Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Mantan Kekasih Sindy


__ADS_3

Sindy pun menoleh ke sumber suara, di mana ada Dila di depan mansion yang dia hampiri tadi.


"Loh, itu kan Dila? Sial!!!! Gue pasti di kerjain nih sama cowok gila itu!" Ucap Sindy lirih.


Dila pun menyuruh Sindy untuk ke mansion nya dan Sindy pun langsung berjalan ke sana.


"Lo ngapain di mansion Byun?" Tanya Dila bingung.


"Tadi Byun bilang mansion lo yang itu!" Ucap Sindy sembari menunjuk mansion Byun.


"Lo mau aja sih di bohongin sama Byun!" Kata Dila terkekeh.


"Ya, mau gimana lagi, gue kan belum tahu mansion kalian semua satu persatu!" Ujar Sindy sembari menghela nafas.


"Ya udah, btw lo mau ngapain nyari gue?" Tanya Dila penasaran.


Sindy pun memberitahu Dila kalau Velia mengajaknya untuk pergi ke mall bersama sama. Dila yang langsung setuju memutuskan untuk mengambil tas dan berjalan menuju Mansion Velia bersama dengan Sindy.


Setelah itu mereka bertujuh (Velia, Dila, Jenie, Lisa, Irene, Yuna dan Sindy) menuju ke mall bersama.


Sesampainya mereka di mall, mereka langsung memilih barang-barang yang akan mereka beli. Sampai akhirnya,,,,,


"Vel, gue mau ke toilet dulu ya bentar! sudah nggak tahan nih!" Sindy ingin buang air kecil meminta Velia untuk menunggunya sebentar karena dirinya ingin pergi ke toilet.


Pov Sindy


Setelah selesai buang air kecil dari toilet Sindy pun keluar dari toilet, namun tiba-tiba saja,


Grepp,,


Ada seorang lelaki yang menarik Sindy dengan paksa, Sindy yang tidak mengetahui siapa orang itu dirinya berontak dan mencoba melarikan diri.


"Lepasin gue!" Ucap Sindy berusaha berontak.


"Lo harus ikut gue!" Seorang pria yang memakai topeng itu terus saja menarik Sindy.


"Nggak, gue nggak mau! Lepasin gue atau gue teriak!!!" Ancam Sindy pada orang yang terus saja menarik tangannya.


Sosok pria bertopeng itu pun melepas topengnya dan menunjukkan wajahnya pada Sindy.


"Ini gue!" ucapnya.


Deg,,


Sindy langsung terdiam melihat seorang pria yang ternyata dia kenali, dan bisa disapa Lucas.


"Lucas?" Ucap Sindy tak percaya.


Melihat Sindy yang tak lagi berontak, Lucas langsung membawanya keluar dari mall itu.


Sedangkan di sisi lain, ternyata mereka bertujuh diantar oleh mafioso suruhan Sehun. Dan mereka yang sedang sibuk di perusahaan meminta Byun untuk menjaga mereka dari jauh. Jadi para wanita itu tidak tahu kalau sebenarnya Byun membuntuti mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pov Byun


"Haish, yang suaminya siapa yang di suruh jaga siapa!!" Ujar Byun mendengus kesal.


Mata Byun pun melihat ke arah mobil yang letaknya tak jauh dari dia parkir, dan dia terlihat sedikit membelalakkan matanya melihat Sindy bersama seorang pria.


"Loh, itu bukannya Sindy? Ngapain dia sama cowok itu? Wah nggak bener nih, masak dia main pergi gitu aja ninggalin yang lainnya?" Ucap Byun yang merasa tidak adil baginya.


Byun menghela nafas, "Bodo amat lah!" Byun mencoba mengalihkan pandangannya. Namun seperti ada kesan tersendiri dirinya malah terus menatap Sindy yang hendak dibawa masuk ke dalam mobil pria itu.


"Tapi kok itu kayak di tarik-tarik gitu sih? Ya elah dasar bucin!!" Ucap Byun yang setelahnya memalingkan wajahnya lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Sindy


"Masuk!" Perintah Lucas pada Sindy.


"Nggak, gue nggak mau ikut sama lo!" Sindy menolak mentah-mentah.


"Masuk atau gue paksa lo!!" Ancam Lucas.


"Gue nggak mau!" Tolak Sindy lagi.


"Kalau gitu jangan salahkan gue!!" Ucap Lucas lalu memaksa Sindy masuk ke dalam mobil.


"Akh !" Sindy kini sudah masuk ke dalam mobil milik Lucas.


"Lo mau bawa gue kemana?" tanya Sindy penasaran karena dirinya tidak tahu, ke mana Lucas akan membawa dirinya.


Lucas hanya diam tak bergeming.


"Lucas jawab lo mau bawa gue kemana? belum puas lo nyakitin gue? dan sekarang lo seenaknya datang dan bawa gue kayak gini!" kata Sindy.


"Gue minta maaf saat itu gue benar-benar khilaf!" ucap Lucas yang meminta maaf pada Sindy atas perbuatan yang sudah dilakukan.


"Kalau lo enggak ada niat pasti lo enggak mungkin ngelakuin itu! sekarang turunin gue! atau gue akan lompat!!" ancam Sindy. Namun seakan tahu apa yang akan dilakukan oleh Sindy, Lucas dengan segera mengunci pintu mobil sehingga Sindy tidak akan bisa membukanya. Karena kunci mobil itu sudah dibuat secara otomatis.


Sesampainya mereka di suatu tempat, Lucas menyuruh Sindy untuk segera turun. akan tetapi Sindy malah menolak.


"Ayo turun!" Perintah Lucas pada Sindy.


"Nggak , gue nggak mau turun! Gue mau pulang!" Sindy terus merengek dan meminta diantar pulang.


"Nggak!! Lo bakal jadi milik gue selamanya!" Lucas langsung menarik Sindy paksa dan menggendongnya masuk ke dalam sebuah mansion yang ternyata adalah milik Lucas.


"Nggak! Lepasin gue! Gue mau pulang hiks!" Sindy menangis karena di paksa oleh Lucas.


Lucas pun langsung melempar Sindy di sebuah ranjang yang ada di sebuah kamar.


"Aw sakit!!! Lucas, gue mohon sama lo! Gue mau pulang!" Ucap Sindy memohon.


"Lo boleh pulang setelah lo jadi istri gue!!" Tawar Lucas pada Sindy. Akan tetapi Sindy menolaknya lagi mentah-mentah, karena memang dirinya tidak mau untuk menikah dengan Lucas.

__ADS_1


Lucas pun langsung mengunci pintu kamar itu.


"Lo yang maksa gue buat ngelakuin ini!"


"Gue mohon lepasin gue!! Belum puas lo udah bikin hati gue hancur, hiks!! Jangan paksa gue Lucas! Lo jahat Lucas, Lo jahat!!!" Ucap Sindy sembari menangis memohon.


"Sudah gue bilang itu cuma kesalahpahaman!" jelas Lucas.


"Kesalahpahaman apa maksudmu? jika memang itu hanya kesalahpahaman seharusnya kau memilihku bukan malah memilihnya! lo jahat!! gue benci sama lo Lucas!!!" Kesal Sindy ketika kembali mengingat masa lalunya.


Melihat Sindy yang menangis dan memohon, seakan membuat hati Lucas luluh.


"Jangan menangis sayang!" pinta Lukas sembari tangannya yang hendak menyentuh Sindy. Namun Sindy langsung menghempaskan tangan Lucas yang akan menyentuh pipinya.


"Jangan sentuh gue !!! lo nggak berhak buat nyentuh gue!" Sindy melarang Lucas untuk menyentuh dirinya.


"Kau susah sekali di atur Sindy!! Akan gue buat lo jatuh cinta lagi sama gue!" Ucap Lucas yang langsung menindih tubuh Sindy.


"Nggak gue mohon lepasin gue!! TOLONG!!!" Sindy berteriak meminta tolong, berharap ada orang yang bisa menolong dirinya.


"Teriak lah sesuka hati kamu sayang, hanya ada kita berdua dan tidak ada yang akan bisa menolong kamu!" kata Lucas sembari tersenyum bangga pada dirinya, "Kita nikmati saja kebersamaan kita ini sayang!" Ujar Lucas lalu perlahan hendak mencium Sindy, dan Sindy hanya bisa menangis pasrah. Karena berontak pun tenaganya kalah kuat dengan Lucas yang menindihnya.


Gubrakkkkkkk,,,


Suara pintu yang di buka secara paksa dari luar kamar membuat Lucas menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah pintu.


"Lepaskan dia!!" Ucap pria itu.


"Siapa lo?" Tanya Lucas sambil menatap tajam ke arahnya.


"Byun?" Kata Sindy terkejut melihat kedatangan Byun yang tiba-tiba dan tepat pada waktunya.


Flashback on


Byun menelpon mafioso yang tadi mengantarkan para wanita untuk berbelanja ke mall.


"Halo, gue ada urusan bentar! Dan nanti kalian bilang sama para cewek kalau Sindy udah pulang duluan sama pacarnya!" Ucap Byun lalu mematikan teleponnya dan segera mengikuti ke mana perginya mobil yang dinaiki oleh Sindy dan pria itu.


Flashback off


"Sindy apa kau baik-baik saja?" Tanya Byun yang melihat Sindy berdiri di belakang Lucas. Sindy hanya mengangguk sambil berusaha menahan air matanya.


"Jelas dia pasti baik-baik saja! gue pasti jaga dia, karena dia adalah calon istri gue!" ucap Lucas bangga.


"Apa benar begitu?" tanya Byun pada Sindy.


Sindy tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya menjawabnya dengan gelengan lalu perlahan menangis.


"Jadi siapa yang harus gue percaya dan mana yang benar?" tanya Byun memastikan.


"cepat pergi dari sini! kalau udah ganggu momen bahagia gue!! karena gue sebentar lagi akan menikah dengan Sindy" kata Lucas sembari tersenyum seringai.


"Oh Kalau gitu sorry gue udah gangguin kalian!! gue pergi dulu!" ujar Byun yang anda beranjak pergi.

__ADS_1


__ADS_2