Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Pergi ke makam


__ADS_3

"Lo dapat dari mana kalung ini? Terus lo tahu dari mana kalau kalung ini bisa membuat hantu tidak bisa menyakiti kita?" Tanya Chan yang ingin mengetahui tentang kalung itu.


"Karena kalung ini gue sendiri yang bikin!" Kata Kyungsoo yang membuat semuanya sedikit tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kyungsoo.


"Wah-wah sepertinya lo pantes deh kalau jadi pembuat kalung, kenapa lo nggak usaha kalung aja?" Ucap Sehun.


"Gue nggak mau, dan gue nggak minat!" Kata Kyungsoo.


"Gue buat itu dari batu keramat yang gue temuin!" Kata Kyungsoo lagi.


Kyungsoo sendiri sebenarnya seperti mama Rindu, seorang paranormal. Namun Kyungsoo memilih menyembunyikan identitasnya dari publik, dan hanya memilih untuk membantu yang benar-benar membutuhkan bantuannya. Bedanya dengan mama Rindu adalah, kalau mama Rindu sering dimintai tolong oleh mereka yang masih hidup dan juga makhluk tak kasat mata juga.


"Astaga, cuma dari batu? Kalau dari batu di depan banyak tuh!" Kata Byun menyepelekan.


"Itu bukan batu sembarangan bodoh! Batu itu sebenarnya ada penunggunya!" Kata Kyungsoo menjelaskan pada semuanya.


"Apa? Itu mengerikan sekali! Aku jadi takut untuk memakainya!" Kata Lisa yang beluk memakai kalung itu.


"Kamu nggak perlu takut sayang, kan ada aku!" Kata Sehun yang menggombal pada calon istrinya itu.


Semua yang ada di sana memutar mata malasnya ,mendengar gombalan Sehun tadi.


Berbeda dengan Velia yang justru menepuk jidatnya mendengar gombalan itu.


"Woy, bisa nggak sih lo menghargai jomblo di sini!" Kata Chen.


"Memangnya harga jomblo di sini berapa? Kok minta di hargai?" Tanya Sehun yang justru malah mengejek semua yang jomblo.


"Chen, udah biarin aja, kam ada gue!" Ucap Byun dengan menaikkan kedua alisnya pada Chen.


"Apaan sih lo😒 jijik gue lihatnya!" Kata Chen kesal.


"Lucu sekali!" Ucap Jenie yang tertawa kecil melihat percakapan antara kakaknya dan juga Byun.

__ADS_1


"Iya, kalian terlihat sangat cocok!" Kata Yuna menimpali.


"Lucu katamu?" Menatap tajam Jenie dan juga Yuna.


"Hey, lo jangan macam-macam sama calon istri gue!!" Ancam Dafa yang tak mau kalau calon istrinya di beri tatapan tajam oleh Chen.


"Hehe Sorry Daf, gue cuma bercanda aja!" Ucap Chen cengengesan.


"Udah, kalian semua nggak perlu takut! Penunggu dari liontin yang akan kalian pakai itu, justru yang akan melindungi kalian!" Kata Kyungsoo menjelaskan lagi, supaya semuanya mengerti dan tidak perlu takut ataupun khawatir, dengan penunggu dari liontin itu.


"Wih, penunggunya cewek apa cowok tuh?" Kata Byun antusias. Chen langsung menatap tajam ke arah Byun.


"Apa lo lihat-lihat!" Ucap Byun sombong, karena tadi Chen berbicara kalau dirinya jijik dengan Byun.


"Lo bisa kan jadiin cincin aja buat gue?" Ucap Sehun yang ingin liontin itu di jadikan sebuah cincin saja.


"Gue juga mau!" Ucap Byun yang juga ingin kalau liontin nya di buat sebuah cincin.


Begitu juga dengan yang lainnya, para cowok memilih untuk dibuatkan cincin saja. Sedangkan para wanita hanya ingin memakai kalung.


"Kalau begitu, aku sama Velia berangkat ya!" Ucap Chan berpamitan karena ingin segera mengantar Velia ke makam keluarganya dan juga pergi ke rumah papa Chan.


"Kak, aku pengen ikut, apa boleh? Aku ingin pergi ke makam keluarga kakak!" Ucap Lisa yang ingin ikut dengan Velia dan juga Chan.


"Ya sudah ayo, lagi pula kita nanti juga akan ke makam mama Rindu juga untuk meminta restunya!" Kata Velia.


Lisa lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil tas miliknya.


"Kalau Lisa ikut, gue juga harus ikut!" Ucap Sehun memaksa.


"Chan, emangnya lo nggak ke makam Riri?" Tanya Suho yang teringat pada adik kandung Chan yang bernama Riri.


"Tentu saja gue akan berkunjung ke sana juga!" Kata Chan yang tidak mungkin bisa lupa dengan adik kesayangannya.

__ADS_1


"Bukannya makam Riri juga ada di sana, Chan?" Tanya Velia pada Chan untuk memastikan kebenaran tentang letak makam Riri.


"Iya sayang!" Jawab Chan yang mengiyakan ucapan Velia.


"Ya sudah kalau begitu kita semua yang ada di sini nitip salam aja ya buat mereka!" Kata Jenie mewakili semua yang ada di mansion dan tidak ikut ke makam.


Singkat cerita, mereka berangkat menuju ke makam. Dan sesampainya mereka di tempta pemakaman, mereka langsung turun dan menuju ke makam keluarga Velia terlebih dahulu.


Velia duduk berjongkok di dekat nisan kedua orang tuanya.


"Pipi, Mami besok Velia akan melangsungkan acara pernikahan dan kalian tahu Velia menikah dengan siapa? Velia akan menikah dengan Chan! Kami datang untuk meminta restu dari kalian!" Ucap Velia dengan mata sendunya menatap nisan kedua orang tuanya, lalu setelahnya Velia memberikan bucket bunga di masing-masing nisan orang tuanya.


"Om, tante Chan meminta restu dari kalian untuk melangsungkan pernikahan dengan Velia!" Ucap Chan setelah Velia bangkit dari duduknya.


Velia lalu berjalan menuju ke makam saudara kembarnya, lalu Velia duduk tepat di samping nisan Talia, saudara kembarnya.


"Hay Talia!" Panggil Velia, "Saat kamu masih hidup, aku bahkan belum pernah membuat kamu bahagia! Maafkan aku, jika bagi kamu aku sudah merebut kebahagiaan kamu!! Tapi sungguh aku sangat menyayangi kamu!" Ucap Velia dengan penuh ketulusan dari dalam hatinya, lalu tanpa sadar Velia menitihkan air matanya. Tak lupa Velia membawa bucket bunga tulip kesukaan Talia.


"Talia, aku membawakan kamu bucket bunga tulip! Bunga ini bunga yang sangat kamu sukai bukan? Aku harap kamu bisa senang, Talia! Besok aku juga akan menikah dengan Chan! Aku harap Kamu, Pipi dan juga Mami datang ke acara pernikahan itu!" Ucap Velia penuh harap sembari menaruh bucket bunga tulip itu di dekat nisan Talia.


"Vel, mari kita ke makam Riri!" Ajak Chan pada Velia.


Velia lalu berdiri dan berjalan terlebih dahulu untuk menuju ke makam Riri, sedangkan Chan, Sehun dan juga Lisa mengikuti Velia di belakangnya.


Sesampainya mereka di makam Riri.


"Chan, ini makam siapa?" Tanya Sehun penasaran, karena dirinya memang belum tahu itu makam siapa, dan Sehun juga tidak tahu kalau Chan memiliki seorang adik.


"Ini makam adik kandung gue, namanya Riri!" Ucap Chan memberi tahu sambil berjongkok di dekat nisan Riri.


"Kok gue nggak tahu sih soal adik lo?" Tanya Sehun.


"Ya nggak tahu lah orang gue nggak pernah cerita! Lagian lo juga nggak nanya ke gue!" Ucap Chan menjawab tanpa memandang Sehun.

__ADS_1


"Wah, kebangetan lo!" Kata Sehun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sudah-sudah nggak baik berisik di tempat pemakaman!" Ucap Velia menengahi pembicaraan antara Chan dan juga Sehun.


__ADS_2