Iya nih, gue takut kalau terjadi apa-apa sama Kyungsoo!" Kata Suho yang juga mengkhawatirkan Kyungsoo.


"Mending lo buruan telepon si Kyungsoo!" Saran Dafa.


Chan pun mengambil ponsel yang ada di sakunya lalu menelepon Kyungsoo. Akan tetapi saat hendak menelepon Kyungsoo, tiba-tiba saja ada telepon masuk di ponsel Chan, dan ternyata telepon dari mafioso yang di tugaskan untuk menjemput Kyungsoo di bandara.


Chan pun mengangkat telepon dari mafioso itu.


"Halo, ada apa?" Ucap Chan menjawab telepon dari mafioso itu.


"Bos, ada kabar buruk!" Ucap mafioso itu dari balik telepon.


Deg,,,


"Ada kabar buruk apa?" Tanya Chan dengan hati yang mulai khawatir.


Semua orang terkejut mendengar apa yang di katakan Chan tentang kabar buruk. Semua juga ikut merasa cemas dan khawatir.


"Pesawat yang di naiki bos Kyungsoo hilang kontak, dan sekarang masih dalam tahap pencarian!"


"APA?!" Kata Chan terkejut, "Lo jangan main-main sama ucapan lo!!!" Kata Chan membentak mafioso yang menelponnya.


"Ada apa Chan? Katakan?" Tanya Suho penasaran karena melihat raut wajah Chan yang berubah khawatir.


Chan tidak menjawab dan hanya menoleh ke arah semua orang yang ada di halaman mansion itu.


"Saya berkata yang sebenarnya bos! Kalau bos tidak percaya, bos bisa cek sendiri melalui media! Bahkan beritanya sudah menyebar ke mana-mana!" Kata mafioso itu.


"Cepat cari tahu, dan kabari gue secepatnya!!" Ucap Chan dengan nada serius.

__ADS_1


"Baik bos!"


Chan lalu mematikan teleponnya.


__ADS_2