
"Kita harus lakukan sesuatu! Kita harus membantu melawan musuh-musuh itu!" Jenie tak dapat berpikir jernih, pikirannya kacau di tambah mengetahui Velia yang tertembak, membuat dirinya tak mampu membendung emosinya. Chen yang saat itu ada di dekatnya berusaha menenangkan adiknya itu.
"Tidak Jenie! Jangan lakukan itu! Kau tetaplah di sini! Biar aku dan Byun yang akan hadapi musuh-musuh itu dan membantu yang lainnya! Kyungsoo akan menjaga kalian di sini!" Ujar Chen yang setelahnya keluar dari ruang rahasia itu dan segera membantu yang lainnya mengusir musuh.
Kyungsoo pun juga mengatakan kalau Chan sudah membawa Velia ke rumah sakit untuk langsung mendapatkan pertolongan pertama.
Di dalan ruang rahasia itu, terlihat mereka begitu cemas akan kondisi Velia saat ini. Mereka tidak lagi mencemaskan kondisi mansion, karena mereka yakin pasti King mafia (Sehun) akan bisa menangani itu.
"Kak Velia akan baik-baik saja kan kak? Dengan baby nya juga? Hiks,, hikss" Ucap Lisa yang menangis tersedu mengingat kakak angkatnya kini telah berada di rumah sakit hanya bersama dengan Chan.
"Lisa kamu tenang ya! Tentu saja saat ini Velia akan baik-baik saja! Dia bersama suaminya yang selalu siap siaga 24 jam di sampingnya!" Kata Dila mencoba menenangkan hati Lisa, padahal hatinya sendiri juga kalut akan kekhawatiran terhadap Velia.
"Kak, katakan sama kak Kyungsoo! Kalau yang di katakan dia itu nggak bener hiks,,hiks!" Lisa meraih tangan Amanda yang saat itu masih mengenakan gaun pengantin, dan mencoba meyakinkan dirinya kalau yang di katakan oleh Kyungsoo itu hanyalah kebohongan semata.
Amanda yang tak tega melihat Lisa seperti itu, meskipun dirinya juga sebenarnya baru mengenal mereka beberapa jam yang lalu. Namun hati Amanda seperti langsung merasakan kepedihan yang mereka semua rasakan saat ini. Apalagi dengan Velia yang paling mereka sayangi.
"Kyungsoo, katakan padaku! Apa yang kamu katakan tadi itu sungguh terjadi?" Amanda yang tak tega dengan Lisa pun akhirnya memutuskan untuk mendekat ke arah Kyungsoo dan memastikannya lagi, Kyungsoo yang kini tengah menatap Lisa dengan tatapan sendunya menelan saliva nya dan langsung mengambil nafas lalu membuangnya secara kasar.
"Velia lepas dari genggamanku, dan dia malah berlari ke arah Chan! Dia tidak bisa di kendalikan mungkin karena moodnya yang masih labil bawaan ngidamnya! Tapi tak di sangka ternyata ada peluru yang dilepaskan oleh musuh tepat mengenai bagian perut Velia!" Kyungsoo menjelaskan secara detail kejadian itu, yang membuat mereka seperti pupus harapan tentang keselamatan baby Velia. Bagaimana mungkin bayi yang ada di dalam perut itu di tembak , dan tepat mengenai perutnya. Apa yang akan terjadi? Mereka sudah menduga hal buruk dan menerka-nerka tentang itu. Tapi mereka mencoba ingin berpikir positif, demi Velia.
__ADS_1
Lisa yang masih saja menangis, mendengar penjelasan yang Kyungsoo berikan tadi. Seketika saja Lisa pingsan, dan membuat mereka langsung mengkhawatirkan Lisa.
Kyungsoo menggendong Lisa dan meletakkannya pada ranjang yang ada di ruang rahasia itu. Ruang rahasia itu sendiri sengaja di desain oleh Chan layaknya istana di dalamnya, di sana juga terdapat beberapa ruang lagi. Seperti tempat tidur ,dapur, ruang makan, ruang kerja, kamar mandi, ruang bermain anak, dan masih banyak lagi ruangan di sana. Itu mereka gunakan untuk berjaga-jaga kalau kelak akan ada penyerangan secara mendadak, dan itu akan menjadi tempat paling aman untuk mereka dan juga anak-anak mereka kelak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini kondisi di luar masih kacau. Sampai akhirnya pada mafioso milik Sehun yang berada di bandara dan juga markas datang untuk membantu mereka semua. Hal itu membuat Sehun dan yang lainnya merasa sedikit tenang, karena kini jumlah mereka lebih banyak dari pada musuh.
Satu mafioso suruhan Sehun mendekat dan memberi tahu berita penting.
"Bos, saya sudah tahu tentang pemimpinnya bos!" Kata Mafioso itu yang tadi berhasil melawan musuh dan menginterogasinya sebelum dia benar-benar mati.
"Dia yang memakai jubah hitam bos!" Kata mafioso Sehun itu. Dan seketika saja membuat Sehun teringat akan ucapan Chan di hari-hari sebelumnya saat Chan mengatakan kalau dia melihat ada orang berjubah hitam yang mengawasi mereka di halaman.
"Gue mau semuanya di habisi tanpa sisa!! Bereskan mayatnya! Dan bawa pemimpin mereka ke hadapan gue!!" Perintah Sehun pada mafioso kepercayaannya itu. Sehun sangat yakin, kini tanpa dia harus turun tangan pun. Pasti para mafioso miliknya dapat mengalahkan musuh itu.
"Baik bos!" Mafioso itu menunduk lalu pergi menjalankan tugasnya. Kini Sehun berada di teras mansion dengan memegang pistol miliknya. Matanya menyidik tanpa menoleh mencoba mencari keberadaan pemimpin musuh itu, sedangkan yang lain memilih untuk membantu mafioso Sehun menghabisi musuh tanpa ampun, karena mereka tahu, Velia sudah terluka. Itu membuat mereka membabi buta dan gelap akan dendam yang teramat menyiksa melihat salah satu saudara mereka terkena tembakan, bahkan bisa di pastikan tembakan itu pasti akan menyebabkan suatu kedukaan bagi mereka nantinya. Mereka secara brutal menghabisi musuh tanpa ampun.
Beberapa saat kemudian para mafioso musuh itu dapat di habisi oleh mereka, namun sayangnya pemimpin mereka tidak dapat di tangkap, dan bahkan entah kemana perginya pemimpin itu.
__ADS_1
Salat satu mafioso milik Sehun kembali mendatangi Sehun yang masih berdiri gagah di depan teras mansion Chan.
"Maafkan kita bos, kita gagal mendapatkan pemimpinnya!" Mafioso itu tampak menyesal karena tak bisa mendapatkan apa yang tuannya mau.
"Cih!" Sehun berdecih, dia kesal dan marah. "Cepat cari mafioso musuh yang masih hidup!! Dan bawa dia ke markas! Pastikan dia di obati supaya gue bisa interogasi dia!" Sehun kembali memerintahkan itu pada mafioso miliknya. Setelah mengiyakan perintah Sehun, mafioso itu segera mencari dan mengutus semuanya untuk mencari mafioso musuh yang masih hidup ,untuk di bawa ke markas.
Para saudara mereka yang pakaian yang mereka kenakan penuh akan darah segar. Bukan karena darah mereka sendiri, melainkan darah dari mafioso musuh yang berhasil mereka bantai habis-habisan. Merasa tak ada lagi yang harus di lawan, mereka pun mendekat ke arah Sehun yang terlihat berada di teras mansion Chan.
"Sehun, lebih baik lo ke markas sekarang juga!" Kai menyuruh Sehun untuk segera ke markas.
"Iya, gue akan ke sana! Tapi sebelum itu lebih baik kita ke rumah sakit dulu!" Ujar Sehun menyarankan.
Chen yang saat itu masuk ke dalam mansion membatu Kyungsoo untuk membuka pintu rahasia itu, karena memang pintu itu tidak bisa kalau hanya di buka oleh satu orang saja.
Setelah itu mereka para wanita keluar dari ruang rahasia dan keluar mansion untuk menemui para suami mereka. Mereka melihat banyaknya mayat yang tergeletak di depan mansion itu, terjadi pertumpahan darah yang sangat banyak. Mereka bahkan tak percaya kalau itu benar-benar terjadi kembali. Masa kelam yang terjadi saat mereka menikah dulu, kini kembali terulang.
Lisa yang sudah sadar dari pingsannya tadi langsung berlari dan memeluk suaminya. Dirinya lekas mengajak suaminya untuk pergi ke rumah sakit.
Setelah itu, mereka mengganti pakaian dan bergegas menuju rumah sakit. Untuk menemui Chan dan juga Velia.
__ADS_1