
Byun mengerem mendadak ketika melihat kita berada tepat di depan mobilnya.
"Astaga, apa cewek itu mau mati?" umpat Byun kesal lalu segera dia turun dari mobil.
"Hei lo punya mata enggak sih? kalau jalan tuh lihat-lihat!" kesal Byun pada cewek itu.
"Eh lo tuh yang harusnya hati-hati! Bisa nyetir enggak sih?" cewek itu justru malah balik marah pada Byun.
"Haish, dasar wanita gila! kalau yang salah tapi lo yang marah-marah!" Ucap Byun sambil menyilangkan tangannya dan menatap cewek itu dengan datar.
"Apa lo bilang tadi? gue nggak gila ya! dasar cowok jelek!" cewek itu pada Byun dan bahkan mengatainya.
"Apa lo bilang? muka tampan kaya gini dibilang jelek! itu mata masih normal?" ucap Byun yang mulai terpancing emosi dan berbicara dengan nada sombongnya.
"Bodo amat!" ucap cewek itu lalu dirinya segera membereskan barang belanjaannya, yang tadi sempat terjatuh dan pergi begitu saja meninggalkan Byun.
"Hey Io mau ke mana ?urusan kita belum selesai!" ucap Byun sedikit teriak karena cewek itu sudah berjalan menjauh.
"Urus saja urusan lo sendiri! pekerjaan yang harus gue kerjain, daripada gue ngurusin cowok jelek kayak lo!" ucap cewek tadi sembari berjalan menjauh tanpa menatap Byun.
"Haish, Dasar cewek gila! lo akan tahu akibatnya!" kesal Byun lalu segera masuk ke dalam mobilnya.
Karena Byun merasa kesal, dirinya memilih untuk berjalan-jalan menggunakan mobilnya dulu ,dan seketika laparnya pun hilang karena cewek yang dia temui tadi.
Sampai akhirnya dirinya kembali ke Mansion karena merasa lapar lagi.
Pukul 06.00
Byun memasuki Mansion dengan membawa bahan-bahan makanan dan juga makanan cepat saji. Terlihat Kyungsoo sedang memasak di dapur.
"Lo dari mana aja sih?" Tanya Kyungsoo.
"Gue tadi habis beli makanan cepat saji!" Ujar Byun sambil menunjuk kantong plastik berisi makanan cepat saji yang dia bawa.
"Lo ngapain beli sih? kita itu punya banyak makanan yang bahkan bisa buat stok 1 tahun!" ujar Kyungsoo memberitahu.
"Hah? Bercanda ya! gue beli karena di kulkas udah nggak ada makanan cepat saji!"
"Memangnya enggak tahu kalau di mansion ini ada minimarket pribadi? di dekat kulkas itu ada pintu buka aja!" Kyungsoo pun menyuruh Byun untuk membuka pintu di dekat kulkas.
Byun membelalakkan matanya ,dan betapa terkejutnya Byun melihat banyaknya makanan di dalam ruangan yang cukup besar. Terdapat banyak makanan cepat saji dan juga bahan-bahan lain di sana.
"Gila ,Percuma dong gue beli di luar!! lagian lo ngapain kak bilang sama gue?" Byun merasa sangat kesal mengetahui itu karena dirinya merasa percuma membeli makanan cepat saji di jam pagi seperti tadi.
"Lagian lo nggak nanya!" kata Kyungsoo melanjutkan memasaknya.
"Ish, tau gitu gue enggak jadi keluar dan nggak ketemu sama cewek gila tadi!" kesal Byun mengingat kejadian saat dirinya bertemu dengan cewek tadi.
__ADS_1
"Cewek?" tanya Kyungsoo heran.
"Akh Sudahlah cepat masak gue lapar!" kata Byun mengalihkan pembicaraan.
Siang harinya mereka semua sibuk mempersiapkan pesta pernikahan Irene dan juga Chen, yang nantinya akan diadakan di halaman Mansion.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari H pernikahan Chen dan Irene
Setelah mereka berdua mengucapkan janji suci pernikahan. Para kerabat terdekat dan juga sahabat-sahabat mereka semua pun merayakan pesta pernikahan Chen dan juga Irene.
Mereka semua mengucapkan selamat atas pernikahan Chen dan Irene. Mereka yang sudah memiliki istri, saling menggoda istri mereka masing-masing, sampai membuat Byun merasa iri.
"Haish bisa nggak sih nggak usah romantis-romantisan di depan gue?" Kata Byun sembari memutar mata malasnya.
"Hehe nggak bisa!" ucap Sehun terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Byun.
"Kalian sangat menyebalkan! lebih baik aku pergi mencari makan , dan menikmati hidangan di sini daripada melihat kalian ya romantis-romantisan di depan gue!" ujar Byun kesal lalu pergi meninggalkan mereka dan memilih untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.
Byun berjalan sambil menggerutu dan matanya masih mengarah kepada mereka tanpa menatap jalan yang dilalui, sampai akhirnya ,,,
Brukk,,,
"Astaga maaf udah bikin gaun mu kotor!" ucap Byun merasa bersalah sebab membuat gaun seorang cewek kotor.
Sampai akhirnya mata mereka berdua saling memandang satu sama lain.
"Lo?" ucap mereka bersamaan.
"Dunia terasa sempit rupanya! kemarin lo hampir nabrak gue, dan sekarang lo bikin gaun gue kotor!" cewek itu mengungkit kejadian kemarin yang ternyata dirinya lah yang kemarin sempat hendak ditabrak Byun.
"Lo ngapain di sini?" Tanya Byun mengalihkan pembicaraan.
"Lo tuh ya bukannya minta maaf malah nanyain kayak gitu!" Kata cewek itu yang hendak emosi.
"Hey, kalau orang nanya tuh di jawab!" Ucap Byun yang malah sewot.
"Apa gue harus jawab? Nggak penting juga!" Jawab cewek itu lagi dengan nada meledek.
"Tentu harus!"
"Memangnya lo siapa nyuruh-nyuruh gue?" Wanita itu memutar mata malasnya.
"Haish, dasar gadis gila! Ayo ikut gue!!!" Ucap Byun yang setelahnya menarik tangan gadis itu dan membawanya ke mansion miliknya.
"Ehh, lo mau bawa gue ke mana?" Kata gadis itu yang ketarik sama Byun.
__ADS_1
Sesampainya di mansion Byun,,,
"Lo ngapain ngajak gue ke sini? Jangan-jangan lo mau macem-macem ya!" Gadis itu berpikiran kalau Byun akan macam-macam dengannya.
"Yee, gue nggak bakal mau sama cewek kayak lo!!" Jawab Byun dengan sombongnya.
"Dasar cowok gila!!"
Cewek itu hendak pergi namun di tahan oleh Byun.
"Apaan lagi sih? Lepasin gue!" Cewek itu berusaha berontak dan melepaskan diri dari genggaman Byun.
"Apa lo mau pakai gaun kotor itu? Gue bawa lo ke sini, cuma mau kasih lo gaun baru!! Lo tunggu di sini!!" Ucap Byun mengatakan tujuannya membawa cewek itu ke mansion nya.
Byun pun pergi ke salah satu ruangan pakaian yang ada di mansion nya, dan memberikan satu gaun untuk cewek itu.
"Nih, pakai gaun ini!" Kata Byun memberikan gaun itu padanya.
Cewek itu menerimanya "Kalau bukan karena gue mau ketemu sama teman-teman kakak gue, gue nggak mau ganti gaun ini!".
"Kakak? Siapa kakak lo?" Ucap Byun penasaran.
"Kepo banget sih lo jadi orang! Udah minggir gue mau ganti dulu!! Jangan ngintip!!" Ucap cewek itu memperingatkan.
"Ck, nggak akan!" Byun memutar bola mata malasnya.
Beberapa menit kemudian cewek itu kembali dengan masih memakai gaun kotornya.
"Lon Io nggak jadi ganti?? " ucap Byun sambil menaikkan satu alisnya.
"Lo gimana sih, gue kan nggak tahu mau ganti gaun di mana! lo aja nggak kasih tahu!" Ucapnya dengan malas.
Byun menghela nafasnya dan mengantar cewek itu ke kamar tamu untuk mengganti gaunnya.
Setelah wanita itu mengganti gaun yang dia kenakan. cewek itu langsung keluar dengan gaun yang sudah dipilihkan oleh Byun.
Byun membelalakkan makanya akibat terpanah melihat kecantikan dari wanita itu ,dan Byun juga menatapnya tanpa berkedip karena terpanah hakan pesonanya.
"Apa gue terlihat begitu cantik sampai-sampai Lo nggak berkedip sama sekali!" ucap cewek itu sambil menaikkan satu alisnya.
"Haish, lo nggak usah sok pede gitu! gue itu cuma mau pastiin aja kalau gaun yang gue kasih ke lo itu bagus!" ucap Byun mengelak karena malu.
"Ck, bilang aja kalau nggak mau mengakuinya!" ucap cewek itu sembari memutar mata malasnya.
"Cih, mana mungkin cewek kayak lo itu cantik!" kata Byun yang sengaja meledeknya.
"Apa kau bilang?" Ucap cewek itu sembari berjalan ke arah Byun dan hendak memukulnya.
__ADS_1