Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Bertemu mantan


__ADS_3

"Oh iya, Vel! Ini mansion siapa?" Tanya Chan setelahnya.


"Ini mansion Mama Rindu yang diberikan khusus untukku, Chan!" Ucap Velia.


"Mama Rindu yang memberikannya?" Tanya Chan.


"Iya, sebenarnya aku sudah menolaknya, tapi dia memaksaku untuk tinggal di sini dan menerima kalau ini adalah hadiah untukku!" Ujar Velia.


"Lalu bagaimana dengan Delisa?" Tanya Chan yang tiada hentinya.


"Lisa tinggal dengan Mama Rindu, dan dia juga sering datang kemari! Umurku dan umur Lisa hanya berbeda 1 tahu saja!" Ujar Velia menjelaskan pada Chan.


"Oh jadi begitu!" Mengangguk angguk paham.


"Hay, Chan! Wah-wah selamat ya!!" Ujar Suho yang baru saja mendekat ke arah Chan dan Velia.


Chan dan Velia langsung menoleh ke arah Suho.


"Kenapa lo nggak bilang sama gue dari awal?" Tanya Chan langsung.


"Ya kan , gue cuma menjalankan apa yang dikatakan oleh Velia aja!" Ucap Suho.


"Iya baiklah, gue mau bilang makasih sama lo, karena lo udah mau mempertemukan gue sama Velia kembali" Kata Chan yang mengucapkan terima kasih pada Suho.


"Sama-sama, Chan! Lagi pula lo udah gue anggap kayak adik gue sendiri! Jadi kebahagiaan lo adalah kebahagiaan gue juga!" Ucap Suho yang setelahnya Chan memeluk dirinya.


"Ekhem" Dila yang tiba-tiba saja datang langsung berdehem melihat kekasihnya yang sedang berpelukan dengan Chan.


"Dila?" Ujar Suho yang langsung melepaskan pelukannya.


"Hey, kenapa di lepas? Lanjutin aja pelukannya!" Ujar Dila.


"Haish, dia cemburu rupanya! Hey, dengar ya! Aku ini pria normal , jadi aku nggak mungkin suka sama calon suami kamu, Dil!" Ucap Chan meledek Dila.


"Pfffff hahaha" Velia tertawa mendengar itu dan Suho juga ikut tertawa.


"Haish😒😒😒" ucap Dila dengan memutar mata malasnya.


"Vel, ada Delisa tuh di sana!" Ucap Dila memberi tahu Velia kalau Delisa datang berkunjung ke mansion nya.


"Lisa?" Tanya Velia yang hanya di jawab anggukan oleh Dila.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka berempat pun memutuskan untuk menemui Delisa yang sudah menunggu di ruang tamu mansion.


"Kakak," ucap Lisa sembari memeluk Velia yang baru saja datang dari taman belakang.


"Dek, kamu ke sini sendiri? Mama di mana?" Tanya Velia sambil celingukan mencari keberadaan Mama Rindu.


"Mama ada di mansion kak, dia nggak ikut ke sini! Tapi tadi dia nitip salam buat kakak!" Ucap Lisa menjelaskan pada Velia.


"Oh gitu,, oh iya, Lis kenalin ini teman-teman kakak!" Ucap Velia yang setelahnya memperkenalkan teman-temannya pada Delisa.


"Dila!" Ucap Dila memperkenalkan diri dan menjabat tangan Lisa.


"Oh iya ini Suho calon suami dari Dila!" Ucap Velia memperkenalkan Suho pada adiknya itu.


"Apa nggak terlalu cepat kak? Kalian kan masih muda? Kalian nggak mau bersenang-senang dulu dan menikmati masa muda kalian?!" Tanya Lisa yang mencoba menggurui mereka.


"Hmmt kalau di pikir-pikir kamu ada benarnya juga sih, Lis!" Ucap Suho.


"Haish😒" Ucap Dila.


"Hahahaha" mereka tertawa bersama melihat wajah malas Dila.


"Maaf kak Dil cuma bercanda kok!" Kata Lisa yang meminta maaf pada Dila.


"Dan yang ini,,,,," ucap Velia sembari menunjuk Chan pun terpotong.


"Biar aku tebak, ini pasti kak Chan kan?" Ucap Lisa.


"Kok kamu tahu?" Tanya Chan bingung.


"Ya tau dong kak, orang kak Velia aja sering banget cerita tentang kakak!" Kata Lisa.


"Oh iya? Memangnya dia cerita apa?" Tanya Chan penasaran.


"Pokoknya banyak banget kak, yang jelas kak Velia itu,,,,," Terpotong karena Velia menutup mulut Lisa dengan tangannya.


"Hehe nggak apa-apa kok,!" Ujar Velia. Lisa yang berusaha berbicara akhirnya mampu melepaskan tangan Velia yang menutupi mulutnya tadi.


"Kak Velia itu sayang banget sama kak Chan!!" Ujar Lisa yang setelahnya langsung kabur karena takut pada Velia.


"Lisa😫😫" ujar Velia yang setelahnya berlari mengejar Lisa.

__ADS_1


"Mereka ada-ada aja sih!! Ujar Dila yang melihat mereka saling mengejar, diikuti Suho dan juga Chan.


Singkat cerita,,,,,


Mereka di suruh Velia untuk tinggal beberapa hari di mansion milik Velia itu.


Di suatu pagi yang cerah, bahkan sang surya tahu kapan dia harus muncul. Velia dan juga Dila membuat sarapan untuk mereka di dapur.


"Vel, kamu panggil yang lain untuk sarapan aja ya, ini biar aku aja yang taruh di meja!" Suruh Dila sembari memegang piring berisikan lauk untuk di letakkan di meja makan.


"Wah-wah makanannya banyak banget, aku jadi laper nih!" Ujar Delisa yang baru saja menuju dapur dan langsung membantu Dila untuk menaruh makanan di meja makan.


"Iya, kamu bantuin taruh ini di meja makan dulu biar kita bisa cepat sarapan!" Suruh Dila pada Delisa.


"Kalau begitu aku akan bangunkan Chan dan juga Suho!" Ucap Velia yang setelahnya berjalan menuju kamar Chan dan juga Suho untuk membangunkan mereka.


Setelah membangunkan keduanya, mereka segera menuju ke meja makan untuk sarapan bersama.


Di sela-sela makan, Delisa berkata kalau dirinya ingin pergi ke mall bersama dengan Velia dan Dila. Sedangkan Suho mengatakan kalau dirinya dan Chan memilih berada di mansion.


Setelah selesai sarapan, Velia, Delisa dan juga Dila bersiap untuk berangkat ke mall. Pagi hari itu mereka langsung menuju mall untuk berbelanja.


Sesampainya mereka di Mall,,,,


"Gini aja kalian belanja apa saja yang kalian butuhkan, aku juga akan belanja! Tapi nanti kalau udah selesai kita kumpul di sini!!" Ujar Velia yang mengarahkan untuk berada di tempat itu jika sudah selesai berbelanja.


Setelah mengarahkan mereka, Velia pun langsung mencari barang yang dia butuhkan untuk keperluannya sendiri.


Saat itu Velia sedang sibuk mencari apapun yang dia butuhkan di Mall itu, dan tanpa sengaja, mata Velia mengarah kepada satu pasangan yang juga ada di sana. Ya, mereka adalah Dafa dan Yuna, Mantan kekasih Velia dan juga pacar barunya.


"Eh, bukankah itu Dafa?" Ujar Velia yang masih menatap Dafa dari jauh karena ingin memastikan kalau itu memang benar Dafa.


Setelah yakin kalau itu memang Dafa dan kekasihnya. Velia memutuskan untuk mendekati mereka.


"Hay, Daf?!" Sapa Velia pada mereka dan mereka berdua langsung membelalakkan matanya karena bingung dan juga tak percaya melihat Velia yang kini ada di hadapan mereka berdua.


Sebenarnya Yuna belum mengetahui wajah Velia, dia terkejut dan membelalakkan matanya karena sedikit bingung dengan wanita yang tiba-tiba menyapa Dafa di Mall itu.


"Ve,,Velia?" Ucap Dafa yang masih tak percaya.


"Sayang, ada apa?" Tanya Yuna bingung.

__ADS_1


"Dia adalah Velia, mantan kekasihku yang sudah meninggal itu sayang!" Ujar Dafa pada Yuna sehingga kini mereka berdua di buat bingung oleh Velia yang kini berdiri di hadapan mereka berdua. Mereka hanya tahu kalau Velia itu sudah meninggal, dan hanya bisa memberikan bunga mawar di rumah Velia yang lama itu. Yang mereka tahu, Velia telah meninggal karena kecelakaan maut itu. Meski jenazahnya belum ditemukan, namun mereka memang mengira kalau Velia memang sudah tiada lagi.


__ADS_2