
Riri yang mengetahui kenyataan itu terperanjat kaget saat tau kalau yang menaruh obat ke dalam minumannya adalah Dila.
"Jadi dia?? Waktu itu aku sakit perut gara-gara dia? Aku benar-benar tidak menyangka?!" Ujar Riri.
"Dek, kamu harus sabar, ingatlah ini hanya masalalu jadi jangan sampai kamu terbawa emosi!" Ucap Chan.
"Iya, Ri kamu yang sabar ya" Pungkas Velia.
Riri hanya bisa bersabar dan menghela nafasnya.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Mereka diperlihatkan pada sebuah tempat penginapan. Saat itu Riri memiliki jadwal pemotretan yang sama dengan Dila.
Riri yang tidak tahu kenapa Dila begitu membenci dirinya pun memutuskan untuk bertanya baik-baik pada Dila.
"Kak, boleh aku bertanya?" Tanya Riri.
Dila memutar bola malasnya lalu berkata,,,,,
"Aku tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan orang sepertimu!" Ketus Dila.
"Tapi aku ingin menanyakan ini padamu!" Ucap Dila memaksa.
Dila yang kesal akan paksaan dari Riri ,akhirnya mengalah.
"Katakan!! Waktumu hanya 5 menit!!"
"Sebenarnya apa yang kamu mau? Kenapa kamu terus mengganggu ketenangan aku? Sebelumnya aku tidak pernah memiliki masalah denganmu! Bahkan aku baru mengenalmu di beberapa hari terakhir ini!"
Dila pun menjawabnya dengan senyuman sinis di wajahnya.
"Aku tidak menyukaimu!!!" Ketus Dila.
"Tapi apa sebabnya?"
Dila pun mendekatkan wajahnya pada wajah Riri, lalu dia berkata,,,,,
"Karena kau telah merebut posisiku sebagai seorang model ternama!" Ucap Dila yang setelahnya pergi begitu saja dari hadapan Riri.
Riri yang masih bingung dengan ucapan Dila, saat itu juga Riri menghentikan langkah Dila.
"Tunggu!"
Dila langsung menghentikan langkahnya tanpa berbalik menghadap Riri.
"Kapan aku merebut posisimu? Aku bahkan tidak pernah memiliki niat untuk merebut posisimu sebagai seorang model ternama! Aku hanyalah pendatang baru saja!" Jelas Riri.
Dila tersenyum tipis tanda seperti dia hanya menyepelekan ucapan Riri.
"Nggak usah sok munafik!! Aku tau kalau kau datang hanya untuk menyingkirkan ku! Sudah! Aku muak melihat wajahmu!!" Ucap Dila lalu berjalan pergi.
Riri yang kesal dengan Dila akhirnya memutuskan untuk berjalan cepat ke arah Dila dan langsung menampar Dila.
Plakkkkkk,,,,,,,
__ADS_1
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Chan membelalakkan matanya melihat adiknya menampar Dila di masalalu nya.
"Dek, kenapa kamu menampar Dila?"
"Astaga, Ri ! Apa dia melakukan kesalahan besar padamu?" Tanya Velia.
"Aku sendiri juga tidak tahu kak, aku ke lupa dengan kejadian itu, maka dari itu aku memilih untuk menjelajah masalalu untuk mengingat semuanya!" Kata Riri.
"Tapi tunggu! Bukankah itu cewek kamu?" Tanya Velia yang masih belum tahu mengenai hubungan Chan dengan Dila.
"Bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku sudah tidak memiliki hubungan lagi dengannya!" Ujar Chan "Aku sadar, Vel! menjalani hubungan dengannya sama saja membohongi diriku sendiri!" Kata Chan lagi.
"Kok bisa gitu?" Tanya Velia heran.
"Bukan dia yang aku cari, tapi wanita lain!" Kata Chan.
"Oh gitu!" Jawab Velia singkat.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Beraninya kau menamparku!!!!!" Ucap Dila yang marah pada Riri.
Saat hendak menampar Riri balik tiba-tiba Suho datang dan bertanya tentang apa yang sedang terjadi. Dila memberi tahu Suho kalau dirinya di tampar oleh Riri.
Suho pun mendekati Riri dan berkata,,,,
"Aku tidak tahu kau memiliki masalah apa dengan kekasihku, tapi tolong jangan main fisik kalau kau tidak ingin berurusan dengan polisi!!" Ucap Suho memberi tahu Riri.
"Sudahlah sayang ayo kita pergi saja!" Ucap Dila yang langsung mengandeng tangan Suho dan mengajaknya pergi.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Kenapa Dila bisa sampai begitu? Dan kenapa dulu kamu nggak pernah bilang sama kakak ?!" Tanya Chan.
"Aku pikir dulu aku bisa mengatasinya sendiri. Sudahlah kak lagipula ini juga sudah terjadi, lebih baik kita segera kembali?!" Ujar Riri pasrah.
"Apa kita akan kembali sekarang?" Tanya Velia.
"Iya kak, sudah cukup aku melihat masalalu yang seperti itu!" Kata Riri.
Saat mereka hendak keluar dari raga Chan, tiba-tiba mereka seperti tertarik dan masuk ke dalam sebuah gedung tua.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Riri di sekap di dalam gedung tua itu oleh seseorang.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Astaga, kenapa kamu bisa di sekap seperti itu dek? Bahkan kakak tidak pernah tahu kalau kamu di sekap! Setahu kakak kamu hanya pamit untuk pemotretan di puncak!" Ujar Chan.
"Sepertinya aku tahu siapa yang sudah membunuhku, kak!" Ujar Riri dengan tatapan tajamnya.
Velia hanya mendengarkan percakapan antara kedua kakak adik itu.
__ADS_1
"Kita lihat dulu siapa dulu dibalik penyekapan aku ini!" Ujar Riri lagi.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Lepaskan aku!!" Ujar Riri dengan tangan yang terikat.
"Diam!!" Ketus salah seorang pria yang berada di sana.
Dila datang ke sana dengan membawa sebilah pisau di tangannya. Riri terkejut melihat siapa yang datang padanya.
"Kak Dila? Kenapa kamu melakukan ini padaku? Apa salahku?! Lepaskan aku dari sini!!" Ujar Riri.
"Pengawal, pergilah dan jagalah di luar, aku akan bersenang-senang dengan gadis ini?!" Ujar Dila tersenyum seringai ke arah Riri.
Riri sangat ketakutan saat itu, namun dia berusaha memberanikan dirinya.
Setelah penjaga itu keluar, Dila perlahan mendekat ke arah Riri.
"Lepaskan aku!! Apa kau sudah gila?" Ujar Riri yang berusaha terlihat berani di depan Dila.
"Apa kau bilang? Aku gila? Kau yang sudah berani menamparku! Dan kau harus merasakan akibatnya!!" Ketus Dila.
Plakkkk,,,,,,
Sebuah tamparan mendarat di pipi Riri. Riri merasa kesakitan bahkan air matanya hendak keluar dari pelupuk matanya karena menahan rasa sakit akibat tamparan Dila.
Riri hanya diam tak berdaya karena kedua tangannya terikat, sedangkan Dila tengah memainkan pisau di tangannya sembari sesekali tersenyum seringai menakutkan.
"Apa aku harus mengukir namaku di wajahmu ini?" Kata Dila sambil memainkan pisau di wajah Riri.
"Jangan! Ku mohon jangan! Aku minta maaf kalau aku memiliki salah padamu!" Mohon Riri.
"Maaf katamu? Kenapa baru sekarang? Setelah kau merebut posisiku dan bahkan berani menamparku! Sekarang kamu bilang maaf??!" Ujar Dila mempertajam tatapannya pada Riri.
Perlahan Riri menangis karena takut jika Dila melakukan sesuatu pada dirinya.
"KAKAK TOLONG AKU!!!" Teriak Riri.
"Teriak lah sesuka hatimu! Tempat ini jauh dari keramaian!" Kata Dila.
"KAU KEJAM!!!!" Teriak Riri pada Dila.
"Tadi kau bilang apa? Aku kejam? Sekarang akan aku perlihatkan padamu, bagaimana kejam itu!" Ujar Dila yang perlahan mendekatkan pisaunya lagi ke arah Riri.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Riri.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Riri terlihat sangat marah melihat kejadian masalalu itu.
"Aku akan menghabisi kamu!!!" Ujar Riri dengan penuh amarah.
"Dek, tenanglah dulu!" Ucap Chan menenangkan Riri.
Tiba-tiba Riri langsung menghilang begitu saja dan keluar dari tubuh Chan lalu mencari keberadaan Dila di dunia nyata.
__ADS_1