Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Jangan sentuh aku!


__ADS_3

Namun Riri mengingat kalau tadi malam Riri hendak menceritakan kejadian yang dia lihat di rumah Dila. Riri pun langsung menceritakannya pada Chan, namun Chan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh adiknya itu.


"Kakak nggak akan percaya sebelum kakak melihatnya sendiri?!" Ujar Chan.


"Ya sudah, kakak ke sana saja, kalau memang kakak siap untuk sakit hati ya silahkan,,, yang penting Riri sudah kasih tahu sama kakak." Ujar Riri.


Chan yang sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh adiknya ,akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Dila. Dengan tujuan memastikan apakah benar atau tidak yang dikatakan oleh Riri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, malam itu Velia duduk termenung di dekat jendela kamarnya. Velia tidak bisa tidur karena memikirkan nasibnya yang begitu buruk.


"Kenapa nasibku menjadi seperti ini?" Ujar Velia dengan tatapan kosong. "Kedua orang tuaku entah berada di mana?! Kekasih yang sangat aku cintai dan aku percaya kini telah menduakan aku?! Dan sekarang,,orang yang kini sudah aku anggap dekat denganku pun sudah memiliki kekasih?! Tuhan kenapa kau tidak cabut saja nyawaku! Aku tidak sanggup hidup seperti ini lagi?!" Ujar Velia lagi sembari menitihkan air mata.


Di saat itu juga, Riri ternyata berada di sana "Kasihan sekali kamu kak?!" Ujar Riri yang melihat Velia tengah bersedih.


Tiba-tiba Riri melihat ada sepasang kekasih yang turun dari mobil yang berhenti di depan rumah Velia. Mereka yang turun membawa beberapa tangkai bunga mawar dan menaruhnya di depan pintu rumah Velia.


Velia yang berada di dalam kamar pun mendengar suara mobil memasuki halaman rumah Velia.


"Suara mobil? Apa itu Pipi dan Mami?" Ujar Velia yang langsung bergegas keluar rumah untuk melihat siapa yang datang.


Saat Velia hendak berjalan menuju pintu , dia melihat Riri yang sedang menatapnya dari Jauh, namun Velia sengaja hanya diam sengaja tidak memanggil Riri. Setelah itu Velia melanjutkan langkahnya untuk melihat.


Setelah membuka pintu ternyata sepasang kekasih yang menaruh bunga di depan rumah Velia sudah tidak ada, dan hanya tinggal beberapa tangkai bunga mawar saja yang ada di sana.


"Bunga mawar?" Tanya Velia heran lalu mengambilnya.


"Apa Riri sengaja menaruhnya di sini, supaya aku menjadi lebih baik?!" Ujar Velia di dalam hatinya.


"Riri makasih ya!" Ujar Velia yang di dengar oleh Riri dari kejauhan.


"Apa? Makasih? Apa aku tidak salah dengar? Aku bahkan tidak melakukan apapun?!" Ujar Riri yang berada jauh dari Velia.


"Apa aku muncul saja? Haish, sebaiknya jangan! Lagi pula kak Velia sudah memintaku untuk tidak menemuinya dulu,,biarkan saja kak Velia sendiri,,,aku akan menemui kak Chan." Kata Riri yang setelahnya menghilang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Chan pergi ke rumah Dila dengan mengendarai mobil miliknya meski dia tahu jarak rumah Dila dengannya tidak begitu jauh , namun Chan sengaja menaiki mobil miliknya.


Sesampainya Chan di rumah Dila, dia ragu untuk mengetuk pintu rumah Dila.


"Kalau benar Dila ada di dalam bersama dengan Suho, aku harus bisa tegas dalam mengambil keputusan,,, apapun nanti yang dikatakan oleh Dila, aku akan menerimanya?!" Ujar Chan yang setelahnya mengetuk pintu rumah Dila.


Sedangkan di saat yang bersamaan, Suho sedang berada di dalam kamar Dila untuk menemani Dila. Suho yang saat itu sudah memastikan kalau Dila sudah tertidur dengan pulas memutuskan untuk membuat kopi di dapur.


Suho hendak mencium kening Dila yang sedang tertidur pulas, akan tetapi dia membatalkan niatnya,,,,


"Tidak! Aku tidak akan mencium Dila sebelum dia menerima ku kembali?!" Ujar Suho yang setelahnya menyelimuti Dila dan berjalan ke arah dapur.


Back to Chan yang mengetuk pintu rumah Dila,,,,,


Tok tok tok,,,,


Suho yang berada di dalam, mendengar ketukan pintu langsung saja dia membukanya,,,


Dan betapa terkejutnya Chan yang melihat bahwa Suho lah yang membuka pintu itu,,,,


"Kau?? Sedang apa kau di rumah kekasihku????!" Tanya Chan dengan perasaan kesal.


"Apa maksudmu?!" Tanya Chan yang tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Suho.


"Apa kau tidak sadar juga?" Kau pikir apa yang aku lakukan di sini bersama dengan Dila? Bukankah seharusnya Dila mengusirku? Tapi lihatlah, dia menerimaku dengan sepenuh hatinya" Ujar Suho sembari tersenyum menyungging.


Hati Chan bak tersambar petir, Chan berfikir kalau Dila sudah melakukan hal di luar pernikahan dengan Suho di dalam rumahnya.


"Kau pasti berbohong!!" Ujar Chan menyangkal pernyataan Suho "Di mana Dila?!" Ujar Chan marah.


"Dia sedang tidur sekarang?!" Ujar Suho yang tak kalah meninggikan suaranya.


"DILA!!!" teriak Chan hingga membuat Suho marah.


"Hey, apa kau tuli? Sudah ku bilang kalau Dila sedang tidur di dalam!!!" Ujar Suho marah kepada Chan.


"Kenapa kau masih di sini!!" Ujar Chan tegas.

__ADS_1


"Hey, ini rumah calon istri ku ,, lagi pula kalau aku di sini itu bukan urusan kamu!!" Ujar Suho dengan kesombongan dirinya.


"Masih calon bukan?"ujar Chan yang tak kalah sombong.


"Kau!!!!!!" Ujar Suho marah lalu memukul Chan beberapa kali pada bagian wajahnya, hingga mengakibatkan pendarahan pada hidung Chan.


Karena mendengar suara keributan di luar rumahnya, Dila terbangun dari tidurnya.


"Ada apaan sih? Kok berisik banget!" Ujar Dila yang setelahnya beranjak dari ranjang kamarnya dan menuju ke depan rumahnya.


Dila membelalakkan matanya, melihat Chan dan juga Suho yang sedang berkelahi.


"Hey sudah cukup!! Apa yang kalian lakukan?!" Ujar Dila melerai perkelahian yang terjadi antara Chan dan juga Suho.


Dila terkejut melihat hidung Chan yang mengeluarkan darah.


"Chan hidungmu?" Hendak menyentuh Chan ,namun Chan justru menghindar dari Dila.


"Tunggu! Jangan sentuh aku ,Dil!!" Ujar Chan.


"Chan tapi,,,,," ucapan Dila terpotong oleh Chan.


"Sebelum kau mengatakan apa dari semua ini? Dan juga kenapa dia ada di rumahmu? Aku tidak akan mendekatimu?!" Ujar Chan yang memegang hidungnya yang penuh dengan darah.


Dila menghela nafasnya dan berkata,,,"Suho cuma menemani aku saja Chan?!" Ujar Dila tanpa rasa bersalah.


Chan lalu menatap Suho yang sedang tersenyum bangga. Hati Chan sungguh di permainkan oleh Dila.


"Dil, apa yang kau katakan? Aku ini kekasihmu! Tapi kenapa justru kau malah meminta laki-laki lain untuk menemani kamu?!" Ujar Chan dengan hati yang sudah patah bahkan untuk bicara pun sedikit sesak rasanya.


Dila lalu mengingat kalau saat itu statusnya bersama Chan adalah seorang kekasih.


"Astaga, kenapa aku bisa berkata seperti itu tadi?!" Ujar Dila di dalam hatinya.


"Chan ,maksudku,,,,," ucapan Dila di potong oleh Suho.


"Sudahlah Dil, kita masuk saja, kita nggak usah pedulikan dia!?!" Ujar Suho yang mengajak Dila untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Suho diam kau!!" Ujar Dila kesal.


Mendengar ucapan Dila, Suho hanya bisa memutar mata malasnya dan langsung diam tak bersuara.


__ADS_2