Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Taman belakang


__ADS_3

Di sisi lain, Velia sedang duduk sendirian di depan tv.


"Bosen banget nih ?!" Ujar Velia sembari menghela nafasnya.


"Apa aku ke taman belakang rumah aja ya?!" Ujar Gisella menawarkan pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba saat Velia hendak beranjak dari duduknya, Riri muncul dan membuat Velia terkejut.


"Hay kak?!" Sapa Riri dengan tiba-tiba hingga membuat Velia terkejut.


"Astaga, Riri kamu ngagetin aja deh?!" Ucap Velia sambil mengelus dadanya karena terkejut oleh kedatangan Riri yang secara tiba-tiba.


"Hehe, maaf ya kak! Kakak mau ke mana?!" Tanya Riri pada Velia.


"Aku mau ke taman belakang, kamu mau ikut?!" Tanya Velia yang menawarkan kepada Riri.


"Ya mau lah kak, nanti kalau Riri nggak ikut ,,siapa yang jagain kak Velia dari hantu-hantu itu?!" Ujar Riri bangga pada dirinya sendiri.


"Haish, iya baiklah, ayo kita ke taman belakang! Aku juga udah lama banget deh nggak ke taman belakang!" Ajak Velia yang sudah tak sabar ingin segera menuju ke taman belakang miliknya itu.


Meskipun malam hari, namun itu tidak membuat Velia membatalkan rencananya untuk ke taman belakang.


Sesampainya Velia dan juga Riri di taman belakang. Riri yang belum sempat berkeliling di rumah Velia, akhirnya melihat taman yang terhampar luas berada di belakang rumah Velia.


"Wah ,luas banget kak tamannya?"ucap Riri kagum.


Velia menghela nafasnya dan berkata....


"Sudah beberapa hari aku tidak membereskan taman ini, oh iya kita duduk di gazebo itu yuk?!" Ujar Gisella sembari menunjuk sebuah Gazebo yang ada tepat di tengah-tengah taman miliknya.


Velia dan juga Riri hendak berjalan menuju gazebo itu bersama. Akan tetapi langkah Riri terhenti oleh aroma bunga tulip.


"Kak, baunya enak banget, di sini ada bunga tulip ya?!" Tanya Riri pada Velia.

__ADS_1


"Iya ,di sini ada tanaman bunga tulip,,tuh lihatlah di sana ada banyak bunga tulip?!" Ujar Velia sembari menunjuk ke arah bunga tulip berada.


Riri pun meminta ijin pada Velia untuk memetik bunga tulip. Sedangkan Velia sendiri langsung berjalan menuju ke arah gazebo yang ada di tengah-tengah taman itu.


"Pipi, mami,,, Velia rindu di saat kita berada di gazebo ini?!" Ujar Velia sambil menitihkan air matanya karena mengingat di saat bersama dengan kedua orang tuanya di gazebo itu.


Riri melihat kalau Velia sedang melamun dan wajahnya tampak sedih. Riri pun berjalan ke arah Velia sembari membawa bunga tulip yang dia petik tadi ,dan untuk membuat Velia senang kembali Riri mengajaknya berbicara.


"Kak Velia?" Tanya Riri yang membuyarkan lamunan Velia.


"Eh Riri, kamu udah selesai memetik bunga tulip nya?" Tanya Velia sembari mengusap air mata yang terjatuh di pipinya tanpa dia sadari.


"Kak, lihatlah ,aku memetik beberapa bunga tulip dengan warna yang berbeda?!" Ujar Riri sembari menunjukkan bunga tulip yang dia petik tadi. Velia pun tersenyum menatap Riri dan bertanya....


"Apa kau begitu menyukai bunga tulip?!" Tanya Velia pada Riri.


"Iya kak, sewaktu aku masih hidup,, kak Chan selalu menaruh vas berisikan bunga tulip di kamarku?!" Ujar Riri.


"Wah, kakak kamu manis sekali??!" Ucap Velia tanpa sadar memuji bahwa Chan manis.


"Iya kak, kak Chan sangat menyayangiku,, bahkan dia tidak mengijinkan aku untuk pergi ke alamku yang selanjutnya,,,padahal aku bisa saja pergi tapi kak Chan selalu melarang ku?!" Ujar Riri.


"Memangnya kenapa ,Ri?!" Tanya Velia penasaran.


Riri ingin menceritakan segalanya kepada Velia , namun sebelumnya Riri menyuruh Velia untuk tidak mengatakannya kepada siapapun termasuk kakaknya yaitu Chan.


Velia menyetujui ucapan Riri, dan setelahnya Riri menceritakan segalanya kepada Velia.


Riri memberi tahu Velia kalau dirinya dilarang pergi oleh Chan sebelum menemukan pelaku pembunuhan Riri, padahal Riri sudah mengikhlaskan semua yang sudah terjadi kepadanya. Akan tetapi Chan masih belum terima dengan apa yang terjadi kepada Riri.


Riri sebenarnya ingin pergi namun dia juga kasihan kepada Chan, Riri sudah seperti teman hidup untuk Chan menjalani hari-harinya. Riri sendiri sampai tidak tega untuk meninggalkan kakaknya itu. Riri merasa senang ,karena Riri bisa berguna untuk kakaknya yang sudah sekian tahun melindunginya.


"Chan sangat beruntung memiliki adik seperti kamu,?!" Ujar Velia di akhir cerita Riri.

__ADS_1


"Aku sendiri beruntung kak, bisa mengenal kakak,,, aku bisa menceritakan semuanya pada kakak?!" Ujar Riri.


Velia pun tersenyum ke arah Riri dan berkata....


"Apapun yang kamu rasakan dan kami pendam, ungkapkan saja semuanya sama kakak ya, Kak Velia akan selalu ada buat Riri?!" Ujar Velia yang mempu membuat Riri tersenyum bangga memiliki teman bicara seperti Velia.


"Terima kasih kak?!" Ujar Riri yang setelahnya memeluk Velia.


Setelah itu ,Riri pun menanyakan tentang kenapa tadi Velia melamun dan bersedih. Dan Velia pun akhirnya menceritakan apa yang dia pikirkan hingga membuatnya merasa sedih.


Velia sangat rindu kepada orang tuanya dan ingin bertemu dengan mereka , akan tetapi Velia tidak tahu harus mencari mereka kemana. Bahkan Velia sendiri tidak tahu mereka ada di mana.


Terakhir kali yang diingat oleh Velia saat bersama dengan kedua orang tuanya itu adalah, saat Velia sedang bertengkar hebat, dia membangkang seluruhnya yang dikatakan oleh kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Velia menginginkan agar Velia memutuskan hubungannya dengan Dafa, yang tak lain adalah mantan kekasihnya.


Velia menyesal.karena sudah berkata dengan kasar kepada kedua orang tuanya. Velia berpikir kalau itulah sebab kedua orang tuanya meninggalkannya dan membiarkannya hidup sendiri.


Saat menceritakan itu, Velia tak kuasa lagi menahan air matanya sampai akhirnya air mata itu jatuh beruraian di pipi Velia.


Melihat hal itu Riri menenangkan Velia dengan cara memeluknya dan menenangkannya.


"Sudah ya, kakak jangan nangis,, mungkin sebentar lagi orang tau kakak akan kembali untuk menemui kakak di sini?!" Ujar Riri yang menenangkan Velia.


"Udah ya, kakak nggak boleh nangis lagi, kan sudah ada Riri di sini,, sama halnya seperti kakak yang akan selalu ada untuk Riri. Riri akan menjaga kakak dan selalu ada untuk kakak kapan pun kakak membutuhkan aku?!" Ujar Riri yang mampu membuat Velia tersenyum kembali.


"Terima kasih ya Ri, kamu udah ada buat kakak?!" Ucap Velia.


"Iya kak, sama-sama,, oh iya kak coba deh kakak cium bau bunga tulip ini?!" Ujar Riri sembari menyodorkan bunga tulip pada Velia.


"Tidak, tidak,,aku tidak menyukai aroma bunga tulip?!" Ujar Velia yang menolak di sodori bunga tulip oleh Riri.


"Lalu kakak suka bunga apa?" Tanya Riri pada Velia.

__ADS_1


"Kakak lebih suka bunga mawar, dan rencananya kakak bakal tanam bunga mawar di taman ini?!" Ujar Velia sambil membayangkan akan taman yang nantinya akan dia isi dengan bunga mawar.


__ADS_2